Minggu, 01 Februari 2015

Black Pearl

Diposting oleh zahra natasya di 02.33 0 komentar
Main Cast:
1.      Song Soo Hyun
2.      Yoon Sae Na
3.      Wu Huang Zhou ( Jia Wu)
4.      Park Sung Rin
5.      Choi Min Ri
6.      Han So Jung

Other Cast:
1.      Kang Gil Jun
2.      Oh Se Hun
3.      Park Chan Yeol
4.      Byun Baek Hyun
5.      Jeon Jeong Guk

Rated: Nc17-merapat ke M

Genre: Romance/ school life/ friendsip/comedy/fantasi

DON’T LIKE DON’T READ

Chap1: First Snow

Park Sung Rin & Yoon Sae Na Side
Minggu. Hari dimana Sung Rin dan Sae Na melakukan ritual relaksasi tubuh. Barusaja mereka melakukan spa langganan mereka. Setelah beberapa jam mereka habiskan untuk berdiam diri ditemani dengan beberapa pijatan, kini mereka beranjak kesalah satu otlet merek terkenal untuk berburu barang baru seperti GUCCI, ARMANY, VICTORIA’S SECRET, dll.
Dengan memakai matel musim dingin, sarung tangan, serta syal mereka melanjutkan perjalanan ke salah satu café dekat sungai han. Café ini hanya dikhususkan untuk kalangan atas saja. Mankanya, disini banyak sekali pebisnis yang sengaja makan siang atau mengadakan rapat di café ini.
KLING
Lonceng didekat pintu masuk berbunyi, menampilkan kedua yeoja bermantel tebal serta paperbag di kedua tangannya. Kaki-kaki jenjangnya melangkah perlahan sehingga menimbulkan suara ketukan di lantai kayu. Para pengunjung langsung mengalihkan perhatian mereka menuju kedua yeoja yang berjalan bak model.
Mereka berdua memilih salah satu bangku dekat vas bunga besar. Setelah membereskan barang belanjaan, mereka berdua melepas syal dan mantel. Tampak salah satu dari yeoja tersebut menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya.
“ Permisi, kalian ingin pesan apa?” Tanya seorang pelayan.
Cappuchino latte dan tiramisu” jawab yeoja yang diketahui bernama Park Sung Rin. Sang pelayan buru-buru mencatat pesanannya dan beralih menatap yeoja di depan Sung Rin.
“ Sae Na kau ingin pesan apa? Jangan tatap i-phone terus” tegur Sung Rin.
“ Eh, aku pesan white latte dan rainbow cake”.
“ Baiklah, harap tunggu sebentar” kata pelayan tersebut sambil beranjak dari tempat duduk mereka.
“ Kau sedang apa?” Tanya Sung Rin penasaran.
“ Aku hanya membuka SNS saja, eh So Jung-ah baru saja meng-uploaf fotonya bersama Jia di tampat ice skatting” jawab Sae Na sambil menyerahkan i-phone-nya ke Sung Rin. Disana muncul sebuah foto yang menampilkan dua orang yeoja yang sedang memakai sepatu ice-skating.
“ Bukannya terakhir kali mereka sedang marak bermain yoyo gara-gara kartun?” Tanya Sung Rin heran.
“ Mereka memang aneh” jawab Sae Na. Kemudian pesanan mereka datang.
***
So Jung dan Jia Side.
“ Nah sekarang ini zaman ice-skating jadi kita harus mencobanya!” kata Jia yang selesai mengikat tali sepatu.
“ Tapi kepalaku masih sakit gara-gara kena yoyo kemarin” keluh So Jung.
“ Salah sapa yang menyuruhmu main ditengah malam?”
“ Kau yang menyuruhku”
“ Aaaa, lebih baik kita mulai saja sekarang” usul Jia mengalihkan pembicaraan. Dia sudah mau masuk ke arena ice skatting namun tiba-tiba lengan kanannya ditarik oleh So Jung. Jia hanya menampakan wajah datar.
“ Kita harus selfie terlebih dahulu lalu akan kumasukan ke SNS!” perintah So Jung sambil mengeluarkan smartphone android dari saku mantel. Dia memasang kamera depan dan mengarahkannya ke dirinya dan Jia. So Jung bergaya dengan wink sedangkan  Jia hanya menampilkan senyuman terpaksa.
Setelah sesi foto tersebut mereka langsung masuk ke area es yang disediakan. Tampaknya tempat ini sangat ramai dengan anak kecil dan membuat mereka berdua paling menonjol jika dilihat.
***
Song Soo Hyun Side
“ Eomma ada apa?” Tanya yeoja tinggi dengan kacamata hitam yang bertengger manis di hidungnya serta snapback pink mencolok yang membuat sebagian wajahnya tertupi.
