Main
Cast:
1. Song
Soo Hyun
2. Yoon
Sae Na
3. Wu
Huang Zhou ( Jia Wu)
4. Park
Sung Rin
5. Choi
Min Ri
6. Han
So Jung
Other Cast:
1. Kang
Gil Jun
2. Oh
Se Hun
3. Park
Chan Yeol
4. Byun
Baek Hyun
5. Jeon
Jeong Guk
Rated: Nc17-merapat ke M
Genre: Romance/ school life/ friendsip/comedy/fantasi
DON’T LIKE DON’T READ
Chap1: First Snow
Park
Sung Rin & Yoon Sae Na Side
Minggu.
Hari dimana Sung Rin dan Sae Na melakukan ritual relaksasi tubuh. Barusaja
mereka melakukan spa langganan mereka. Setelah beberapa jam mereka habiskan
untuk berdiam diri ditemani dengan beberapa pijatan, kini mereka beranjak
kesalah satu otlet merek terkenal untuk berburu barang baru seperti GUCCI, ARMANY, VICTORIA’S SECRET, dll.
Dengan
memakai matel musim dingin, sarung tangan, serta syal mereka melanjutkan
perjalanan ke salah satu café dekat sungai han.
Café ini hanya dikhususkan untuk kalangan atas saja. Mankanya, disini banyak
sekali pebisnis yang sengaja makan siang atau mengadakan rapat di café ini.
KLING
Lonceng
didekat pintu masuk berbunyi, menampilkan kedua yeoja bermantel tebal serta paperbag di kedua tangannya. Kaki-kaki
jenjangnya melangkah perlahan sehingga menimbulkan suara ketukan di lantai
kayu. Para pengunjung langsung mengalihkan perhatian mereka menuju kedua yeoja
yang berjalan bak model.
Mereka
berdua memilih salah satu bangku dekat vas bunga besar. Setelah membereskan
barang belanjaan, mereka berdua melepas syal dan mantel. Tampak salah satu dari
yeoja tersebut menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya.
“
Permisi, kalian ingin pesan apa?” Tanya seorang pelayan.
“
Cappuchino latte dan tiramisu” jawab yeoja yang diketahui
bernama Park Sung Rin. Sang pelayan buru-buru mencatat pesanannya dan beralih
menatap yeoja di depan Sung Rin.
“
Sae Na kau ingin pesan apa? Jangan tatap i-phone
terus” tegur Sung Rin.
“
Eh, aku pesan white latte dan rainbow cake”.
“
Baiklah, harap tunggu sebentar” kata pelayan tersebut sambil beranjak dari
tempat duduk mereka.
“
Kau sedang apa?” Tanya Sung Rin penasaran.
“
Aku hanya membuka SNS saja, eh So Jung-ah baru saja meng-uploaf fotonya bersama
Jia di tampat ice skatting” jawab Sae
Na sambil menyerahkan i-phone-nya ke
Sung Rin. Disana muncul sebuah foto yang menampilkan dua orang yeoja yang
sedang memakai sepatu ice-skating.
“
Bukannya terakhir kali mereka sedang marak bermain yoyo gara-gara kartun?”
Tanya Sung Rin heran.
“
Mereka memang aneh” jawab Sae Na. Kemudian pesanan mereka datang.
***
So
Jung dan Jia Side.
“
Nah sekarang ini zaman ice-skating
jadi kita harus mencobanya!” kata Jia yang selesai mengikat tali sepatu.
“
Tapi kepalaku masih sakit gara-gara kena yoyo kemarin” keluh So Jung.
“
Salah sapa yang menyuruhmu main ditengah malam?”
“
Kau yang menyuruhku”
“
Aaaa, lebih baik kita mulai saja sekarang” usul Jia mengalihkan pembicaraan.
Dia sudah mau masuk ke arena ice skatting namun tiba-tiba lengan kanannya
ditarik oleh So Jung. Jia hanya menampakan wajah datar.
“
Kita harus selfie terlebih dahulu
lalu akan kumasukan ke SNS!” perintah So Jung sambil mengeluarkan smartphone android dari saku mantel. Dia
memasang kamera depan dan mengarahkannya ke dirinya dan Jia. So Jung bergaya
dengan wink sedangkan Jia hanya menampilkan senyuman terpaksa.
Setelah
sesi foto tersebut mereka langsung masuk ke area es yang disediakan. Tampaknya
tempat ini sangat ramai dengan anak kecil dan membuat mereka berdua paling
menonjol jika dilihat.
***
Song
Soo Hyun Side
“
Eomma ada apa?” Tanya yeoja tinggi dengan kacamata hitam yang bertengger manis
di hidungnya serta snapback pink
mencolok yang membuat sebagian wajahnya tertupi.
Seorang
wanita paruh baya yang dari tadi membetulkan payet-payet berada mengadahkan
kepalanya untuk melihat putrid sulungnya. “ Duduk, lepas kacamatamu!”
perintahnya. Setelah putrinya duduk dia baru melanjutkan pembicaraannya. “
Tanpa basa-basi lagi eomma akan memintamu menjadi model pemotretan untuk akhir
tahun ini”.
Soo
Hyun langsung berdiri dari tempat duduknya.” Why me?” tanyanya tak percaya.
“
Karena model yang lainya akan cuti pergantian tahun”
“
Tapi aku tidak bisa”
“
Kau pasti bisa, apa gunanya eomma mengikutkanmu sekolah model?, satu lagi eomma
tidak menerima penolakan”
Dengan
lesu Soo Hyun berjalan keluar dari butik milik eommanya. Kini dia berjalan
menyusuri beberapa otlet di mall milik keluarganya juga sebagai cabang butik
pakaian milik eommanya.
Sampai
di pusat mall tersebut Soo Hyun melihat kedua teman akrabnya yang bermain coret
berusaha berdiri pada lantai es tersebut. Dia berlari menghampiri sisi pembatas
arena. “ So Jung, Jia!” teriaknya sambil melambaikan tangan kananya. So Jung
yang baru berhasil berdiri langsung terjatuh lagi, Jia hanya menolehkan kepala.
“Ni zai zou senmme ne?” Teriak Jia. Soo
Hyun menatap temanya dengan tanda Tanya. Jia menepuk dahinya, “ Apa yang kau
lakukan disana?”.
“
Nanti akan kuceritakan, cepat kalian keluar dari arena ini”.
***
Author
POV.
Sekarang
mereka bertiga sedang duduk santai di starbucks
sambil menikmati menu yang tersedia. Soo Hyun memesan salted caramel hot chocolate dan zesty chiken & black bean salad bowl. So Jung lebih memilih strawberries & crème frappuccino blended
crème dengan turkey rustic Panini.
Jia sebenarnya sedang malas makan jadi dia hanya memesan caffe Americano.
“
Mencoba permainan baru?” Tanya Soo Hyun.
“
Menurutmu?” So Jung malah tanya balik.
“
Huh!, kalian memang kurang kerjaan sekali, bukanya baru tiga hari yang lalu
kalau saatnya bermain yoyo, sekarang ganti lagi. Sebaiknya kalian berbuat hal
yang lebih bermanfaat” nasihat Soo Hyun.” Jia, bagaimana dengan bar mu?”
lanjutnya.
“
Baik” jawab Jia sambil menyeruput cairan hitam pekat miliknya. Jia memang memiliki sebuah bar di salah satu
districk gangnam. Bar tersebut merupakan hadiah ulang tahunnya yang ke tujuh
belas.
“
Kau sendiri sedang menemui ajumma?” tanya So Jung.
“
Ne, aku menemui eomma tadi, dia menyuruhku menjadi model untuk pemotretan
selanjutnya”.
“
MWO?!!” teriak So Jung dan Jia.
“
Jangan berteriak, aku tidak mau tuli untuk saat ini”
“
Mian, tapi jarang sekali kau menjadi model apalagi kau akan menjadi model lingerie” kata So Jung tak percaya.
“
Tunggu apa maksudmu dengan lingerie?”
tanya Soo Hyun tak paham.
So
Jung menyuapkan makanannya sambil melirik Jia. Jia yang tahu akan hal itu mulai
menjelaskan bahwa beberapa hari yang lalu ibu dari Soo Hyun telah membocorkan
model pakaian akhir tahun yang menyebutkan lingerie.
Soo
Hyun langung melemas seketika, nafsu makannya hilang sudah. Tubuhnya perlahan
merosot dari sofa yang didudukinya.” Aku mau mati saja” gumanya. Sedangkan So
Jung dan Jia hanya nyengir kaku melihat nasib temannya.
***
Min
Ri POV.
“
Akhirnya selesai juga” gumanku sambil meninggalkan tempat bimbingan belajar.
Walau hari ini hari libur aku masih sempat-sempat untuk belajar karena aku
mengikuti jalur kulian coumloude.
Udara
semakin dingin saja. Kurapatkan mantel dan mulai berjalan menuju rumah.
Seharusnya tadi aku membawa mobil saja kalau tahu cuaca sedingin ini. Lebih
baik aku mampir ke mini market itu saja untuk membeli kopi.
Setelah
menemukan kopi yang tepat aku berjalan menuju kasir. Di depanku kini ada
seorang namja dengan pakaian serba hitam. Tingginya lumayan diatas rata-rata.
Aku tak bisa melihat wajahnya karena terhalau hoodie hitam beserta kacamata
yang bertengger di hidungnya.
Merasa
di perhatikan namja tersebut menoleh ke arahku. Reflek aku mengalihkan
pandanganku ke langit-langit mini market sambil pura-pura bersiul. Akhirnya
namja itu pergi dari tempat dimana dia berdiri tadi. Setelah membayar aku
keluar dari mini market sambil sesekali menyeruput minumanku.
Tak
jauh dari aku berdiri, aku dapat melihat namja tadi sedang menyeret seorang
yeoja ke salah satu gang sempit. Karena penasaran aku ikuti namja tersebut. Aku
bersembunyi diantar tumpukan kardus tak terpakai dan mulai mengintip sedikit.
Seketika
mataku membulat sempurna, disana namja tersebut Nampak menggigit ceruk leher
sang yeoja. “ Aaakh—Ouch“ desah yeoja tersebut. Tubuhku menegang sempurna
melihat adegan panas tersebut.
“
A-aakh!” teriak yeoja tersebut. Perlahan tapi pasti tubuhnya merosot kebawah.
Aku menyipitkan mata untuk melihat apa yang terjadi. Namja tersebut mengusap
permukaan bibirnya dengan punggu tangannya.
Untuk
yang kedua kali namja tersebut mengetahui keberadaanku. Namun yang membuatku
terkejut bola matanya bewarna emas. Dengan
gerakan cepat namja tersebut menghilang dari tempat tanpa kusadari.
***
Soo
Hyun POV.
Tiba-tiba
eomma menelfonku dan menyuruhku ke gedung pemotretan sekarang. Sudah kutebak
pasti pemotrtannya dipindahkan waktunya. Aku sudah diambang pintu masuk, dengan
perlahan aku mulai masuk kedalam gedung.
Disana
terdapat beberapa orang yang berlalu lalang yang tak lain fotografer beserta
para asistantnya. Beberapa bawahan eomma juga tampak mondar mandir. Aku berusaha
menemukan eomma namun nihil hasilnya.
Kurasakan
seseorang menepuk bahuku dengan sangat keras. Ku balikan tubuhku menghadap
seseorang tersebut. Ternyata itu salah satu bawahan eomma yang sedang
membawakan sehelai pakaian.
“
Nyonya, memintaku untuk mendadanimu, jadi bisakah kau mengikutiku?”. Aku hanya
menganggu pasrah. Sebelum dirias aku disuruh mengganti pakaianku. Benar apa
yang dikatakan oleh So Jung-ah dan Jia.
“
Pakai ini” kata noona tersebut sambil menyerahkan jubah mandi. Disela-sela
mendadaniku noona tersebut memeberitahu jika eomma ada urusan mendadak jadi dia
tidak bisa menemaniku ketika pemotretan.
Kulihat
pantulan diriku. Make up yang terkesan innocent dengan blushon pink soft, lips gloss
bewarna senada. Sehelai kain bewarna putih ketat yang minim, belum lagi
stocking hitam serta heels setinggi
dua belas senti. Lingerie ini sangat
gatal karna terdapat renda di bagian bawah belum lagi bagian dada yang sangat
ketat. Ingin sekali kurobek pakaian ini.
Noona
tersebut membawaku kesalah satu ruangan pemotretan. Ruangan tersebut
menampilkan kamar hotel dengan sebuah kasur king size. Aku diarahkan untuk
berbaring disana. Aku mulai merangkak ketengah kasur lalu duduk bersila dengan
tangan yang mendekap dada.
Sang
fotografer tampak menyuruhku memasang pose innocent. Jadi aku mencoba untuk
mengeluarkan semua yang aku ketahui ketika sekolah model dulu. Kepalaku sedikit
kumiringkan kea rah kiri, mulutku kubuka sedikit dengan jari telunjuk yang
menempel di bagian bibir bawah. Tatapanku ku kosong sampai sebuah blitz
mengagetkanku.
Aku
merasa lega karena hasilnya bagus, tapi kemudian ada seorang namja gila masuk
keruangan. Namja tersebut hanya memakai celana jeans dan bertelanjang dada.
Rambutnya acak-acakan, alisnya tebal dengan tatapan dingin. Aku mulai bergidik
ngeri.
“
Tuan Kang silahkan anda menuju tempat tidur” perintah fotografer. Apa
jangan-jangan namja ini akan menjadi pasanganku saat pemotretan. Kulihat namja
berwajah dingin tersebut mulai mendekatiku. Perlahan tapi pasti aku memundurkan
badan namun sial aku sudah berada di dinding.
Namja
itu menarikku untuk mendekat dengannya. Kepalanya dia miringkan kearah telinga
kananku lalu berbisik. “ Lets go to play”
dan diakhiri dengan menjilat telingaku. “ A-aakh”
Selesai,
aku updated lagi lho. Maaf kalau lama soalnya sudah kelas 9 jadi sibuk banget.
Ini cerita tentang fantasi, kalau kalian penasaran namja yang di jumpai Min Rid
an penasaran apa yang terjadi selama pemotretan Soo Hyun. Tunggu chap
selanjutnya.
Chap2
coming soon
0 komentar:
Posting Komentar