Jumat, 26 Desember 2014

Crazy Dreams Come True chap11

Diposting oleh zahra natasya di 04.06 0 komentar
Perhatian:
Tolong tinggalkan komentar di blog ini
Cerita ini hasil imajinasi saya
mohon maaf jika ada kesalah kata
H
A
P
P
Y
N
E
W
Y
E
A
R
S
Sung Ri POV.
            Setelah rapat aku buru-buru pergi ke café sekolah. Walaupun tadi aku sudah menghabiskan satu plastik marshmellow tapi tetap saja tidak terpengaruh. Udara semakin dingin bahkan kelihatanya pemanas udara tidak mampu menghangatkan. Aku benci musim dingin.
KLING
            Bunyi lonceng terdengar saat aku membuka pintu café, seperti halnya sekolah disini gaya asitekturnya juga kuno. Kupilih tempat duduk didekat jendela, di setiap jendela terdapat beberapa tangkai bunga mawar yang disusun rapi. Aroma latte mulai menerobos indra penciuman.
            “ Permisi, kau ingin pesan apa?” Tanya pelayan yang tampaknya seumuranku.
            “ Kau pelayan baru?” Tanyaku balik dan diangguki pelayan tersebut. “ Aku pesan lasagna dan capuchino” lanjutku. Pelayan tersebut membungkukkan badan lalu pergi. Ku nyamankan posisi duduk sambil melihat kelangit-langit café.
            “ Boleh aku duduk disini?” Tanya seseorang. Aku turunkan sedikit kepalaku dan ternyata itu adalah Chan Yeoll-ssi dengan senyuman bodohnya. Kupersilahkan saja dia duduk didepanku lalu melanjutkan aktivitasku tadi.
            Tak berapa lama pesananku datang, setelah mengucapkan terimakasih aku mulai memakanya. Ku lirik Chan Yeoll-ssi di depanku, dia hanya memesan segelas air mineral. Dasar anak beasiswa, pikirku.
            “ Aku memang anak beasiswa” sahut Chan Yeoll tiba-tiba seakan dia mendengar apa yang kupikir.
            “ W-wae? Kau bisa mengetahui pikiranku?” tanyaku penasaran.
            “ Insting mungkin?” jawabnya santai.
            “ Jadi, kenapa kau kemari dan hanya memesan air mineral saja?”
            “ Sejujurnya tadi aku melihatmu disini sendirian jadi mungkin kau butuh teman” jelasnya sambil menggaruk tengkuk lehernya.
>< 
So Jung POV.
            Setelah rapat aku memutuskan untuk berkeliling sekolah. Hatiku sangat baik hari ini. Berterimakasihlah kepada Edison-ssi yang ingin memindahkan sekolahku agar dapat menuntaskan misi kisah cintaku. Sepanjang koridor aku terus bersiul dan jika ada murid yang lewat pasti aku sapa.
            Saat melewati café sekolah mataku melihat Sung Ri sedang makan bersama dengan Chan Yeoll-ssi. Tapi, sejak kapan mereka berdua akrab? Ini sebuah berita mengejutkan dan aku tak mau menyiakan momen ini, jadi aku buru-buru mengambil ponsel dari saku mantel lalu memotretnya. Kurasa beberapa lembar sudah cukup untuk aku sebar luaskan lewat SNS.
“Permettez-moi à comprendre” (baiklah aku mengerti) kata seseorang dari balik semak-semak. Kali ini aku berada di taman belakang sekolah. Perlahan-lahan aku mendekat supaya bisa mendengar percakapan tersebut.
Saat aku berhasil mengendap-endap di balik pohon yang cukup besar aku dapat melihat ada seorang siswa berseragam sama sepertiku dengan rambut cokelat acak-acakkan bersama dua orang pria bertubuh besar yang menggunakan jas. Sepertinya aku pernah melihat siswa tersebut. I-itu Hwang Joong-ah kenapa dia bersama dua orang tersebut.
“Je ne ai que cette information” (aku hanya memiliki informasi ini) kata Hwang Joong sambil menyerahkan beberapa lembar kertas. Sebenarnya mereka membicarakan apa? Ini bahasa apa? Aku tidak mengerti arti pembicaraan ini?.
“Merci HjKim je te le donnerai au patron, à plus” (terimakasih HJKim saya akan memberikan bos, sampai jumpa) jawab salah satu pria dewasa tersebut lalu meninggalkan Hwang Joong sendirian. Sekarang aku melihat Hwang Joong-ah yang mulai beranjak dari tempat tersebut.
Sebenarnya Hwang Joong-ah terlibat masalah apa dengan dua pria tersebut?. Adegan tersebut seperti film mafia yang beberapa hari yang lalu aku lihat disalah satu stasiun tv.
>< 
MinRi POV.
“ Edison-ssi kumohon gantikan aku” mohonku dari tadi. Edison-ssi hanya menggelengkan kepala sambil tetap membaca buku. Aku menghela nafas, sudah hamper lima belas menit aku memohon kepadanya supaya tidak di pindahkan sekolah.
“ Baimana Hwang Joong-ah yang menggantikan posisiku sehingga aku yang akan menggantikan posisinya. Lagi pula kau tidak menyukai keberadaan Hwang Joong-ah yang semena-mena” usulku.
“ Sepertinya itu ide bagus, tapi karena sifat Hwang Joong-ssi yang semena-mena itu aku tidak memperbolehkannya untuk menggantika posisi orang lain. Kalau Hwang Joong-ssi menggantikanmu apa tidak ada masalah yang akan datang? Malah kegiatan ini tidak dapat diselesaikan tepat waktu karena ulahnya tersebut” terang Edison-ssi lalu beranjak meninggalkanku di ruang OSIS sendirian.
“ Bagaimana jika Se Young-ah yang menggantikanku?” tanyaku sambil berlari menyusul Edison-ssi
>< 
Se Young POV.
            Lagu haru-haru milik Bigbang masih menemaniku untuk mengerjakan beberapa laporan di perpustakaan. Aku sangat suka di perpustakaan karena aku suka suasana tenang seperti ini. Sesekali aku menyanyikan beberapa lirik yang kuhafal. Tak ada yang bisa kulakukan pada saat ini. Semua temanku sibuk sendiri-sendiri.
SRET.
            Aku merasa bangkuku tergeser sehingga aku mengalihkan pandanganku ke depan. Ternyata itu So Jung-ah. Dia menoleh kekanan dan kekiri membuatku bingung. Setelah merasa aman dia baru memulai percakapan. Tak lupa ku matikan i-pod ku.
            “ Kau tahu tidak?” tanyanya aneh. Aku hanya menggelengkan kepala. “ Tadi sewaktu aku lewat café sekolah aku melihat Sung Ri-ah sedang makan bersama Chan Yeoll-ssi” lanjutnya.
            “ MWO?!” teriakku yang membuat seisi perpustakaan melihatku. Aku sangat malu sekali dan langsung meminta maaf.
            “ Jangan berisik!” perintah So Jung yang kuangguki.