Seorang wanita paruh baya yang dari tadi membetulkan payet-payet berada mengadahkan kepalanya untuk melihat putrid sulungnya. “ Duduk, lepas kacamatamu!” perintahnya. Setelah putrinya duduk dia baru melanjutkan pembicaraannya. “ Tanpa basa-basi lagi eomma akan memintamu menjadi model pemotretan untuk akhir tahun ini”.
Soo Hyun langsung berdiri dari tempat duduknya.” Why me?” tanyanya tak percaya.
“ Karena model yang lainya akan cuti pergantian tahun”
“ Tapi aku tidak bisa”
“ Kau pasti bisa, apa gunanya eomma mengikutkanmu sekolah model?, satu lagi eomma tidak menerima penolakan”
Dengan lesu Soo Hyun berjalan keluar dari butik milik eommanya. Kini dia berjalan menyusuri beberapa otlet di mall milik keluarganya juga sebagai cabang butik pakaian milik eommanya.
Sampai di pusat mall tersebut Soo Hyun melihat kedua teman akrabnya yang bermain coret berusaha berdiri pada lantai es tersebut. Dia berlari menghampiri sisi pembatas arena. “ So Jung, Jia!” teriaknya sambil melambaikan tangan kananya. So Jung yang baru berhasil berdiri langsung terjatuh lagi, Jia hanya menolehkan kepala.
Ni zai zou senmme ne?” Teriak Jia. Soo Hyun menatap temanya dengan tanda Tanya. Jia menepuk dahinya, “ Apa yang kau lakukan disana?”.
“ Nanti akan kuceritakan, cepat kalian keluar dari arena ini”.
***
Author POV.
Sekarang mereka bertiga sedang duduk santai di starbucks sambil menikmati menu yang tersedia. Soo Hyun memesan salted caramel hot chocolate dan zesty chiken & black bean salad bowl. So Jung lebih memilih strawberries & crème frappuccino blended crème dengan turkey rustic Panini. Jia sebenarnya sedang malas makan jadi dia hanya memesan caffe Americano.
“ Mencoba permainan baru?” Tanya Soo Hyun.
“ Menurutmu?” So Jung malah tanya balik.
“ Huh!, kalian memang kurang kerjaan sekali, bukanya baru tiga hari yang lalu kalau saatnya bermain yoyo, sekarang ganti lagi. Sebaiknya kalian berbuat hal yang lebih bermanfaat” nasihat Soo Hyun.” Jia, bagaimana dengan bar mu?” lanjutnya.
“ Baik” jawab Jia sambil menyeruput cairan hitam pekat miliknya.  Jia memang memiliki sebuah bar di salah satu districk gangnam. Bar tersebut merupakan hadiah ulang tahunnya yang ke tujuh belas.
“ Kau sendiri sedang menemui ajumma?” tanya So Jung.
“ Ne, aku menemui eomma tadi, dia menyuruhku menjadi model untuk pemotretan selanjutnya”.
“ MWO?!!” teriak So Jung dan Jia.
“ Jangan berteriak, aku tidak mau tuli untuk saat ini”
“ Mian, tapi jarang sekali kau menjadi model apalagi kau akan menjadi model lingerie” kata So Jung tak percaya.
“ Tunggu apa maksudmu dengan lingerie?” tanya Soo Hyun tak paham.
So Jung menyuapkan makanannya sambil melirik Jia. Jia yang tahu akan hal itu mulai menjelaskan bahwa beberapa hari yang lalu ibu dari Soo Hyun telah membocorkan model pakaian akhir tahun yang menyebutkan lingerie.
Soo Hyun langung melemas seketika, nafsu makannya hilang sudah. Tubuhnya perlahan merosot dari sofa yang didudukinya.” Aku mau mati saja” gumanya. Sedangkan So Jung dan Jia hanya nyengir kaku melihat nasib temannya.
***
Min Ri POV.
“ Akhirnya selesai juga” gumanku sambil meninggalkan tempat bimbingan belajar. Walau hari ini hari libur aku masih sempat-sempat untuk belajar karena aku mengikuti jalur kulian coumloude.
Udara semakin dingin saja. Kurapatkan mantel dan mulai berjalan menuju rumah. Seharusnya tadi aku membawa mobil saja kalau tahu cuaca sedingin ini. Lebih baik aku mampir ke mini market itu saja untuk membeli kopi.
Setelah menemukan kopi yang tepat aku berjalan menuju kasir. Di depanku kini ada seorang namja dengan pakaian serba hitam. Tingginya lumayan diatas rata-rata. Aku tak bisa melihat wajahnya karena terhalau hoodie hitam beserta kacamata yang bertengger di hidungnya.
Merasa di perhatikan namja tersebut menoleh ke arahku. Reflek aku mengalihkan pandanganku ke langit-langit mini market sambil pura-pura bersiul. Akhirnya namja itu pergi dari tempat dimana dia berdiri tadi. Setelah membayar aku keluar dari mini market sambil sesekali menyeruput minumanku.
Tak jauh dari aku berdiri, aku dapat melihat namja tadi sedang menyeret seorang yeoja ke salah satu gang sempit. Karena penasaran aku ikuti namja tersebut. Aku bersembunyi diantar tumpukan kardus tak terpakai dan mulai mengintip sedikit.
Seketika mataku membulat sempurna, disana namja tersebut Nampak menggigit ceruk leher sang yeoja. “ Aaakh—Ouch“ desah yeoja tersebut. Tubuhku menegang sempurna melihat adegan panas tersebut.
“ A-aakh!” teriak yeoja tersebut. Perlahan tapi pasti tubuhnya merosot kebawah. Aku menyipitkan mata untuk melihat apa yang terjadi. Namja tersebut mengusap permukaan bibirnya dengan punggu tangannya.
Untuk yang kedua kali namja tersebut mengetahui keberadaanku. Namun yang membuatku terkejut bola matanya bewarna emas.  Dengan gerakan cepat namja tersebut menghilang dari tempat tanpa kusadari.
***
Soo Hyun POV.
Tiba-tiba eomma menelfonku dan menyuruhku ke gedung pemotretan sekarang. Sudah kutebak pasti pemotrtannya dipindahkan waktunya. Aku sudah diambang pintu masuk, dengan perlahan aku mulai masuk kedalam gedung.
Disana terdapat beberapa orang yang berlalu lalang yang tak lain fotografer beserta para asistantnya. Beberapa bawahan eomma juga tampak mondar mandir. Aku berusaha menemukan eomma namun nihil hasilnya.
Kurasakan seseorang menepuk bahuku dengan sangat keras. Ku balikan tubuhku menghadap seseorang tersebut. Ternyata itu salah satu bawahan eomma yang sedang membawakan sehelai pakaian.
“ Nyonya, memintaku untuk mendadanimu, jadi bisakah kau mengikutiku?”. Aku hanya menganggu pasrah. Sebelum dirias aku disuruh mengganti pakaianku. Benar apa yang dikatakan oleh So Jung-ah dan Jia.
“ Pakai ini” kata noona tersebut sambil menyerahkan jubah mandi. Disela-sela mendadaniku noona tersebut memeberitahu jika eomma ada urusan mendadak jadi dia tidak bisa menemaniku ketika pemotretan.
Kulihat pantulan diriku. Make up yang terkesan innocent dengan blushon pink soft, lips gloss bewarna senada. Sehelai kain bewarna putih ketat yang minim, belum lagi stocking hitam serta heels setinggi dua belas senti. Lingerie ini sangat gatal karna terdapat renda di bagian bawah belum lagi bagian dada yang sangat ketat. Ingin sekali kurobek pakaian ini.
Noona tersebut membawaku kesalah satu ruangan pemotretan. Ruangan tersebut menampilkan kamar hotel dengan sebuah kasur king size. Aku diarahkan untuk berbaring disana. Aku mulai merangkak ketengah kasur lalu duduk bersila dengan tangan yang mendekap dada.
Sang fotografer tampak menyuruhku memasang pose innocent. Jadi aku mencoba untuk mengeluarkan semua yang aku ketahui ketika sekolah model dulu. Kepalaku sedikit kumiringkan kea rah kiri, mulutku kubuka sedikit dengan jari telunjuk yang menempel di bagian bibir bawah. Tatapanku ku kosong sampai sebuah blitz mengagetkanku.
Aku merasa lega karena hasilnya bagus, tapi kemudian ada seorang namja gila masuk keruangan. Namja tersebut hanya memakai celana jeans dan bertelanjang dada. Rambutnya acak-acakan, alisnya tebal dengan tatapan dingin. Aku mulai bergidik ngeri.
“ Tuan Kang silahkan anda menuju tempat tidur” perintah fotografer. Apa jangan-jangan namja ini akan menjadi pasanganku saat pemotretan. Kulihat namja berwajah dingin tersebut mulai mendekatiku. Perlahan tapi pasti aku memundurkan badan namun sial aku sudah berada di dinding.
Namja itu menarikku untuk mendekat dengannya. Kepalanya dia miringkan kearah telinga kananku lalu berbisik. “ Lets go to play” dan diakhiri dengan menjilat telingaku. “ A-aakh”
Selesai, aku updated lagi lho. Maaf kalau lama soalnya sudah kelas 9 jadi sibuk banget. Ini cerita tentang fantasi, kalau kalian penasaran namja yang di jumpai Min Rid an penasaran apa yang terjadi selama pemotretan Soo Hyun. Tunggu chap selanjutnya.

Chap2 coming soon
 

Zara's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei