Selasa, 08 Desember 2015
Minggu, 29 November 2015
Jumat, 26 Juni 2015
사랑,아픈
When
I Meet You, Dear
No Status Need---Hi---Where Are You?---WTF!? I Hate
You!---Hiatus---I’m Sorry--- ThankYou
Coming Soon
Selasa, 19 Mei 2015
Minggu, 01 Februari 2015
Black Pearl
Main
Cast:
1. Song
Soo Hyun
2. Yoon
Sae Na
3. Wu
Huang Zhou ( Jia Wu)
4. Park
Sung Rin
5. Choi
Min Ri
6. Han
So Jung
Other Cast:
1. Kang
Gil Jun
2. Oh
Se Hun
3. Park
Chan Yeol
4. Byun
Baek Hyun
5. Jeon
Jeong Guk
Rated: Nc17-merapat ke M
Genre: Romance/ school life/ friendsip/comedy/fantasi
DON’T LIKE DON’T READ
Chap1: First Snow
Park
Sung Rin & Yoon Sae Na Side
Minggu.
Hari dimana Sung Rin dan Sae Na melakukan ritual relaksasi tubuh. Barusaja
mereka melakukan spa langganan mereka. Setelah beberapa jam mereka habiskan
untuk berdiam diri ditemani dengan beberapa pijatan, kini mereka beranjak
kesalah satu otlet merek terkenal untuk berburu barang baru seperti GUCCI, ARMANY, VICTORIA’S SECRET, dll.
Dengan
memakai matel musim dingin, sarung tangan, serta syal mereka melanjutkan
perjalanan ke salah satu café dekat sungai han.
Café ini hanya dikhususkan untuk kalangan atas saja. Mankanya, disini banyak
sekali pebisnis yang sengaja makan siang atau mengadakan rapat di café ini.
KLING
Lonceng
didekat pintu masuk berbunyi, menampilkan kedua yeoja bermantel tebal serta paperbag di kedua tangannya. Kaki-kaki
jenjangnya melangkah perlahan sehingga menimbulkan suara ketukan di lantai
kayu. Para pengunjung langsung mengalihkan perhatian mereka menuju kedua yeoja
yang berjalan bak model.
Mereka
berdua memilih salah satu bangku dekat vas bunga besar. Setelah membereskan
barang belanjaan, mereka berdua melepas syal dan mantel. Tampak salah satu dari
yeoja tersebut menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya.
“
Permisi, kalian ingin pesan apa?” Tanya seorang pelayan.
“
Cappuchino latte dan tiramisu” jawab yeoja yang diketahui
bernama Park Sung Rin. Sang pelayan buru-buru mencatat pesanannya dan beralih
menatap yeoja di depan Sung Rin.
“
Sae Na kau ingin pesan apa? Jangan tatap i-phone
terus” tegur Sung Rin.
“
Eh, aku pesan white latte dan rainbow cake”.
“
Baiklah, harap tunggu sebentar” kata pelayan tersebut sambil beranjak dari
tempat duduk mereka.
“
Kau sedang apa?” Tanya Sung Rin penasaran.
“
Aku hanya membuka SNS saja, eh So Jung-ah baru saja meng-uploaf fotonya bersama
Jia di tampat ice skatting” jawab Sae
Na sambil menyerahkan i-phone-nya ke
Sung Rin. Disana muncul sebuah foto yang menampilkan dua orang yeoja yang
sedang memakai sepatu ice-skating.
“
Bukannya terakhir kali mereka sedang marak bermain yoyo gara-gara kartun?”
Tanya Sung Rin heran.
“
Mereka memang aneh” jawab Sae Na. Kemudian pesanan mereka datang.
***
So
Jung dan Jia Side.
“
Nah sekarang ini zaman ice-skating
jadi kita harus mencobanya!” kata Jia yang selesai mengikat tali sepatu.
“
Tapi kepalaku masih sakit gara-gara kena yoyo kemarin” keluh So Jung.
“
Salah sapa yang menyuruhmu main ditengah malam?”
“
Kau yang menyuruhku”
“
Aaaa, lebih baik kita mulai saja sekarang” usul Jia mengalihkan pembicaraan.
Dia sudah mau masuk ke arena ice skatting namun tiba-tiba lengan kanannya
ditarik oleh So Jung. Jia hanya menampakan wajah datar.
“
Kita harus selfie terlebih dahulu
lalu akan kumasukan ke SNS!” perintah So Jung sambil mengeluarkan smartphone android dari saku mantel. Dia
memasang kamera depan dan mengarahkannya ke dirinya dan Jia. So Jung bergaya
dengan wink sedangkan Jia hanya menampilkan senyuman terpaksa.
Setelah
sesi foto tersebut mereka langsung masuk ke area es yang disediakan. Tampaknya
tempat ini sangat ramai dengan anak kecil dan membuat mereka berdua paling
menonjol jika dilihat.
***
Song
Soo Hyun Side
“
Eomma ada apa?” Tanya yeoja tinggi dengan kacamata hitam yang bertengger manis
di hidungnya serta snapback pink
mencolok yang membuat sebagian wajahnya tertupi.
Seorang
wanita paruh baya yang dari tadi membetulkan payet-payet berada mengadahkan
kepalanya untuk melihat putrid sulungnya. “ Duduk, lepas kacamatamu!”
perintahnya. Setelah putrinya duduk dia baru melanjutkan pembicaraannya. “
Tanpa basa-basi lagi eomma akan memintamu menjadi model pemotretan untuk akhir
tahun ini”.
Soo
Hyun langsung berdiri dari tempat duduknya.” Why me?” tanyanya tak percaya.
“
Karena model yang lainya akan cuti pergantian tahun”
“
Tapi aku tidak bisa”
“
Kau pasti bisa, apa gunanya eomma mengikutkanmu sekolah model?, satu lagi eomma
tidak menerima penolakan”
Dengan
lesu Soo Hyun berjalan keluar dari butik milik eommanya. Kini dia berjalan
menyusuri beberapa otlet di mall milik keluarganya juga sebagai cabang butik
pakaian milik eommanya.
Sampai
di pusat mall tersebut Soo Hyun melihat kedua teman akrabnya yang bermain coret
berusaha berdiri pada lantai es tersebut. Dia berlari menghampiri sisi pembatas
arena. “ So Jung, Jia!” teriaknya sambil melambaikan tangan kananya. So Jung
yang baru berhasil berdiri langsung terjatuh lagi, Jia hanya menolehkan kepala.
“Ni zai zou senmme ne?” Teriak Jia. Soo
Hyun menatap temanya dengan tanda Tanya. Jia menepuk dahinya, “ Apa yang kau
lakukan disana?”.
“
Nanti akan kuceritakan, cepat kalian keluar dari arena ini”.
***
Author
POV.
Sekarang
mereka bertiga sedang duduk santai di starbucks
sambil menikmati menu yang tersedia. Soo Hyun memesan salted caramel hot chocolate dan zesty chiken & black bean salad bowl. So Jung lebih memilih strawberries & crème frappuccino blended
crème dengan turkey rustic Panini.
Jia sebenarnya sedang malas makan jadi dia hanya memesan caffe Americano.
“
Mencoba permainan baru?” Tanya Soo Hyun.
“
Menurutmu?” So Jung malah tanya balik.
“
Huh!, kalian memang kurang kerjaan sekali, bukanya baru tiga hari yang lalu
kalau saatnya bermain yoyo, sekarang ganti lagi. Sebaiknya kalian berbuat hal
yang lebih bermanfaat” nasihat Soo Hyun.” Jia, bagaimana dengan bar mu?”
lanjutnya.
“
Baik” jawab Jia sambil menyeruput cairan hitam pekat miliknya. Jia memang memiliki sebuah bar di salah satu
districk gangnam. Bar tersebut merupakan hadiah ulang tahunnya yang ke tujuh
belas.
“
Kau sendiri sedang menemui ajumma?” tanya So Jung.
“
Ne, aku menemui eomma tadi, dia menyuruhku menjadi model untuk pemotretan
selanjutnya”.
“
MWO?!!” teriak So Jung dan Jia.
“
Jangan berteriak, aku tidak mau tuli untuk saat ini”
“
Mian, tapi jarang sekali kau menjadi model apalagi kau akan menjadi model lingerie” kata So Jung tak percaya.
“
Tunggu apa maksudmu dengan lingerie?”
tanya Soo Hyun tak paham.
So
Jung menyuapkan makanannya sambil melirik Jia. Jia yang tahu akan hal itu mulai
menjelaskan bahwa beberapa hari yang lalu ibu dari Soo Hyun telah membocorkan
model pakaian akhir tahun yang menyebutkan lingerie.
Soo
Hyun langung melemas seketika, nafsu makannya hilang sudah. Tubuhnya perlahan
merosot dari sofa yang didudukinya.” Aku mau mati saja” gumanya. Sedangkan So
Jung dan Jia hanya nyengir kaku melihat nasib temannya.
***
Min
Ri POV.
“
Akhirnya selesai juga” gumanku sambil meninggalkan tempat bimbingan belajar.
Walau hari ini hari libur aku masih sempat-sempat untuk belajar karena aku
mengikuti jalur kulian coumloude.
Udara
semakin dingin saja. Kurapatkan mantel dan mulai berjalan menuju rumah.
Seharusnya tadi aku membawa mobil saja kalau tahu cuaca sedingin ini. Lebih
baik aku mampir ke mini market itu saja untuk membeli kopi.
Setelah
menemukan kopi yang tepat aku berjalan menuju kasir. Di depanku kini ada
seorang namja dengan pakaian serba hitam. Tingginya lumayan diatas rata-rata.
Aku tak bisa melihat wajahnya karena terhalau hoodie hitam beserta kacamata
yang bertengger di hidungnya.
Merasa
di perhatikan namja tersebut menoleh ke arahku. Reflek aku mengalihkan
pandanganku ke langit-langit mini market sambil pura-pura bersiul. Akhirnya
namja itu pergi dari tempat dimana dia berdiri tadi. Setelah membayar aku
keluar dari mini market sambil sesekali menyeruput minumanku.
Tak
jauh dari aku berdiri, aku dapat melihat namja tadi sedang menyeret seorang
yeoja ke salah satu gang sempit. Karena penasaran aku ikuti namja tersebut. Aku
bersembunyi diantar tumpukan kardus tak terpakai dan mulai mengintip sedikit.
Seketika
mataku membulat sempurna, disana namja tersebut Nampak menggigit ceruk leher
sang yeoja. “ Aaakh—Ouch“ desah yeoja tersebut. Tubuhku menegang sempurna
melihat adegan panas tersebut.
“
A-aakh!” teriak yeoja tersebut. Perlahan tapi pasti tubuhnya merosot kebawah.
Aku menyipitkan mata untuk melihat apa yang terjadi. Namja tersebut mengusap
permukaan bibirnya dengan punggu tangannya.
Untuk
yang kedua kali namja tersebut mengetahui keberadaanku. Namun yang membuatku
terkejut bola matanya bewarna emas. Dengan
gerakan cepat namja tersebut menghilang dari tempat tanpa kusadari.
***
Soo
Hyun POV.
Tiba-tiba
eomma menelfonku dan menyuruhku ke gedung pemotretan sekarang. Sudah kutebak
pasti pemotrtannya dipindahkan waktunya. Aku sudah diambang pintu masuk, dengan
perlahan aku mulai masuk kedalam gedung.
Disana
terdapat beberapa orang yang berlalu lalang yang tak lain fotografer beserta
para asistantnya. Beberapa bawahan eomma juga tampak mondar mandir. Aku berusaha
menemukan eomma namun nihil hasilnya.
Kurasakan
seseorang menepuk bahuku dengan sangat keras. Ku balikan tubuhku menghadap
seseorang tersebut. Ternyata itu salah satu bawahan eomma yang sedang
membawakan sehelai pakaian.
“
Nyonya, memintaku untuk mendadanimu, jadi bisakah kau mengikutiku?”. Aku hanya
menganggu pasrah. Sebelum dirias aku disuruh mengganti pakaianku. Benar apa
yang dikatakan oleh So Jung-ah dan Jia.
“
Pakai ini” kata noona tersebut sambil menyerahkan jubah mandi. Disela-sela
mendadaniku noona tersebut memeberitahu jika eomma ada urusan mendadak jadi dia
tidak bisa menemaniku ketika pemotretan.
Kulihat
pantulan diriku. Make up yang terkesan innocent dengan blushon pink soft, lips gloss
bewarna senada. Sehelai kain bewarna putih ketat yang minim, belum lagi
stocking hitam serta heels setinggi
dua belas senti. Lingerie ini sangat
gatal karna terdapat renda di bagian bawah belum lagi bagian dada yang sangat
ketat. Ingin sekali kurobek pakaian ini.
Noona
tersebut membawaku kesalah satu ruangan pemotretan. Ruangan tersebut
menampilkan kamar hotel dengan sebuah kasur king size. Aku diarahkan untuk
berbaring disana. Aku mulai merangkak ketengah kasur lalu duduk bersila dengan
tangan yang mendekap dada.
Sang
fotografer tampak menyuruhku memasang pose innocent. Jadi aku mencoba untuk
mengeluarkan semua yang aku ketahui ketika sekolah model dulu. Kepalaku sedikit
kumiringkan kea rah kiri, mulutku kubuka sedikit dengan jari telunjuk yang
menempel di bagian bibir bawah. Tatapanku ku kosong sampai sebuah blitz
mengagetkanku.
Aku
merasa lega karena hasilnya bagus, tapi kemudian ada seorang namja gila masuk
keruangan. Namja tersebut hanya memakai celana jeans dan bertelanjang dada.
Rambutnya acak-acakan, alisnya tebal dengan tatapan dingin. Aku mulai bergidik
ngeri.
“
Tuan Kang silahkan anda menuju tempat tidur” perintah fotografer. Apa
jangan-jangan namja ini akan menjadi pasanganku saat pemotretan. Kulihat namja
berwajah dingin tersebut mulai mendekatiku. Perlahan tapi pasti aku memundurkan
badan namun sial aku sudah berada di dinding.
Namja
itu menarikku untuk mendekat dengannya. Kepalanya dia miringkan kearah telinga
kananku lalu berbisik. “ Lets go to play”
dan diakhiri dengan menjilat telingaku. “ A-aakh”
Selesai,
aku updated lagi lho. Maaf kalau lama soalnya sudah kelas 9 jadi sibuk banget.
Ini cerita tentang fantasi, kalau kalian penasaran namja yang di jumpai Min Rid
an penasaran apa yang terjadi selama pemotretan Soo Hyun. Tunggu chap
selanjutnya.
Chap2
coming soon
Jumat, 26 Desember 2014
Crazy Dreams Come True chap11
Perhatian:
Tolong tinggalkan komentar di blog ini
Cerita ini hasil imajinasi saya
mohon maaf jika ada kesalah kata
H
A
P
P
Y
N
E
W
Y
E
A
R
S
Sung
Ri POV.
Setelah rapat aku buru-buru pergi ke
café sekolah. Walaupun tadi aku sudah menghabiskan satu plastik marshmellow
tapi tetap saja tidak terpengaruh. Udara semakin dingin bahkan kelihatanya
pemanas udara tidak mampu menghangatkan. Aku benci musim dingin.
KLING
Bunyi lonceng terdengar saat aku
membuka pintu café, seperti halnya sekolah disini gaya asitekturnya juga kuno.
Kupilih tempat duduk didekat jendela, di setiap jendela terdapat beberapa
tangkai bunga mawar yang disusun rapi. Aroma latte mulai menerobos indra penciuman.
“ Permisi, kau ingin pesan apa?”
Tanya pelayan yang tampaknya seumuranku.
“ Kau pelayan baru?” Tanyaku balik
dan diangguki pelayan tersebut. “ Aku pesan lasagna
dan capuchino” lanjutku. Pelayan
tersebut membungkukkan badan lalu pergi. Ku nyamankan posisi duduk sambil
melihat kelangit-langit café.
“ Boleh aku duduk disini?” Tanya
seseorang. Aku turunkan sedikit kepalaku dan ternyata itu adalah Chan Yeoll-ssi
dengan senyuman bodohnya. Kupersilahkan saja dia duduk didepanku lalu
melanjutkan aktivitasku tadi.
Tak berapa lama pesananku datang,
setelah mengucapkan terimakasih aku mulai memakanya. Ku lirik Chan Yeoll-ssi di
depanku, dia hanya memesan segelas air mineral. Dasar anak beasiswa, pikirku.
“ Aku memang anak beasiswa” sahut
Chan Yeoll tiba-tiba seakan dia mendengar apa yang kupikir.
“ W-wae? Kau bisa mengetahui
pikiranku?” tanyaku penasaran.
“ Insting mungkin?” jawabnya santai.
“ Jadi, kenapa kau kemari dan hanya
memesan air mineral saja?”
“ Sejujurnya tadi aku melihatmu
disini sendirian jadi mungkin kau butuh teman” jelasnya sambil menggaruk
tengkuk lehernya.
><
So
Jung POV.
Setelah rapat aku memutuskan untuk
berkeliling sekolah. Hatiku sangat baik hari ini. Berterimakasihlah kepada
Edison-ssi yang ingin memindahkan sekolahku agar dapat menuntaskan misi kisah
cintaku. Sepanjang koridor aku terus bersiul dan jika ada murid yang lewat
pasti aku sapa.
Saat melewati café sekolah mataku
melihat Sung Ri sedang makan bersama dengan Chan Yeoll-ssi. Tapi, sejak kapan
mereka berdua akrab? Ini sebuah berita mengejutkan dan aku tak mau menyiakan
momen ini, jadi aku buru-buru mengambil ponsel dari saku mantel lalu
memotretnya. Kurasa beberapa lembar sudah cukup untuk aku sebar luaskan lewat
SNS.
“Permettez-moi
à comprendre” (baiklah aku mengerti) kata seseorang dari balik
semak-semak. Kali ini aku berada di taman belakang sekolah. Perlahan-lahan aku
mendekat supaya bisa mendengar percakapan tersebut.
Saat
aku berhasil mengendap-endap di balik pohon yang cukup besar aku dapat melihat
ada seorang siswa berseragam sama sepertiku dengan rambut cokelat acak-acakkan
bersama dua orang pria bertubuh besar yang menggunakan jas. Sepertinya aku
pernah melihat siswa tersebut. I-itu Hwang Joong-ah kenapa dia bersama dua
orang tersebut.
“Je
ne ai que cette information” (aku hanya
memiliki informasi ini) kata Hwang Joong sambil
menyerahkan beberapa lembar kertas. Sebenarnya mereka membicarakan apa? Ini
bahasa apa? Aku tidak mengerti arti pembicaraan ini?.
“Merci
HjKim je te le donnerai au patron, à plus” (terimakasih HJKim saya akan
memberikan bos, sampai jumpa) jawab salah satu pria dewasa tersebut lalu
meninggalkan Hwang Joong sendirian. Sekarang aku melihat Hwang Joong-ah yang
mulai beranjak dari tempat tersebut.
Sebenarnya
Hwang Joong-ah terlibat masalah apa dengan dua pria tersebut?. Adegan tersebut
seperti film mafia yang beberapa hari yang lalu aku lihat disalah satu stasiun
tv.
><
MinRi
POV.
“
Edison-ssi kumohon gantikan aku” mohonku dari tadi. Edison-ssi hanya
menggelengkan kepala sambil tetap membaca buku. Aku menghela nafas, sudah
hamper lima belas menit aku memohon kepadanya supaya tidak di pindahkan
sekolah.
“
Baimana Hwang Joong-ah yang menggantikan posisiku sehingga aku yang akan
menggantikan posisinya. Lagi pula kau tidak menyukai keberadaan Hwang Joong-ah
yang semena-mena” usulku.
“
Sepertinya itu ide bagus, tapi karena sifat Hwang Joong-ssi yang semena-mena
itu aku tidak memperbolehkannya untuk menggantika posisi orang lain. Kalau
Hwang Joong-ssi menggantikanmu apa tidak ada masalah yang akan datang? Malah
kegiatan ini tidak dapat diselesaikan tepat waktu karena ulahnya tersebut”
terang Edison-ssi lalu beranjak meninggalkanku di ruang OSIS sendirian.
“
Bagaimana jika Se Young-ah yang menggantikanku?” tanyaku sambil berlari
menyusul Edison-ssi
><
Se
Young POV.
Lagu haru-haru milik Bigbang masih menemaniku untuk mengerjakan beberapa
laporan di perpustakaan. Aku sangat suka di perpustakaan karena aku suka
suasana tenang seperti ini. Sesekali aku menyanyikan beberapa lirik yang
kuhafal. Tak ada yang bisa kulakukan pada saat ini. Semua temanku sibuk
sendiri-sendiri.
SRET.
Aku merasa bangkuku tergeser
sehingga aku mengalihkan pandanganku ke depan. Ternyata itu So Jung-ah. Dia
menoleh kekanan dan kekiri membuatku bingung. Setelah merasa aman dia baru
memulai percakapan. Tak lupa ku matikan i-pod
ku.
“ Kau tahu tidak?” tanyanya aneh.
Aku hanya menggelengkan kepala. “ Tadi sewaktu aku lewat café sekolah aku
melihat Sung Ri-ah sedang makan bersama Chan Yeoll-ssi” lanjutnya.
“ MWO?!” teriakku yang membuat seisi
perpustakaan melihatku. Aku sangat malu sekali dan langsung meminta maaf.
“ Jangan berisik!” perintah So Jung
yang kuangguki.
“ Mungkin kau salah lihat, mana
mungkin Sung Ri-ah makan bersama Chan Yeoll-ssi?”
“ Aku punya buktinya” jawab So
Jung-ah sambil menyerahkan poselnya, disana benar ada Sung Ri-ah sedang makan
bersama.” Jangan-jangan Sung Ri-ah menjalin hubungan dengan Chan Yeoll-ssi
lagi?” duga So Jung.
“ Mana mungkin Sung Ri-ah menjalin
hubungan dengan Chan Yeoll-ssi? Bukannya dia menyukai Kyung Soo-ssi”.
“ Benar juga, oh ya aku hamper lupa.
Tadi ketika aku lewat taman belakang aku lihat Twinsku sedang mengobrol bahasa
aneh dengan dua orang pria”.
“ Siapa?”
“ Entahlah pokonya diakhir
percakapan mereka Twinsku memberikan beberapa lembar kertas yang kelihatannya
penting, oh aku juga mendengar dia berbicara information pokoknya Hwang Joong-ah seperti seorang penyelundup di
film-film mafia”.
“ Ada-ada aja kau! Sudahlah aku mau
melanjutkan laporan ini”.
><
Hwang
Joong POV
Baru saja aku menyerahkan beberapa
informasi tentang seorang mafia yang menyamar menjadi ajussiku. Walaupun hanya sedikit
tapi aku sudah berusaha. Anak buah harabeoji memberiku sebuah alat komikasi
terbaru berupa gelang bewarna biru tua yang juga di lengkapi laser yang bisa
membelah besi ataupun barang logam lainya.
Mereka juga bilang bahwa harabeoji
akan menemuiku dalam waktu dekat ini. Semoga saja harabeoji mau memindahkanku
pranciss kali ini. Aku sudah bosan hidup di korea selatan dan mungkin aku akan
bergabung dengan anggota FBI disana.
><
Sae Na POV.
Sudah hampir setengah jam aku menghabiskan waktu dengan
berdiam diri di kelas. Hari ini tidak ada pelajaran jadi banyak murid yang
menghabiskan waktu di taman, café atau tempat-tempat disekolah ini. Aku sudah
mencari teman-temanku dari tadi tapi nihil mereka tidak dapat kutemukan alhasil
aku kembali kekelas.
Tiba-tiba Se Young-ah dan So Jung-ah masuk kelas di
belakangnya ada Min Ri-ah yang kelihatanya lesu.
“ Kau kenapa Min Ri-ah?” tanyaku.
“ Gwenchana” jawabnya.
“ Bagaimana sekarang kita pergi ke mall, kan sekarang
tidak ada pelajaran” usul So Jung tiba-tiba. Kulihat Se Young menganggukan
kepalanya tanda setuju disusul dengan Min Ri.
“ Ne, ayo kita pergi pakai mobilku!” tawar Se Young.
“ Bagaimana dengan Sung Ri-ah dan Hwang Joong-ah?”
tanyaku.
“ Ne, aku telfon dulu mereka” sahut So Jung.
><
Normal
POV.
Akhirnya mereka berenam berkumpul di
parkiran. Kali ini mobil Se Young yang menjadi sasaran. Sepanjang perjalanan
mereka terus saja mengobrol tentang gaun apa yang akan dipakai pada pesta
kecuali Hwang Joong. Dia dari tadi memperhatikan gelang yang melingkar di
tangan kanannya.
“ Kau membeli gelang?” Tanya Min Ri.
“ Oh ini? Tidak aku tidak membelinya”
jawab Hwang Joong.
“ Twins, sebenarnya kau itu bisa
berbahasa apasih?” kali ini So Jung bertanya.
“ Hn, aku hanya bisa bahasa korea
dan inggris memang kenapa?” giliran Hwang Joong membalikan pertanyaan. So Jung
hanya menggelengkan kepala dan mengalihkan pandangan ke Sung Ri.
“ Sung Ri-ah aku tadi melihatmu
makan bersama Chan Yeoll-ssi” sontak semua penghuni mobil kaget terkecuali Se
Young dan Hwang Joong.
“ Ne, aku memang makan bersamanya,
tapi jangan salah paham dulu. Dia hanya menemaniku makan” sanggah Sung Ri.
Akhirnya mereka berenam sampai
disalah satu mall. Mall ini milik keluarga Se Young. Jelasnya keluarga Se Young
memiliki beberapa mall di Korea Selatan maupun New York. Keluarga So Jung
memiliki tempat penginapan di Busan. Keluarga Sung Ri memiliki perusahan
pembuat mobil. Keluarga Min Ri memiliki restoran bintang atas. Sedangkan
keluarga Hwang Joong memiliki beberapa
perusahaan di Pranciss dan Korea Selatan.
“ Waah gaun ini lucu!” teriak Se
Young di salah satu otlet. Gaun bewarna merah maron tanpa lengan dan diatas
lutut tersebut juga dihiasi pita bewarana hitam dibagian bawah gaun tersebut.
“ K-kau akan mengambil gaun yang
kelihatan seperti lingergie
tersebut?!” Tanya Hwang Joong denga wajah sock.
“ Kurasa ini bagus” bela Se Young
sambil menuju kasir.
“ Aku pilih yang ini saja” kata Sae
Na yang sudah keluar dari tempat ganti dengan gaun balon selutut. Gaun tersebut
bewarana lavender dan terdapat springkel di gaun tersebut membuatnya agak
bercahaya. Di bagian bahu terdapat beberapa kupu-kupu kecil bewarna putih.
Kemudian di susul dengan gaun Sung
Ri bewarna putih. Gaun tersebut panjang sampai membentuk buntut, gaun tersebut
putih polos dengan renda di bagian bawah gaun. Min Ri memakai gaun bewarna
hijau dengan model tahun 90 lengkap dengan chartwell
hat bewarna hitam. So Jung mengenakan gaun bewarna pink panjang di
pinggangnya terdapat pita bewarna senada.
Hanya Hwang Joong saja yang belum
memilih gaun yang akan di pakai. Dia dari tadi masih sibuk memainkan gelangnya.
“ Kau belum memilih?” Tanya Se Young sehabis membayar di kasir.
“ Aku sudah punya di rumah, tenang
saja” jawab Hwang Joong. “ Hmm, apa kau akan yakin memakai gaunmu itu?”
lanjutnya.
“ Ne”
“ Haha, aku peringatkannya gaunmu
itu bisa membuat para lelaki bernafsu tahu gak!?”
CTAK
Se Young berhasil menjitak kepala
temannya tersebut. “ Apa kau bilang! Awas kau ya!” teriaknya marah.
“ Ne ne ne aku sudah
memperingatkanmu, so be careful”
Selesai
juga nih chap. Aku buat selama sehari karena untuk kedepannya aku tak dapat
melanjutkannya karena liburan. Saya selaku pemilik Blog ingin mengucapakan
terimakasih sebesar-besarnya untuk para pembaca.
HAPPY
New Years^^
Welcome
to 2015
Chap12 comming soon
Categories
Crazy Dreams Come True
Sabtu, 20 Desember 2014
Crazy Dreams Come True chap10
Perhatian:
Cerita ini hanyalah fiksi belaka
Maafkan saya yang lama update
Maaf jika ada kesalahan kata
COMENT setelah membaca
>
<
>
Udara semakin dingin, padahal
sekarang baru awal musim dingin tapi udara sangat mempengaruhi kehidupan di
Korea. Rintik-rintik salju mulai tampak di beberapa tempat. Sung Ri menghela
nafas untuk yang kesekian kalinya. Kepalanya di senderkan pada kaca jendela
yang berembun. Dia sangat bosan di sini, pasalnya sudah setengah jam dia
terjebak di dalam ruangan penuh dengan tumpukan berkas, sebuah meja panjang,
computer dan kawan-kawan. Akhirnya dia beranjak dari tempat duduk lalu berjalan
ke salah satu sisi meja panjang.
“ Edison-ssi kapan kita mulai
rapatnya?, aku sudah lapar dan bosan” keluh Sung Ri. Sementara namja di
depannya hanya menatap kasihan. Dia membersekan beberapa lembar kertas yang
berserakan di depannya.
“ Seharusnya, kita mulai sudah
setengah jam yang lalu, tapi Hwang Joong-ssi belum datang” jawabnya diakhiri
helaan nafas panjang.
“ Hajiman, aku sangat lapar” protes
Sung Ri.
“ Mari kita makan bersama!” ajak
Chan Yeol tiba-tiba muncul di belakang Sung Ri.
Namja super tinggi ini adalah salah
satu anggota OSIS. Kabarnya dia masuk sekolah ini berkat beasiswa karena otak
jeniusnya. Dia selalu tersenyum dimana dan kapan saja, namun sayangnya semua
murid satu sekolah selalu membully Chan Yeoll karena dia murid kalangan bawah.
“ Eh, sepertinya aku sudah tidak
lapar lagi” alas an Sung Ri. Edison yang melihat itu hanya menaikan sebelah
alisnya sementara Chan Yeoll menundukan kepalanya.” N-ne aku ke So Jung-ah
dulu” lanjutnya lalu membungkukkan badannya.
“ Dasar yeoja” kata Edison sambil
menggelengkan kepala.
“ Wae?” Tanya Min Ri karena melihat
teman sebangkunya cemberut. Sung Ri langsung duduk diantara Se Young dan So
Jung dengan kedua tangan dilipat. Semua hanya menatap dengan bingung.
“ Aku lapar~” rengek Sung Ri.
“ So, whats you problem?” Tanya Se
Young.
“I just been protested Edison-ssi
about when to start the meeting. and Chan Yeoll-ssi appeared and asked me out
to eating” jawab Sung Ri.
“ Wow! Chan Yeoll-ssi?” Seru So Jung
tidak percaya.
“ Biar kutebak, pasti kau
menolaknya?” sahut Se Young.
“ Ne, jika aku menerimanya pasti dia
akan mengajakku makan makanan pinggir jalan” jawab Sung Ri. “ Mmm, bagaimana
kita makan dulu saja!, lagipula Hwang Joong-ah belum datang” lanjutnya.
Kemudian para yeoja beranjak dari
sofa masing-masing. Mereka semua tak lupa memakai mantel untuk menghalau udara
dingin yang masuk. Ketika Sung Ri akan membuka pintu ruangan, pintu tersebut
sudah terbuka duluan.
“ Yaa! Kalian mau kemana?” Tanya yeoja yang baru datang. Akhirnya
yeoja yang mereka tunggu datang juga. Sesuai kesepakatan dia memakai seragam
pink mencolok yang dinamakan seragam pengurus.
“Yaa!
Kau darimana saja pabbo?! Kita sudah menunggumu sampai mati kelaparan!” teriak
So Jung dengan jari telunjuk diarahkan ke hidung twins-nya.
“ Salahkan saja pada ummaku yang
mengambil paksa kunci mobil gara-gara aku tidak mau memanggil Joong Hyun dengan
tambahan oppa” jelas Hwang Joong.” Kebetulan sekali tadi aku mampir mini market
untuk membeli beberapa snack dan soda” lanjutnya sambil mengakat kedua tanganya
yang membawa dua tas plastic berukuran besar.
“ Kau memang penyelamat” kata Sung
Ri.
“ Aku memang penyelamat”
Karena orang yang dari tadi kini
sudah datang, jadi mereka semua dapat mengadakan rapat yang sudah membuang
waktu selama setengah jam.
“ Ne, annyeong haseo. Saya Edison
akan memulai rapat yang sudah mebuang waktu selama setengah jam” kata Edison
lalu kembali duduk.” Untuk yang pertama saya berterimakasih kepada kalian untuk
kerja kerasnya kecuali Hwang Joong-ssi”.
“ Lanjutkan” jawab Hwang Joong
santai yang masih mengunyah keripik kentang.
“ Ne, untuk So Jung-ssi dan Min
Ri-ssi kalian akan dipindahkan tugas” perintah Edison. So Jung dan Min Ri
berkonsentrasi.
“ Jadi untuk sementara waktu kalian
akan bersekolah di Seoul Art High School demi pertandian persahabatan ini”.
“ Mwo?!” teriak mereka berdua.
“ Apa maksudnya ini?” Tanya Min Ri
tak terima.
“ Artinya kalian berdua di keluarkan
dari sekolah” sahut Hwang Joong lalu disambut jitakan Se Hun yang berada di
sebelahnya.” Aku lebih tua darimu, jadi jaga sikap!” protes Hwang Joong.
“ Gamsahamnida Edison-ssi aku senang
sekali!” teriak So Jung. Yang lain hanya menampilkan wajah cengo termasuk
Edison sendiri.
“ Kenapa kau senang?” Tanya Sae Na penasaran.
“ Karena aku dalam misi mencari
cinta” jawab So Jung bangga.
Sontak semua tertawa terbahak-bahak.
Sampai-sampai Sung Ri yang menikmati macaron-nya tersedak. So Jung hanya
menampakan wajah polosnya yang makin membuat tawa semakin keras.
“ Its Funny!” teriak D.o yang tak
bisa menghentikan tawanya.
“ Oke-oke baiklah kita lupakan
masalah kisah percintaan So Jung-ssi” lerai Edison.
Akhirnya denga susah payah mereka
meredam tawa. Suasana kembali hening sampai Min Ri memecahkan keheningan.
“ A-aku tidak mau dipindahkan”
protesnya.
“ Wae?” Tanya Edison.
Min Ri tampak memikirkan suatu alasan
yang masuk akal. “ Karena aku menci salah satu murid disitu”.
“ Maksudmu namja bernama TaeHyung
itu?” tebak So Jung.
“ Jadi namanya Tae Hyung, bagaimana
kamu tahu?” Tanya Min Ri.
“ Yu Ri-ssi itu yeoja chingu dari
Tae Hyung-ssi, dia bahkan mentraktirku makan ice-cream” jelas So Jung.
“ Ekhm, bisakah kalian berhenti agar
rapat ini selesai” saran Edison.
“ Ne” ucap keduanya.
“ Untuk Sung Ri-ssi dan D,o kalian
berdua bekerja keras dengan baik saya akan memberikan hadiah berupa dibebaskan
tugas selama tiga hari sebelum kompetisi dimulai. Se Hun dan Sae Na-ssi apa
kalian bisa mencari perlengkapan pada minggu besok?”.
Sae Na dan Se Hun berpandangan. “ Ne/
Ani” ucap mereka bersamaan.
“ Kenapa kau tak bisa Se Hun?” Tanya
Edison.
“ Aku ada latihan dance” jawabnya.
“ Baiklah Sae Na-ssi akan pergi
bersama Se Young-ssi”.
TOK-TOK
Suara ketukan pintu membuat semua
yang ada di dalam ruangan menoleh. Pintu kayu tersebut membuka perlahan yang
menampakan sepasang tulang kaki dengan high heals merah maron setinggi 10cm.
Cha Ra seonsaengnim berdiri dengan gagahnya sambil mengibaskan rambut pirangnya
bak model.
“ Sampai mana perkembanganya?”
tanyanya sambil menuju ke tempat duduk kosong.” Kenapa ruang ini menjadi penuh
dengan bungkus makanan?!” teriaknya marah. Dengan serentak mereka semua
menunjuk Hwang Joong.
“ Mian Cha Ra seonsaengnim nanti
akan kubereskan semua” jawab Hwang Joong santai.
“ Cha Ra seonsaengnim sampai kapan
aku dan So Jung pidah sekolah?” Tanya Min Ri.
“ Mungkin sekitar satu minggu” jawab
Cha Ra seonsaengnim.
“ Ngomong-ngomong ada apa Cha Ra
seonsaengnim kemari?” Tanya Se Hun penasaran.
Cha Ra seonsaengnim malah memberikan
senyuman menakutkan. Tangannya mulai membuka tas bewarna senada dengan sepatu
dan lipstiknya. Dia mengeluarkan beberapa undangan dan meletakannya diatas
meja.
“ Apa itu?” Tanya So Jung
“ Ini adalah undangan pesta dari
Seoul Art High School untuk kalian!, Ketua OSIS disana bilang jika dia akan
mengadakan pesta ini demi kelancara acara dan menyambut So Jung dan Min Ri dalam bersekolah disana” terang Cha Ra
seonsaengnim.
“ Wah pestanya lusa!” teriak Sung
Ri.
“ Jadi seonsaengnim mohon untuk
kalian semua agar datang”.
“ Sung Ri-ssi nanti aku jemput,ya?”
tawar D.o yang disambut anggukan kepala Sung Ri.
“ Sae Na-ssi apa kau mau aku jemput
juga?” tawar Se Hun tak mau kalah. Sae Na tak menjawabnya dia masih sibuk
mensembunyikan semburat merah yang mulai menjalar.
“ Ghamsahamnida Cha Ra seonsaengnim”
ucap Edison.
“ Twins nanti kita berangkat
bersama,ya?” pinta So Jung.
“ Aku tak bisa ikut”
“ Wae?”
“ Ada beberapa alasan sih, pertama
aku benci pesta, kedua aku benci pesta dan
yang ketiga aku benci pesta”
“ Jika kau tak ikut maka nilaimu
akan ku turunkan semua” sahut Cha Ra seonsaengnim cepat.
“ Ne, aku ikut”
Alhamdulilah
selesai juga!, maafkan saya yang sudah telat banget update-nya… Terus tunggu
chap selanjutnya yang bakalan ada tokoh baru dan pertemuan Hwang Joong dengan
harabeoji-nya.
Chap11
Coming Soon~
Categories
Crazy Dreams Come True
Langganan:
Postingan (Atom)