            “ Mungkin kau salah lihat, mana mungkin Sung Ri-ah makan bersama Chan Yeoll-ssi?”
            “ Aku punya buktinya” jawab So Jung-ah sambil menyerahkan poselnya, disana benar ada Sung Ri-ah sedang makan bersama.” Jangan-jangan Sung Ri-ah menjalin hubungan dengan Chan Yeoll-ssi lagi?” duga So Jung.
            “ Mana mungkin Sung Ri-ah menjalin hubungan dengan Chan Yeoll-ssi? Bukannya dia menyukai Kyung Soo-ssi”.
            “ Benar juga, oh ya aku hamper lupa. Tadi ketika aku lewat taman belakang aku lihat Twinsku sedang mengobrol bahasa aneh dengan dua orang pria”.
            “ Siapa?”
            “ Entahlah pokonya diakhir percakapan mereka Twinsku memberikan beberapa lembar kertas yang kelihatannya penting, oh aku juga mendengar dia berbicara information pokoknya Hwang Joong-ah seperti seorang penyelundup di film-film mafia”.
            “ Ada-ada aja kau! Sudahlah aku mau melanjutkan laporan ini”.
>< 
Hwang Joong POV
            Baru saja aku menyerahkan beberapa informasi tentang seorang mafia yang menyamar menjadi ajussiku. Walaupun hanya sedikit tapi aku sudah berusaha. Anak buah harabeoji memberiku sebuah alat komikasi terbaru berupa gelang bewarna biru tua yang juga di lengkapi laser yang bisa membelah besi ataupun barang logam lainya.
            Mereka juga bilang bahwa harabeoji akan menemuiku dalam waktu dekat ini. Semoga saja harabeoji mau memindahkanku pranciss kali ini. Aku sudah bosan hidup di korea selatan dan mungkin aku akan bergabung dengan anggota FBI disana.
>< 
Sae Na POV.
            Sudah hampir setengah jam aku menghabiskan waktu dengan berdiam diri di kelas. Hari ini tidak ada pelajaran jadi banyak murid yang menghabiskan waktu di taman, café atau tempat-tempat disekolah ini. Aku sudah mencari teman-temanku dari tadi tapi nihil mereka tidak dapat kutemukan alhasil aku kembali kekelas.
            Tiba-tiba Se Young-ah dan So Jung-ah masuk kelas di belakangnya ada Min Ri-ah yang kelihatanya lesu.
            “ Kau kenapa Min Ri-ah?” tanyaku.
            “ Gwenchana” jawabnya.
            “ Bagaimana sekarang kita pergi ke mall, kan sekarang tidak ada pelajaran” usul So Jung tiba-tiba. Kulihat Se Young menganggukan kepalanya tanda setuju disusul dengan Min Ri.
            “ Ne, ayo kita pergi pakai mobilku!” tawar Se Young.
            “ Bagaimana dengan Sung Ri-ah dan Hwang Joong-ah?” tanyaku.
            “ Ne, aku telfon dulu mereka” sahut So Jung.
>< 
Normal POV.
            Akhirnya mereka berenam berkumpul di parkiran. Kali ini mobil Se Young yang menjadi sasaran. Sepanjang perjalanan mereka terus saja mengobrol tentang gaun apa yang akan dipakai pada pesta kecuali Hwang Joong. Dia dari tadi memperhatikan gelang yang melingkar di tangan kanannya.
            “ Kau membeli gelang?” Tanya Min Ri.
            “ Oh ini? Tidak aku tidak membelinya” jawab Hwang Joong.
            “ Twins, sebenarnya kau itu bisa berbahasa apasih?” kali ini So Jung bertanya.
            “ Hn, aku hanya bisa bahasa korea dan inggris memang kenapa?” giliran Hwang Joong membalikan pertanyaan. So Jung hanya menggelengkan kepala dan mengalihkan pandangan ke Sung Ri.
            “ Sung Ri-ah aku tadi melihatmu makan bersama Chan Yeoll-ssi” sontak semua penghuni mobil kaget terkecuali Se Young dan Hwang Joong.
            “ Ne, aku memang makan bersamanya, tapi jangan salah paham dulu. Dia hanya menemaniku makan” sanggah Sung Ri.
            Akhirnya mereka berenam sampai disalah satu mall. Mall ini milik keluarga Se Young. Jelasnya keluarga Se Young memiliki beberapa mall di Korea Selatan maupun New York. Keluarga So Jung memiliki tempat penginapan di Busan. Keluarga Sung Ri memiliki perusahan pembuat mobil. Keluarga Min Ri memiliki restoran bintang atas. Sedangkan keluarga  Hwang Joong memiliki beberapa perusahaan di Pranciss dan Korea Selatan.
            “ Waah gaun ini lucu!” teriak Se Young di salah satu otlet. Gaun bewarna merah maron tanpa lengan dan diatas lutut tersebut juga dihiasi pita bewarana hitam dibagian bawah gaun tersebut.
            “ K-kau akan mengambil gaun yang kelihatan seperti lingergie tersebut?!” Tanya Hwang Joong denga wajah sock.
            “ Kurasa ini bagus” bela Se Young sambil menuju kasir.
            “ Aku pilih yang ini saja” kata Sae Na yang sudah keluar dari tempat ganti dengan gaun balon selutut. Gaun tersebut bewarana lavender dan terdapat springkel di gaun tersebut membuatnya agak bercahaya. Di bagian bahu terdapat beberapa kupu-kupu kecil bewarna putih.
            Kemudian di susul dengan gaun Sung Ri bewarna putih. Gaun tersebut panjang sampai membentuk buntut, gaun tersebut putih polos dengan renda di bagian bawah gaun. Min Ri memakai gaun bewarna hijau dengan model tahun 90 lengkap dengan chartwell hat bewarna hitam. So Jung mengenakan gaun bewarna pink panjang di pinggangnya terdapat pita bewarna senada.
            Hanya Hwang Joong saja yang belum memilih gaun yang akan di pakai. Dia dari tadi masih sibuk memainkan gelangnya. “ Kau belum memilih?” Tanya Se Young sehabis membayar di kasir.
            “ Aku sudah punya di rumah, tenang saja” jawab Hwang Joong. “ Hmm, apa kau akan yakin memakai gaunmu itu?” lanjutnya.
            “ Ne”
            “ Haha, aku peringatkannya gaunmu itu bisa membuat para lelaki bernafsu tahu gak!?”
CTAK
            Se Young berhasil menjitak kepala temannya tersebut. “ Apa kau bilang! Awas kau ya!” teriaknya marah.
            “ Ne ne ne aku sudah memperingatkanmu, so be careful
Selesai juga nih chap. Aku buat selama sehari karena untuk kedepannya aku tak dapat melanjutkannya karena liburan. Saya selaku pemilik Blog ingin mengucapakan terimakasih sebesar-besarnya untuk para pembaca.
HAPPY New Years^^
Welcome to 2015
Chap12 comming soon

Sabtu, 20 Desember 2014

Crazy Dreams Come True chap10

Diposting oleh zahra natasya di 04.45 0 komentar
Perhatian:
Cerita ini hanyalah fiksi belaka
Maafkan saya yang lama update
Maaf jika ada kesalahan kata
COMENT setelah membaca
>
<
>
            Udara semakin dingin, padahal sekarang baru awal musim dingin tapi udara sangat mempengaruhi kehidupan di Korea. Rintik-rintik salju mulai tampak di beberapa tempat. Sung Ri menghela nafas untuk yang kesekian kalinya. Kepalanya di senderkan pada kaca jendela yang berembun. Dia sangat bosan di sini, pasalnya sudah setengah jam dia terjebak di dalam ruangan penuh dengan tumpukan berkas, sebuah meja panjang, computer dan kawan-kawan. Akhirnya dia beranjak dari tempat duduk lalu berjalan ke salah satu sisi meja panjang.
            “ Edison-ssi kapan kita mulai rapatnya?, aku sudah lapar dan bosan” keluh Sung Ri. Sementara namja di depannya hanya menatap kasihan. Dia membersekan beberapa lembar kertas yang berserakan di depannya.
            “ Seharusnya, kita mulai sudah setengah jam yang lalu, tapi Hwang Joong-ssi belum datang” jawabnya diakhiri helaan nafas panjang.
            “ Hajiman, aku sangat lapar” protes Sung Ri.
            “ Mari kita makan bersama!” ajak Chan Yeol tiba-tiba muncul di belakang Sung Ri.
            Namja super tinggi ini adalah salah satu anggota OSIS. Kabarnya dia masuk sekolah ini berkat beasiswa karena otak jeniusnya. Dia selalu tersenyum dimana dan kapan saja, namun sayangnya semua murid satu sekolah selalu membully Chan Yeoll karena dia murid kalangan bawah.
            “ Eh, sepertinya aku sudah tidak lapar lagi” alas an Sung Ri. Edison yang melihat itu hanya menaikan sebelah alisnya sementara Chan Yeoll menundukan kepalanya.” N-ne aku ke So Jung-ah dulu” lanjutnya lalu membungkukkan badannya.
            “ Dasar yeoja” kata Edison sambil menggelengkan kepala.
            “ Wae?” Tanya Min Ri karena melihat teman sebangkunya cemberut. Sung Ri langsung duduk diantara Se Young dan So Jung dengan kedua tangan dilipat. Semua hanya menatap dengan bingung.
            “ Aku lapar~” rengek Sung Ri.
            “ So, whats you problem?” Tanya Se Young.
            “I just been protested Edison-ssi about when to start the meeting. and Chan Yeoll-ssi appeared and asked me out to eating” jawab Sung Ri.
            “ Wow! Chan Yeoll-ssi?” Seru So Jung tidak percaya.
            “ Biar kutebak, pasti kau menolaknya?” sahut  Se Young.
            “ Ne, jika aku menerimanya pasti dia akan mengajakku makan makanan pinggir jalan” jawab Sung Ri. “ Mmm, bagaimana kita makan dulu saja!, lagipula Hwang Joong-ah belum datang” lanjutnya.
            Kemudian para yeoja beranjak dari sofa masing-masing. Mereka semua tak lupa memakai mantel untuk menghalau udara dingin yang masuk. Ketika Sung Ri akan membuka pintu ruangan, pintu tersebut sudah terbuka duluan.
            “ Yaa! Kalian mau kemana?” Tanya yeoja yang baru datang. Akhirnya yeoja yang mereka tunggu datang juga. Sesuai kesepakatan dia memakai seragam pink mencolok yang dinamakan seragam pengurus.
            “Yaa! Kau darimana saja pabbo?! Kita sudah menunggumu sampai mati kelaparan!” teriak So Jung dengan jari telunjuk diarahkan ke hidung twins-nya.
            “ Salahkan saja pada ummaku yang mengambil paksa kunci mobil gara-gara aku tidak mau memanggil Joong Hyun dengan tambahan oppa” jelas Hwang Joong.” Kebetulan sekali tadi aku mampir mini market untuk membeli beberapa snack dan soda” lanjutnya sambil mengakat kedua tanganya yang membawa dua tas plastic berukuran besar.
            “ Kau memang penyelamat” kata Sung Ri.
            “ Aku memang penyelamat”
            Karena orang yang dari tadi kini sudah datang, jadi mereka semua dapat mengadakan rapat yang sudah membuang waktu selama setengah jam.
            “ Ne, annyeong haseo. Saya Edison akan memulai rapat yang sudah mebuang waktu selama setengah jam” kata Edison lalu kembali duduk.” Untuk yang pertama saya berterimakasih kepada kalian untuk kerja kerasnya kecuali Hwang Joong-ssi”.
            “ Lanjutkan” jawab Hwang Joong santai yang masih mengunyah keripik kentang.
            “ Ne, untuk So Jung-ssi dan Min Ri-ssi kalian akan dipindahkan tugas” perintah Edison. So Jung dan Min Ri berkonsentrasi.
            “ Jadi untuk sementara waktu kalian akan bersekolah di Seoul Art High School demi pertandian persahabatan ini”.
            “ Mwo?!” teriak mereka berdua.
            “ Apa maksudnya ini?” Tanya Min Ri tak terima.
            “ Artinya kalian berdua di keluarkan dari sekolah” sahut Hwang Joong lalu disambut jitakan Se Hun yang berada di sebelahnya.” Aku lebih tua darimu, jadi jaga sikap!” protes Hwang Joong.
            “ Gamsahamnida Edison-ssi aku senang sekali!” teriak So Jung. Yang lain hanya menampilkan wajah cengo termasuk Edison sendiri.
            “ Kenapa kau senang?” Tanya Sae Na penasaran.
            “ Karena aku dalam misi mencari cinta” jawab So Jung bangga.
            Sontak semua tertawa terbahak-bahak. Sampai-sampai Sung Ri yang menikmati macaron-nya tersedak. So Jung hanya menampakan wajah polosnya yang makin membuat tawa semakin keras.
            “ Its Funny!” teriak D.o yang tak bisa menghentikan tawanya.
            “ Oke-oke baiklah kita lupakan masalah kisah percintaan So Jung-ssi” lerai Edison.
            Akhirnya denga susah payah mereka meredam tawa. Suasana kembali hening sampai Min Ri memecahkan keheningan.
            “ A-aku tidak mau dipindahkan” protesnya.
            “ Wae?” Tanya Edison.
            Min Ri tampak memikirkan suatu alasan yang masuk akal. “ Karena aku menci salah satu murid disitu”.
            “ Maksudmu namja bernama TaeHyung itu?” tebak So Jung.
            “ Jadi namanya Tae Hyung, bagaimana kamu tahu?” Tanya Min Ri.
            “ Yu Ri-ssi itu yeoja chingu dari Tae Hyung-ssi, dia bahkan mentraktirku makan ice-cream” jelas So Jung.
            “ Ekhm, bisakah kalian berhenti agar rapat ini selesai” saran Edison.
            “ Ne” ucap keduanya.
            “ Untuk Sung Ri-ssi dan D,o kalian berdua bekerja keras dengan baik saya akan memberikan hadiah berupa dibebaskan tugas selama tiga hari sebelum kompetisi dimulai. Se Hun dan Sae Na-ssi apa kalian bisa mencari perlengkapan pada minggu besok?”.
            Sae Na dan Se Hun berpandangan. “ Ne/ Ani” ucap mereka bersamaan.
            “ Kenapa kau tak bisa Se Hun?” Tanya Edison.
            “ Aku ada latihan dance” jawabnya.
            “ Baiklah Sae Na-ssi akan pergi bersama Se Young-ssi”.
TOK-TOK
            Suara ketukan pintu membuat semua yang ada di dalam ruangan menoleh. Pintu kayu tersebut membuka perlahan yang menampakan sepasang tulang kaki dengan high heals merah maron setinggi 10cm. Cha Ra seonsaengnim berdiri dengan gagahnya sambil mengibaskan rambut pirangnya bak model.
            “ Sampai mana perkembanganya?” tanyanya sambil menuju ke tempat duduk kosong.” Kenapa ruang ini menjadi penuh dengan bungkus makanan?!” teriaknya marah. Dengan serentak mereka semua menunjuk Hwang Joong.
            “ Mian Cha Ra seonsaengnim nanti akan kubereskan semua” jawab Hwang Joong santai.
            “ Cha Ra seonsaengnim sampai kapan aku dan So Jung pidah sekolah?” Tanya Min Ri.
            “ Mungkin sekitar satu minggu” jawab Cha Ra seonsaengnim.
            “ Ngomong-ngomong ada apa Cha Ra seonsaengnim kemari?” Tanya Se Hun penasaran.
            Cha Ra seonsaengnim malah memberikan senyuman menakutkan. Tangannya mulai membuka tas bewarna senada dengan sepatu dan lipstiknya. Dia mengeluarkan beberapa undangan dan meletakannya diatas meja.
            “ Apa itu?” Tanya So Jung
            “ Ini adalah undangan pesta dari Seoul Art High School untuk kalian!, Ketua OSIS disana bilang jika dia akan mengadakan pesta ini demi kelancara acara dan menyambut So Jung dan Min Ri  dalam bersekolah disana” terang Cha Ra seonsaengnim.
            “ Wah pestanya lusa!” teriak Sung Ri.
            “ Jadi seonsaengnim mohon untuk kalian semua agar datang”.
            “ Sung Ri-ssi nanti aku jemput,ya?” tawar D.o yang disambut anggukan kepala Sung Ri.
            “ Sae Na-ssi apa kau mau aku jemput juga?” tawar Se Hun tak mau kalah. Sae Na tak menjawabnya dia masih sibuk mensembunyikan semburat merah yang mulai menjalar.
            “ Ghamsahamnida Cha Ra seonsaengnim” ucap Edison.
            “ Twins nanti kita berangkat bersama,ya?” pinta So Jung.
            “ Aku tak bisa ikut”
            “ Wae?”
            “ Ada beberapa alasan sih, pertama aku benci pesta, kedua aku benci pesta dan  yang ketiga aku benci pesta”
            “ Jika kau tak ikut maka nilaimu akan ku turunkan semua” sahut Cha Ra seonsaengnim cepat.
            “ Ne, aku ikut”
Alhamdulilah selesai juga!, maafkan saya yang sudah telat banget update-nya… Terus tunggu chap selanjutnya yang bakalan ada tokoh baru dan pertemuan Hwang Joong dengan harabeoji-nya.
Chap11 Coming Soon~

Kamis, 04 Desember 2014

Untuk para pengunjung

Diposting oleh zahra natasya di 04.37 0 komentar

Untuk satu minggu kedepan blog ini akan di non  active kan dikarenakan saya akan menghadapi ujian akhir semester

Senin, 01 Desember 2014

Luhan - Our Tomorrow ( live )

Diposting oleh zahra natasya di 06.40 0 komentar

Sabtu, 29 November 2014

Crazy Dreams Come True Chap9 (B)

Diposting oleh zahra natasya di 23.51 0 komentar
Perhatian:
Dilarang copas cerita ini
Maafkan saya yang updatenya lama banget.
Maaf jika ini cerita tidak memuaskan para pembaca.
Maaf jika ada kesalahan kata
Berikan COMENT setelah membaca
Gomawo/xie-xie/arigatou/terimakasih
Se Young POV.
            Setelah mendapat panggilan dari Sae Na, kutinggalkan sarapanku begitu saja lalu berlari menuju halte depan sekolah. Jantungku semakin berdetak kencang, keringat dingin mulai mengiahsi wajah cemasku. Akhirnya ada bus yang lewat juga, aku buru-buru memasukinya. Sialnya didalam bus tersebut sangatlah penuh sampai-sampai aku harus berdiri didekat kursi pengemudi.
            Bus yang kunaiki berhennti didepan rumah sakit umum sekitar. Kurongoh saku rok-ku untuk mengambil beberapa uang dan memasukannya di sebuah box berukuran sedang didekat pintu keluar. Lankah kakiku semakin cepat menuju ruang UGD, dan parahnya lagi detak jantung semakin berdegup kecang serta keringat yang mengucur terlalu banyak seperti orang yang baru mengikuti lomba lari marathon.
            Salah satu lorong terdapat beberapa orang yang kukenali. Diantaranya Sae Na yang masih menangis disebelahnya ada Se Hun yang masih berusaha menenangkanya, So Jung, Sung Ri dan Hee Byul terisak pelan, dan sisanya yaitu Edison, Kyung Soo, dan Hwang Joong diam di dekat pintu operasi.
            Melihat kedatanganku Sae Na tiba-tiba memelukku sangat erat dan parahnya lagi tangisannya tambah keras. Pelukkannya tambah lama makin erat membuatku sesak nafas. “ M-mian Se Young-ah a-aku tidak dapat menyelematkan nyawa Baek So-ssi” katanya membuat air mataku mengalir membentuk anak sungai.
            Ku lepaskan pelukkannya dengan paksa lalu berlari menuju pintu operasi. Aku sudah tak tahan lagi, sakit ini makin menjalar keseluruh tubuh. Hwang Joong menahanku, aku berusaha melepaskanya namun cengkramanya malah membuat tanganku memerah dengan cepat.
            “ Pabbo, jika kau ingin bertemu denganya jangan sekarang, didalam sana masih ada umma Baek So-ssi dan beberapa perawat” kata Hwang Joong santai. Aku menatapnya dengan kesal.
            “ Seharusnya aku yang bilang pabbo. Kau! Kau tidak punya perasaan sama sekali. Bagaimana bisa tuhan menciptakan manusia sepertimu?. Apa kau tak punya otak hah?” caciku yang benar-benar marah terhadap orang dihadapanku ini.
BUK.
            Hwang Jong meninju pipi kananku hingga aku terpental. Sae Na, So Jung, Hee Byul, dan Sung Ri menolongku sedangkan yang lain menggeret Hwang Joong keluar. Sae Na menuntunku ke tempat duduk lalu memberiku sebotol minuman dingin.
>< 
            Pintu ruang operasi terbuka dan menampilkan para perawat keluar sambil mendorong kereta tempat tidur yang diatasnya terbaring lemah dengan wajah pucat. Umma Baek So tampak di bopong seorang perawat karena pingsan.
            Se Young berjalan mendekat dan melihat kondisi fisik yang sudah tidak dapat dikenalinya. Senyumannya, kacamata hitam, tawanya semua sirna sudah. Se Young menangis dengan keras sehingga dia harus di geret paksa oleh teman-temannya untuk menjauh dari jasad Baek So.
>< 
            Hitam. Hari ini adalah hari terakhir bagi semua orang bertemu dengan Baek So walaupun sebenarnya Baek So tidak dapat merasakan orang-orang disekitarnya. Teman-teman, keluarga, bahkan sahabat dari kecilnyapun ikut datang di hari pemakaman.
            Se Young memakai dress hitam selutut dan terdapat pita kecil bewarna putih di bagian bawah dress tersebut. Wajahnya masih dihiasi airmata yang daritadi mengalir terus menerus. Tangannya terdapat sebuah surat kecil yang sudah lusuh, surat pertama yang diberikan Baek So kepada Se Young saat mereka masih duduk dibangku taman kanak-kanak.
            Perlahan-lahan para tamu mulai meninggalkan pemakaman, dan hanya tersisa Se Young seorang. “ Baek So-ah wae? Wae? Kau pergi meninggalkanku secepat ini?” Tanya Se Young sambil mengelus-elus batu nisan yang tercantum nama sahabat semasa kecilnya.
            Hanya semilir angin yang menyahut perkataan Se Young. Udara musim dingin menusuk pori-pori kulitnya. Beberapa helar rambutnya juga ikut melayang tersapu angin. Untuk yang keberapa kalinya air mata itu terus meluncur dari matanya.
TUK TUK
            “ Kupikir kau sudah pulang?” Tanya seseorang di belakang Se Young. Tanpa menoleh kebelakangpun Se Young sudah tau jika itu suara salah satu teman sekelasnya.
            “ Mau apa kau kemari?” Tanya balik Se Young.
            Orang yang berada di belakang Se Young berjalan kesisi lain makam Baek So. Dia mengenakan setelan hitam-hitam seperti Se Young. Dia mengulurkan tangan kanannya yang mengenggam selembar kertas lusuh. Se Young manatap dengan bingung.
            “ Aku menemukannya di kolong meja Baek So-ssi ketika sehari sebelum dia tiada”.
Flashback on
Hwang Joong POV.
            Hari ini aku mendapat hukuman lagi, karena membolos sewaktu jam pelajaran matematika. Park Seonsaengnim menyuruhku mengerjakan lima puluh soal matematika di kelas sebelah. Selama aku mengerjakan seonsaengnim sialan ini malah asik membaca buku ‘ tips-tips mempunyai keturunan sempurna’.
Soal no.1-20 masih gampang
No21-37 lumayan
No38-40 mulai sulit
No41-45 ini soal gimana cara hitungnya?
No46-50 Michigo! Aku menyerah.
            Kurang lima nomor lagi aku bisa pulang, sial kertas hituanganku sudah tidak ada ruang lagi. Ku rogoh kolong meja yang ku tempati dan menemukan selembar kertas lusuh, kupikir itu contekan namun dugaanku salah.
            Beberapa kalimat tidak jelas karena tinta bulpoin itu luntur terkena air. Ku rogoh lagi kolong mejanya dan menemukan kartu pelajar siswa. Saat kubaca ternyata itu Baek So-ssi, jadi kuputuskan untuk menyimpanya.
Flashback end
            Se Young menerima selembar kertas tersebut dengan bergetar. Perlahan tapi pasti dia membuka selembar kertas tersebut dengan hati-hati kemudian membacanya dengan teliti.
Masih lamakah aku hidup seperti ini?. Appa umma apa kalian tidak menyayangiku?. Aku benci kalian. Aku hari ini tidak mau pulang, aku lebih memilih tinggal di bar daripada dirumah. Khamsahamnida.
Se young mian….
            Hanya sampai disitu kata-kata yang dapat dibaca, selanjutnya tidak dapat dibaca dikarenakan telah terhapus oleh air sehingga tinta-tintanya luntur. Tampaknya Baek So menangis setelang menulis.
            Hwang joong menundukkan kepala untuk melihat Se Young yang masih sibuk dengan tangisanya. Pandanganya beralih kearah makam Baek So dengan bunga-bunga yang disenderkan di batu nisanya.
            Dia melepaskan jaketnya dan melemparkanyanya ke Se Young. “ Bodoh, diudara yang sedingin ini kau hanya memakai dress tanpa lengan”. Se Young tidak menanggapi perkataan Hwang Joong.
            “ Cepat pakai lalu pulang sana!” perintah Hwang Joong lalu berlalu pergi. “ Jangan lupa kau cuci” lanjutnya kemudian menghilang dari pemakaman.
>< 
Tiga hari kemudian…
            “ Pilihanku memang tepat!” teriak Sae Na bangga. Pasalnya seragam pink pilhanynya memang pantas dipakai oleh teman-temannya. Sung Ri dari tadi sibuk menyisir rambutnya hanya tersenyum simpul.
            Kali ini para pengurus lomba sedang berkumpul di ruang OSIS. Jarum pendek masih menunjukan angka lima yang pastinya sekolah masih sangat amat sepi. Tampak hanya ruang OSIS saja yang ramai.
            Edison sedang memeriksa berkas-berkas, Se Hun bermain tab, Kyung Soo membaca buku tebal entah apa isisnya, sedangkan para perempuan masih sibuk berdandan. Mereka semua sedang menunggu Hwang Joong yang dari tadi belum menampkan batang hidungnya, kata Hee Byul sepupunya tersebut ada urusan mendadak sejak dini hari.
            Sae Na sibuk menghubungi Hwang Joong, dan akhirnya dijawab juga setelah sekian lama dia mencoba menghubunginya.
“ Yoboseyo?”
“Yoboseyo”
“ Kau dimana? Cepat kesekolah!”
“ Aku baru sampai rumah dan ingin tidur”
“ Tidak ada penolakaan sekarang juga atau Edison akan memberitaumu ke Cha Ra Seonsaengnim”
“ Ne, aku segera kesana”
            Setelah sambungan terputus mereka semua sarapan bersama.
            “ Hwang Joong masih belum bisa dihubungi?” Tanya Edison di sela-sela makan roti isi selai cokelat kesukaanya.
            “ Dia bilang sebentar lagi dia akan datang” jawab Sae Na disusul dengan ketukkan pintu. Semua orang langsung menolehkan kepala mereka. Disana tampak seseorang yang sadari dari tadi yang dinggu mereka berdiri dengan keadaan kacau.
            Rambutnya acak-acakan, Kantung mata hitam legam, wajah pucat pasi, tubuhnya yang kurus memakai piyama hitam serta kakinya yang tidak beralaskan apapun. So Jung langsung berteriak histeris ala film horror pada waktu hantunya muncul.
            “ Darimana saja kau?” Tanya Edison dengan nada mengitimidasi. Hwang Joong dengan tidak sopannya menguap lebar dan menatap teman-temannya bergantian.
            “ Bukan urusanmu” jawabnya.
            “ Twins, kau tidak mengganti pakaianmu?” kali ini So Jung angkat suara.
            “ Sudah kubilang aku ingin tidur saat ini juga, lagian seragam pink menjijikan itu sudah aku buang” jawab Hwang Joong kalem yang masih setia bersender di samping pintu masuk.
            “ Apa kau bilang? Kau membuang seragam itu? CEPAT SEKARANG KAU CARI SERAGAM ITU LALU MEMAKAINYA SEKARANG JUGA!, JIKA TIDAK KAU AKAN KULAPORKAN CHA-RA SEONSAENGNIM” teriak Sae Na marah kemudian mendorong tubuh Hwang Joong sehingga terjungkal kebelakang.
            Semua yang berda disitu hanya cengo. Hwang Joong berdiri dang hendak meninju pipi kanan Sae Na namu usahanya gagal karena lengannya kini di cengkram erat oleh Se Hun.
            “Cih..” guman Hwang Joong sambil melepakasn cengkraman tersebut lalu pergi meninggalkan tempat kejadian.
            Se Hun mengelus rambut lurus Sae Na dengan pelan lalu memeluk tubuh mungilnya.
            “ Uljima, Hwang joong-ssi pasti akan memakai seragam pilihanmu” katanya seraya menghapus jejak-jejak air mata Sae Na. Muka Sae Na tampak bersemu yang membuatnya makin imut. Karena tidak tahan lagi, Se Hun mencubit kedua pipi yeoja dihadapannya dengan gemas.
            “ Auw” rintih Sae Na.
“ Mian, habis kau lucu kalau sedang malu”  kata Se Hun yang makin membuat wajah Sae Na semerah tomat.

Selesai Chap 9B. Maafkan saya karena updatenya sangat amat lama soalnya kondisi yang sangat sibuk. Terimakasih sudah mau nunggu chap selanjutnya. Bye

Chap 10 Coming Soon~

Sabtu, 15 November 2014

Im With You

Diposting oleh zahra natasya di 04.04 0 komentar
S
H
I
N
e
e


Aku banyak belajar darimu. Kepercayaan, kesetiaan, dan arti penting dari cinta. Ingatkan aku pada pertemuan pertama kita. Tepat tanggal 14 Frebuari 2008 di salah satu hutan lebat. Saat itu aku benar-benar sudah gila, kabur dari rumah berjalan kearah hutan dengan aliran air mata yang setia menemaniku.


Udara semakin dingin, matahari telah hilang ditelan pepohonan tinggi nan rindah. Saking dinginnya udara jaket pemberianmu sewaktu kita bertetangga dulu tidak mampu menahan udara. Perutku sudah meronta-ronta minta diisi, namun malangnya nasibku roti terakhirku sudah kumakan tadi siang.


Samar-samar aku mendengar suara langkahan sepatu mendekat kearahku yang masih kekeuh duduk diatas tanah basah dengan wajah pucat pasi. Benar dugaanku kau datang menghampiriku, mengguncang tubuhku, menanyakan keadaanku walau aku tak dapat mendengarnya karena hujan begitu lebat. Kau membawaku pada dekapan hangatmu, wangimu langsung menerobos indera penciumanku sehingga membuatnya merasa hangat.


" Kumohon bertahanlah" bisikan itu yang aku ingat terakhir kali sebelum tak sadarkan diri.


Cahaya putih menyapa penglihatanku. Aku mengerjapkan kedua mataku agar dapat menyesuaikan cahaya sekitar. Tenggorokanku kering, serta bibirku pecah-pecah, kepalaku pusing seperti baru saja tertimpa benda berat. Ku coba mengingat kejadian kemarin malam walaupun beberapa hal terlewatkan.


Dengkuran halus membuatku tersadar dari lamunan. Kulirik seseorang disebelahku. Seorang laki-laki mantan kekasihku, tangannya masih memelukku dan mukanya pucat pasi. Kupindahkan lengannya pelan-pelan dan berjalan mencari sumber air.Langkah kecilku berhenti tepat disalah satu danau sekitar. Ku tampung air sejuk itu di kedua tanganku untuk membersihkan muka. Air disini sangatlah jernih sampai-sampai aku dapat melihat wajah berantakanku.


" Kenapa kau lakukan ini? Kenapa kau datang disaat aku membencimu? kenapa? kenapa?" lirihku sambil melemparkan beberapa kerikil kearah danau. Saat ini aku sedang duduk dipinggiran sungai yang damai.


" Jadi karena waktu itu kau membenciku" kata seseorang yang aku hafal suaranya tanpa menoleh kebelakang.


Kau duduk disebelahku sambil tersenyum menghadap langit biru. " Aku minta maaf, aku dapat merasakan apa yang kamu rasakan" lanjutmu. Tanpa sadar air mataku menetes. Kau mencoba menghapusnya layaknya seorang kekasih tapi aku malah menepis tanganmu.


" Baby, jangan menangis, aku disampingmu, bisakah kau mendengar suaraku?, kau tidak sedang sendiri".


Aku hanya diam dan berusaha mengusap air mataku sendiri. Kau telah menghianatiku, selama ini aku telah sepenuhnya percaya kepadamu, memberikanmu kesempatan untuk memperbaiki kesalahanmu tapi kini. Tepatnya kemarin aku melihatmu sedang berkencan mesra dengan salah satu perempuan bertubuh sexy di mall. Kau benar-benar brengsek.

" Kenapa kau ada disini? aku tak mau berhubungan lagi denganmu, lagi pula kita sudah tak ada hubungan lagi" kataku berusaha tegar.


" Baby, jadi kamu berusaha untuk menghapus air matamu? maafkan aku, tapi tolong dengarkan aku, kau tidak sedang sendiri. Kau salah paham perempuan yang waktu itu adalah kakakku. Apa kamu lupa?".


Aku mengerjapkan mata bingung. Betapa bodohnya diriku yang telah cemburu dengan kakak kekasihmu dan langsung memintanya putus.


" Maksudmu i-itu Hime onee-san?" kataku ragu. Terakhir kali aku bertemu dengannya sebelum kau sekeluarga pindah.


Kau hanya mengangguk.


"S-sumimasen, aku telah salah paham terhadapmu".


" Tidak apa, eum kebetulan disini aku akan mengajakkmu kesuatu tempat tapi kau harus tutup matamu biar aku yang membimbingmu"


Aku hanya mengguk patuh.


" Kazawa-kun apa masih lama?".


" Tunggu baby, sebentar lagi kita sampai"


Setelah percakan singkat itu kami berdua terdiam menikamti kicauan burung.

" Kita sudah sampai!"

Kubuka kain yang menutupi mataku secara paksa. Dan betapa terkejutnya aku sebuah ladang bunga membentang bebas dihadapanku. Kau menghampiriku dan menggengam tangan kananku.

" Ketika pagi tiba langit mulai terang, kamu akan melihat jalan yang benar, kamu bisa kembali melangkah, tapi ingat ada aku yang selalu setia di sampingmu, kau tidak sendirian masih ada aku yang selalu menemanimu, aku tak akan menghianatimu selamanya"

" You're not alone because Im With You"

soundtrack SHINee ( Im With You )
[Onew] Mayoikon da mori no naka de
Kimi wa michi wo nakushita maigo
[Onew] Tsuki noshizuku hoshi no katachi mo
Mie naimama kimi wa nai teruno
[Key] Oh Can you hear me?
Baby can you see?
Oh please my girl
[Taemin] Oh I ‘ m with you
[Jonghyun] Baby don ‘ t cry sobaniiruyo
Boku no koe yo todoi te Baby my love love love
So you can try namida wo nugui te
Kimi wa mou hitorijanai
You’re not alone alone alone
[Minho] Onaji basho de kurikaeshi teru
Dokokara kita no ? [All] Dokoni ike baii ?
[Taemin] Sonnatoki wa [All] Mimi wo suma shite
Kokoro no koe wo kii temiyouyo
[Key] Baby ready,
Now close your eyes and believe in yourself
Listen to your heart I’m with you
[Taemin] ‘ Cause I love you so
[Onew] Baby don ‘ t cry sobaniiruyo
Boku no koe yo todoi te Baby my love love love
So you can try namida wo nugui te
Kimi wa mou hitorijanai
You’re not alone alone alone
[Minho] Yagate higashi no sora ([All] Feel me feel me feel me wow)
Hikari ga michi wo sasu ([All] Feel me feel me feel me wow)
[Key] Aruki dase ruyo ([All] Love you love you anytime)
Shine on you ([All] Shine on you)
Shine on you ([All] Shine on you)
[Taemin] Mayoikon da mori no naka de
Boku no omoi ga kiko etara
[All] Baby don ‘ t cry sobaniiruyo ([Jonghyun] Sobaniiruyo)
Boku no koe yo todoi te Baby my love love love
So you can try namida wo nugui te
Kimi wa mou hitorijanai
You’re not alone alone alone
[All] Baby don ‘ t cry sobaniiruyo
Boku no koe yo todoi te Baby my love love love
So you can try namida wo nugui te
[Onew] Kimi wa mou hitorijanai I ‘ m with you


 

Zara's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei