Sabtu, 20 September 2014

Crazy Dreams Come True chap6

Diposting oleh zahra natasya di 23.24 1 komentar
Perhatian:
saya mohon maaf jika ada kesalahan kata pada chap ini
Maaf baru updte sekarang
Happy Reading guys!
>
<
>
<
>
            Se Young dan kawan-kawan sedang menikmati makan siangnya. Kali ini mereka kedatangan satu anggota baru yaitu sepupu dari Hwang Joong. Baru beberapa menit saja mereka semua langsung akrab satu sama lain.
            “ Twins, apa kau beneran kenal dengan Ji Min?” tanya So Jung yang tiba-tiba mencondongkan badanya agar dapat melihat wajah Hwang Joong yang tengah tertutup sebagian poninya. Hwang Joong sendiri yang merasa di perhatikan oleh salah satu temanya mendongakkan kepalanya dan mendapati So Jung menatapnya sangat dekat. Kepalanya dia mundurkan sedikit. “ Mwo?”.
            “ Twins kan kamu tadi bilang jika pernah kenal dengan namja bernama Ji Min? tolong kenalkan aku padanya!?” pinta So Jung.
            “ Hn, entahlah aku juga kurang yakin? Tapi seingatku, aku pernah merusak gitar milik namja bernama Ji Min tersebut” jawab Hwang Joong kurang yakin dan kembali melahap bento yang sempat tertunda tadi.
            “ Mwo? Kau berani merusak gitar Ji Min? tak kan kumaafkan walaupun kau sampai bersujud di bawahku!” teriak So Jung heboh sampai-sampai seluruh penghuni cafeteria melihat adegan mereka.
            “ Kalian sedang bicara tentang apa?” tanya Hee Byul yang dari tadi mengobrol dengan Min Ri.
            “ Gwaenchansseumnida” jawab So Jung sambil menggaru-garu leher belakangnya yang tidak gatal. Hwang Joong hanya memutar bola matanya bosan.
            “ Hwang Joong-ah aku ingin menemani Min Ri ke toko buke sepulang nanti, apa kau menginzinkanku pergi?” tanya Hee Byul takut. Kedua alis Hwang Joong bertautan dan membuat Hee Byul semakin merutuki dirinya karena sudah lancing berbicara seperti itu kepada sepupunya.
            “ Geurae” jawab Hwang Joong singkat pada jelas. Hee Byul yang mendengar jawaban Hwang Joong tersenyum senang. “ Gamsahamnida Hwang Joong-ah”.
            “ Jadi bagaimana? Kau mau mengenalkan namja bernama Ji Min tersebutkan?” tanya So Jung lagi. Hwang Joong yang melihat twinsnya yang dari tadi memaksa akhirnya dengan sangat berat hati dia menganggukan kepala.
            “ Yaaa! Aku baru ingat! Katanya sebentar lagi sekolah kita akan mengadakan lomba persahabatan” kata Sung Ri tiba-tiba.
            “ Jinjja? Dengan siapa?” tanya Se Young penasaran.
            “  I don’t know” jawab Sung Ri sambil mengedikan bahu.
            “ Terus katanya Edison-ssi akan memilih asisten selama penyelenggaraan tersebut dan assistennya tersebut harus seorang yeoja” sambung Sae Na dengan wajah serius.
            “ Yaa! Bukannya itu Kyung Soo-ssi, Baek So-ssi, Se Hun-ssi, dan Edison-ssi? Kenapa mereka berjalan kearah bangku kita?” tanya So Jung tiba-tiba dan membuat semua temanya berusaha mencari orang yang di maksud So Jung.
            “ Rupanya kalian disini? Boleh kami berbicara sebentar?” kata Edison sambil tersenyum. Hwang Joong yakin para murid perempuan di sekitarnya sedang berteriak histeris yang membuat telinganya berdengung sangat keras saat ini.
            “ Silahkan-silahkan” jawab Sung Ri yang membuat teman-temanya ingin mengutuknya sekarang juga. ‘ Awas kau Sung Ri!’ batin mereka semua sambil memasang deathglear.
            Edison langsung duduk di antara Hwang Joong dan Sae Na, disebelahnya ada Se Hun. Kyung Soo memilih duduk di sebelah Sung Rid an Baek Soo duduk diantara Se Young dan So Jung. Jadi, bisa diurutkan dari Hwang Joong, Edison, Sae Na, Se Hun, Hee Byul, Di hadapanya ada Min Ri, So Jung, Baek Soo, Se Young, dan yang terakhir Sung Ri dan Kyung Soo.
            “ Jadi apa yang ingin kalian bicarakan?” tanya So Jung penasaran.
            “ Kalian sudah tahukan bahwa sekolah kita akan mengadakan lomba persahabatan anat sekolah?” Edison malah balik tanya. Mereka semua hanya menggukan kepala kecuali Hwang Joong yang sama sekali tidak peduli apa yang mereka bicarakan. Dia hanya sibuk dengan bentonya saja.
            “ Kita memanggil kalian karena kalian semua akan berpatisipasi” lanjutnya santai.
            “ APA!?” teriak semuanya sampai Hwang Joong tersedak makananya. “ Lebih baik, kalian semua pergi dari sini, arasseo?” sahut Hwang Joong lalu meminum soda yang dia beli tadi.
            “ Ne, kita akan pergi sesudah kami memberitahukan tugas kalian” sahut Se Hun malas.
            Edison mulai membuka lembaran kertas yang dia taruh di saku jasnya. “ Yang pertama Se Hun dan Sae Na akan menjadi satu tim yang mengurus pesta pada malam puncak, Baek So dan Se Young dalam bidang kesehatan, Sung Ri dan D.o dalam bidang olahraga, So Jung dan Min Ri akan menjadi perwakilan sekolah yang akan mengahadiri rapat di Seoul Art High School besok lusa” terang Edison.
            “Mwo!” teriak semuanya dan berhasil membuat Hwang Joong tersedak untuk kedua kalinya. Dia menatap sebal terhadap teman-temanya.
            “ Wait, kanapa harus aku dan Min Ri yang menghadiri rapat? Bukanya kau yang menjadi ketua OSIS?’ tanya So Jung.
            “ Karena aku ada banyak urusan” jawab Edison sambil melirik Hwang Joong yang sibuk dengan umpatanya. Semua mata mengarah kearah Hwang Joong, sedangkan yang dipandang masih sibuk mengutuk teman-temannya sendiri.
            “ Wae?” tanya Hwang Joong yang baru sadar. “ Gwenchanayo, kau hanya di suruh menemui Chan Ra seonsaengnim setelah jam istirahat selesai” jawab Edison kemudian berdiri dari tempat duduknya bersiap untuk pergi.
            “ Pay~pay Sung Ri-ah” salam Kyung Soo sebelum pergi dan sukses membuat kedua pipi Sung Ri tampak semerah tomat”. Tak jauh beda dengan Sae Na juga merasakan apa yang di rasakan apa yang dirasan Sung Ri setelah Se Hun pamit darinya.
            “ Hwang Joong-ssi jangan sampai telat!” ingat Edison yang kemudian menghilang diantara murid-murid yang berlalu lalang.
            “ Huwwa! Tak kusangkan D.o duduk di sebelahku. Ingat di sebelahku!” jerit Sung Ri.
            “ Se Hunna tampak keren hari ini!” timpal Sae Na.
            “ Ne, apalagi D,o. Mimpi apa aku semalam?” jawab Sung Ri.
            Teman-teman mereka hanya tersenyum geli melihat Sung Ri dan Sae Na sedang berbunga-bunga.
            Setelah kepergian ke-empat namja tersebut mereka semua melanjutkan makan siang yang sempat tertunda. Sung Rid an Sae Na terus saja bercerita pengalaman yang baru terjadi. Tiba- tiba seorang murid perempuan berjalan kea rah bangku mereka.” Hwang Joong-ssi, Min Ri-ssi, dan So Jung-ssi kalian di tunggu Chan Ra seonsaengnim di ruanganya” kata murid tersebut.
            “ Ne” balas So Jung kemudian murid tersebut meninggalkan bangku mereka. So Jung menolehkan kepalanya sambil menaikan sebelah alisnya. Tatapannya tertuju kepada twinsnya tersebut. “ Aku tidak membuat masalah lagi” jawab Hwang Joong tiba-tiba. So Jung hanya mengedikan bahunya dan berdiri dari tempatnya.
            “ Ayo!” ajak So Jung. Tangannya berusaha menyeret Min Ri. Di belakangnya Hwang Joong hanya menatap malas kedua temanya.
                                                                        >.<
            Mereka bertiga sudah berdiri di depan ruangan Chan Ra seonsaengnim. Tangan So Jung mulai mengetok pintu dan terdengar suara Chan Ra seonsaengnim yang mengisyaratkan mereka masuk. So Jung mendorong pintu bercat cokelat tersebut. Di dalam sana ternyata sudah ada sang ketua osis yang duduk berhadapan dengan Chan Ra seonsaengnim.
            “ Akhirnya kalian datang juga, jadi yang pertama saya akan memberikan undangan ini kepada So Jung dan Min Ri” kata chan Ra seonsaengnim tanpa basa-basi. Keduanya mendapatkan selembar undangan yang bertuliskan tentang rapat dengan Seoul Art High school. Tunggu Se-seoul Art High School? Itu kan nama sekolah Ji Min? batin So Jung.
            “ Kau tak perlu bantuanku twins” bisik Hwang Joong.
            “ Yang kedua ini menyangkut Hwang Joong dan Edison” lanjut ChanRa seonsaengnim dengan wajah serius.
            Wajah Hwang Joong menampakan kebingungan sedangkan Edison memasang wajah datar karena dia sudah tahu soal itu. “  Hwang Joong kau akan bertugas sebagai asisten Edison” janjut Chan Ra seonsaengnim.
            “ MWO!?” teriak So Jung dan Min Ri bersamaan. Sedangkan Hwang Joong hanya mengangkat sebelah alisnya. “ Neo michesseo?!” protes Hwang Joong sambil menunjuk gurunya tersebut.
            “ Ne, karena setiap pelajaranku kau selalu membolos jadi anggap saja ini hukuman yang kuberikan padamu”.
            “ Shireo!”
            “ Tak ada penolakan kecuali kau ingin tetap tinggal kelas”
            Kedua tangan Hwang Joong terkepal kuat sampa-sampai kukunya berubah menjadi putih. So Jung yang menyadari bahwa twinsnya tersebut akan mengamuk segera menarik lengan Hwang Joong sambil berpamitan.” Gamsahamnida Chan Ra seongsaengnim, kami harus segera masuk kelas, annyeong~” pamit So Jung.
                                                                        >.<
            Sung Ri sedang mencari kamus bahasa di perpustakaan. Setelah menemukan kamus yang dia cari, Sung Ri segera kembali ke kelas. Saat dia melewati deretan loker dia melihat namja yang dia sukai sedang berbicara dengan teman sekelasnya. Yoon Hae Ra.
            Karena penasaran Sung Ri memutuskan untuk menguping di balik salah satu loker siswa. Telinganya dia pasang dengan baik-baik.
            “ Kau benar-benar tidak berguna, jadi lebih singkatnya kita PUTUS” kata Yoon Hae Ra sambil menmpakan wajah mengejek. Sung Ri yang mendengaritu hanya membulatkan matanya.
            “ Jadi selama ini kau hanya memanfaatkanku saja?cih,yeoja murahan. Lagi pula sejak pertama kali kau menembakku hanya gara-gara kau ingin memanfaatkan hartaku untuk membayar hutang perjudiaan appamu, aku sudah membencimu dan sekarang kau berani memutuskanku membuat kebencian ini semakin betambah” kali ini suara D.o menguasai percakapan tersebut.
            “ Baguslah kalau kau sudah paham dengan maksudku” sahut Hae Ra sambil melangkahkan kakinya meninggalkan D.o. Setelah kepergian Hae Ra, D.o menolehkan kepalanya.
            “ Kau boleh keluar sekarang!” perintahnya. Kemudian seorang yeoja mulai menampakan dirinya dari balik tempat persembunyianya. Dia memasang wajah tanpa dosa dengan sudut bibirnya dia naikan sedikit sehingga mendapat cengiran.
            “ M-mian, aku sudah menguping pembicaraan kalian” kata Sung Ri sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. D,o hanya terkekeh melihat tingkah Sung Ri yang mirip dengan anak SD yang sedang di hukum.
            “ Dwaesseo, ayo akan kuantar kau ke kelas!” ajak D.o. Sung Ri berusaha menyamakan langkah kakinya agar tepat di sebelah D.o. Kepalanya dia tunduka sehingga wajah cantiknya tertutup poni panjangnya.
                                                            >.<
            Se Young sedang menemani Hee Byul ke ruang Lee-seonsaengnim untuk mendapatkan tugas tambahan. Sesekali dia menguap karena Hee Byul tak kunjung keluar dari ruangan di depanya. Karena sudah lama menunggu Se Young memilih memainkan game yang berada di hp-nya.
            Cees!. Sebuah minuman kaleng dingin berhasil mengenai pipi mulus Se Young. Segera saja dia menjauhkan benda dinging tersebut dan menatap sebal siap yang berani melakukanya. “ Apa yang kau lakukan pada jam pelajaran seperti ini?” tanya namja di sebelahnya. Han Baek So adalah namja tersebut, namja yang berani membuat dirinya kaget karena dengan lancangnya menempelkan benda dingin tersebut ke pipinya.
            Bukanya menjawab Se Young malah merebut kaleng soda tersebut kemudian di habiskannya sampai tak tersisa air di dalam sana. “ Gomawo Baek So! Kau sudah menyelamatkanku dari dehidrasi ini” ucapnya.
            “ Eh, itu minumanku kenapa kau yang menghabiskannya sampai tak tersisa sedikitpun” protes Baek So saat mengetahui minuman yang dia beli sudah tak tersisa. “ Mian, habis aku sudah lama menunggu Hee Byul”.
            “ Hee Byul? Siapa itu?” tanya Baek So.
            “ Dia murid baru dikelasku, oh dia juga sepupu Hwang Joong-ah”
            “ MWO!? Apa dia sama menyeramkanya dengan Hwang Joong-ssi?”
            “ Ani, dia sangat jauh berbeda dengan Hwang Joong-ah”
            “ Syukurlah, Youngie aku duluan ya! Pay~pay”
                                                                        >.<
            So Jung masih berusaha menenangkan twinsnya yang mengamuk. Dia merutuki kesalahnya yang membawa sang twins ke kelas yang ada semua barang yang ada di dekatnya melayang.
            “ Sudahlah, lagi pula ini semua salahmu yang sudah membolos de saat pelajaranya” kata So Jung. “ Anggap saja ini tantangan, oh bagaimana kalau kita taruhan?” lanjutnya.
            Hwang Joong hanya memandang So Jung tak mengerti. “ Taruhan apa?” tanyanya.
            “ Jika kau bisa bertahan menjadi asisten Edison-ssi aku akan membelikanmu album terbaru idola mu, tapi jika kau kalah kau harus menjadi cupidku ke Ji Minnie” terang So Jung bersemangat. Tangannya dia ulurkan kedepan dan di sambut dengan tangan twinsnya tersebut.
            “ Sepakat!”
            Akhirnya selesai juga!. Maaf jika kurang memuaskan dan updatenya terlalu lama. Akhir-akhir ini aku ada masalah dengan imajinasiku jadi chap 6 ini aku kebut sepagi suntuk(?). Terimakasih kepada SHINee yang telah menyumbangkan lagunya supaya aku tidak merasa jones saat proses pembuatan Chap6 ini. Terimakasih kepada temanku yang sudah mengusik kehidupan damaiku untuk update chap6. Love ya!^^
Chap7 coming soon

Minggu, 14 September 2014

Crazy Dreams Come True chap5

Diposting oleh zahra natasya di 05.39 1 komentar
Perhatian:
Saya minta maaf jika ada kesalahan kata pada cerita ini
Ini bukan TRUE STORY
Maaf jika jelek
Happy Reading!
>
<
>
Sinar matahari masuk melewati celah-celah jendela kamar Hwang Joong. Kali ini dia masih beruntung bisa tidur selama lima jam, biasanya dia hanya tidur sekitar tiga jam. Tadi malam Hwang Joong memutuskan tidur di sofa karena tempat tidurnya di tempati oleh sang sepupu.
Hwang Joong perlahan membuka kedua kelopak matanya yang menampilkna bola mata hitam pekat. Dia melihat sang sepupu sudah berganti pakaian seragam sekolah barunya. Hwang Joong akui jika sepupunya tersebut memang cocok memakai seragam sekolahnya di banding dirinya sendiri.
Hee Byul menolehkan kepalanya dan mendapati Hwang Joong yang baru bangun tidur. “ Good morning!” sapa Hee Byul.
Hwang Joong hanya menatap sepupunya dengan malas. “ Hn, morning to” jawabnya sambil menuju kamar mandi.
Setelah berganti pakaian seragam dan memasukan buku ke dalam tas ransel Hwang Joong menuju ke ruang makan untuk sarapan. Di keluarga Kim sarapan itu wajib bagi seluruh anggota keluarga.
Morning,baby” sapa Ny.Kim yang melihat anak perempuanya memasuki ruang makan.
“ Eomma, aku nanti ada meeting jadi kemungkinan besar aku pulang larut” kata Joong Hyun.
Not problem, but as long as you take care of yourself outside” jawab Ny.Kim.” Ai-chan apa kau sudah siap untuk sekolah barumu?” tanya Ny.Kim yang melihat anak angkat dari adiknya tersebut.
“ Ne ajumma” jawab Hee Byul.
“ Joong Hyun nanti kau antarkan adikmu dan Ai-chan berangkat sekolah” perintah Ny.Kim yang di balas anggukan kepala sang anak sulung.
Sarapan pagi itu pun berjalan dengan damai. Semua orang yang berada di ruangan itu tampak berbincang-bincang. Sang kepala keluarga sedang mengobrol dengan adik iparnya, Ny.Kim sedang membicarakan tentang brand-brand terkenal yang sedang naik daun dengan adiknya, sedangkan si anak sulung lebih suka berbicara mengenai pekerjaan dengan si sepupu barunya. Semua tampak bahagia di situ terkecuali si bungsu yang hanya memandang dengan aura kebencian.
Bukan semua, tapi laki-laki berjas yang sedang mengobrol dengan appa-nya tersebut. Pria yang sekarang menjabat sebagai ajussinya tersebut dan merupakan suami sah dari ajumma yang dia sayangi sebelumnya.
Hwang Joong terus menatap pria tersebut dan berusaha mencari suatu kebenaran. Sebuah rahasia yang mungkin belum di ketahui oleh semua orang tapi bukan Hwang Joong namanya jika tidak mendapatkan seluruh informasi tentang pria berkumis itu dari sang kakek.
Jika kalian penasaran apa yang terjadi dengan Hwang Joong aku akan menceritakan sekilas biodatanya kepada kalian.
Kim Hwang Joong, lahir 18, Maret,2000 di Paris, Pranciss. Anak bungsu dari pasangan Kim Hyun Joong dan Anna Jo ini sangat dekat dengan kakeknya. Di saat umur tiga tahun kakeknya yang bernama Kim Han Joong tersebut telah mengajarinya berbagai macam bela diri.
Sekilas info saja ayah dari Kim Hyun Joong ini ketua dari sebuah kelompok rahasia yang tugasnya melawan dan menyelidiki mafia. Banyak kasus yang sudah dia tangani dan semua berjalan dengan mulus tampa hambatan. Kim Han Joong ingin sekali cucu perempuannya ini melanjutkan misinya kelak. Kenapa bukan Joong Hyun? Mudah saja Joong Hyun terlalu lemah atau mungkin sangat lemah di bidang bela diri.
Yah, hubungan kakek denga cucunya berjalan mulus sampai suatu ketika Hwang Joong hampir pernah membuat temannya ke hilangan nyawa karena bertengkar hal sepele. ‘ Jangan sia-siakan waktu sebelum lawanmu terkapar’ kalimat dari sang kakek selalu terngiang di kepalanya. Kim Hyun Joong mengetahui itu sangat marah terhadap ayahnya sendiri dan memutuskan tali kekeluargaan dengannya. Akhirnya Hyun Joong membawa keluarga kecilnya untuk pindah ke Korea. Tapi sang ayah bersikukuh bahwa Hwang Joonglah yang pantas melanjutkan misi berikutnya. Dan akhirnya dengan kerja keras sang kakek kini selalu berkomunikasi dan sering memberikan misi rahasia kepada sang cucu.Termasuk misi tingkat A kali ini. Yah, misinya kali ini hanya mengawasi gerak-gerik si mantan mafia terkenal yang menyamar menjadi suami sah ajumma-nya tersebut.
Hwang Joong menyeringai kejam sambil menatap pria tersebut. ‘ Kau akan mati ditanganku, stupid ajussi’.
                                                            >.<
Choi Min Ri sangat bersemangat mengayuh sepeda pink-nya. Udara kali ini sejuk dan hitung-hitung berolah raga sebelum belajar. Karena keasyikan menikmati cuaca pagi hari Min Ri hampir saja menabrak namja yang mebawa setumpukan Koran.
” Aigo” keluh Min Ri yang dengan sukses jatuh dari sepedanya.
“ Gwaechanayo?” tanya namja tersebut yang menghampiri Min Ri.
“ Pabbo! Jelas aku kesakitan!” sembur Min Ri yang menampilakn wajah kesalnya.
Namja berkacamata itu hanya terdiam. “ Mianhaeyo” lanjutnya.
Min Ri kemudian bangkit dan menepuk rok sekolahnya yang kotor. Sepedanya untung masih tidak apa-apa jika namja culun di depanya berani merusak sepeda kesayanganya Min Ri tak segan-segan mempraktekan sedikit jurus beladiri yang di ajarkan Hwang Joong beberapa waktu yang lalu.
“ Kau mau kemana?” tanya namja itu lagi, saat melihat Min Ri menaiki sepedanya.
“ Tentu sekolah pabbo! Kau pikir pekerjaanku hanya main-main sepertimu apa?” jawab Min Ri lalu mengowes sepedanya meninggalkan namja berkacamata tersebut.
Saat namja tersebut ingin melanjutkan mengantar koranya dia menemukan kartu pelajar tergeletak di dekatnya. Karena penasaran namja tersebut akhirnya mengampil kartu tersebut. Choi Min Ri, namja tersebut berani taruhan jika kartu ini pasti milik yeoja yang hampir menabraknya tadi.
                                                            >.<
“ Sejak kapan kau tertular virus imsonia milik twinsmu?” tanya Se Young sambil menatap teman sebangkunya. Pagi ini mereka sudah berada di cafeteria sekolah untuk sarapan.
“ Kau tahu tidak? Tadi malam aku ngobrol dengan seorang namja bernama Ji Min lho!” ujar So Jung bersemangat.
“ Siapa itu?”
“ Anak Seoul Art High School, dia sangat baik terhadapku”
“ Hati-hati penipuan!”
“ Tenang, aku sudah menyamarkan namaku menjadi Krystal”
“ Um, geurae”
                                                               >.<
Hee Byul masih mengurus data kepindahanya di kantor kepala sekolah sementara Hwang Joong menunggunya di luar. Saat menunggu sang sepupu di dalam dia bertemu dengan namja yang sangat amat dia benci. Namja yang merupakan musuh bebuyutanya sejak dia pindah ke Korea. Edison Zi sang ke tua OSIS tersebut menghampirinya.
“ Kena hukuman lagi?” tebaknya sok tau.
“ Aku sedang menunggu sepupuku yang berada di dalam” jawab Hwang Joong malas. Karena ini masih pagi dia tidak ingin bertengkar dulu dengan namja yang sekarang ada di sebelahnya.
“ Sepupumu? Akan bersekolah disini?” tanya Edison. “ Aku penasaran dengan sepupumu? Apa dia sama berandalannya denganmu? Atau mungkin lebih parah?” lanjutnya dengan nada mengejek.
BRUK!. Hwang Joong berhasil meninju perut namja yang dari tadi sudah menghabiskan kesabaranya. Rahang Edison mengeras, dan tatapan membunuh di berikan khusuh untuk Hwang Joong. Saat Edison ingin menghajar seorang yeoja di depanya tiba-tiba pintu ruang kepala sekolah terbuka.
“ Hwang Joong apa kau tidak apa=apa?” tanya Hee Byul kawatir.
“ Ne, ayo kita ke kelas aku sudah muak dengan orang di sampingku ini” jawab Hwang Joong sambil menyeret Hee Byul menjauh dari ruang kepala sekolah.
“ Lama-lama aku bisa gila jika bertemu dengannya lagi” guman Edison.
                                                >.<
“ Hwang Joong!” teriak Min Ri yang melihat teman sekelasnya sedang menyeret seorang yeoja.” Siapa dia?” lanjutnya penasaran.
“ Annyeong haseo Park Hee Byul imnida” sapa Hee Byul.
“ Kau murid pindahan? Kenapa kau bersama Hwang Joong? Jangan-jangan kau dapat masalah dengannya?” tanya Min Ri beruntun. Hwang Joong hanya memutar bola matanya bosan.
“ Aniyo, Hwang Joong ini sepupuku” jawab Hee Byul sambil tersenyum ramah.
“ Kau akan masuk kelas apa?” tanya Min Ri penasaran.
“ XI-4” jawab Hee Byul. Tangan Min Ri langsung menggandeng tangan Hee Byul. “ Ayo aku antarkan ke kelas” tawar Min Ri. Hee Byul memandang sepupunya dan di sambut anggukan kepala. “ Ayo!” lanjut Min Ri dan Hee Byul bersamaan.
Selepas kepergian teman dan sepupunya Hwang Joong mendapatkan telepon dari kakeknya.
“ Yoboseo?”
“ Selamat malam baby”
“ Harabeoji ini sudah pagi”
“ Mianhae, sekarang harabeoji sedang berada di LA. Oh bagaimana dengan misimu?”
“ Ajussi itu sangat memuakkan dia sudah berani mengobrol dengan appa”
“ Ngomong-ngomong harabeoji akan membantu dalam misimu kali ini”
“ Jinja?”
“ But, this is our secret, jadi sekarang kamu tolong cari informasi tentang anak bernama Park Sung Ri”.
“ What? Park Sung Ri? What I had not misheard?” tanya Hwang Joong sambil melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda karena harus menjawab telfon dan harajeobi-nya tersebut.
“ Aniyo, kau harus mencari informasi tentang kehidupan anak bernama Park sung Ri tersebut jika ingin menuntaskan misi ini”.
“ Malhaebwa harajeobi, and please don’t kidding me” jawab Hwang Joong yang sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh kakeknya tersebut.
“ Im not kidding dear, sudah sekarang kau harus cari informasi tentang anak itu lalu beritahu kepada harajeobi, arasseo?”
“ Ne”
“ Okay dear cepat masuk kelas! Harajeobi tidak suka jika kau sering membolos”.
“ Bukanya harajeobi yang menyuruhku membolos?”
“ Hahaha, okay happy study dear, bye”.
                                                            >.<
So Jung terlihat menunggu teman sebangkunya yang sadari dari tadi belum juga menampakan batang hidungnya. Bersabar dia menunggu dan akhirnya orang dia tunggu datang juga dengan wajah tampak serius.
“ Hwang Joong-ah!” teriak So Jung bersemangat. Hwang Joong yang baru memasuki kelasnya hanya menatap bingung dengan teman sebangkunya.
“ Mwo? Kau tampak gembira?” tanya Hwang Joong yang sudah duduk manis di kursinya. Sae Na tersenyum manis. “ Gomawo Hwang Joong-ah” jawab Sae Na sambil memeluk teman sebangkunya.
Semua murid langsung menatap So Jung dengan wajah gembira memeluk Hwang Joong yang menampilakan aura membunuh. Bahkan semua teman dekatnya sampai membuka mulutnya tak percaya.
“ Bisa kau lepaskan pelukanmu yang menjijikan ini? Semua murid sedang melihat kita” bisisk Hwang Joong. Sontak tangan Sae Na melepaskan dari pinggang Hwang Joong. “ Hehe, kalian bisa melanjutkan aktifitas masing-masing” kata Sae Na sambil menampilkan cengiran tidak bersalah.
Buru-buru So Jung, Se Young, Sung Ri, dan Min Ri menghampiri bangku belakang. Mereka berempat mengitari bangku Sae Na dan Hwang Joong. “ Wae geurae?” tanya So Jung penasaran.
“ Gwaenchana, aku hanya berterimakasih kepada Hwang Joong yang telah meninggalkanku di kedai ice-cream sendiri” jawab Sae Na yang membuat ke-empat temanya tambah bingung.
“ Biar kutebak, kemarin Se Hun mengantarmu pulang?” tebak Hwang Joong.
“ Ne, terus pas kita bertiga lewat banyak yang bilang jika kita bertiga keluarga bahagia” jawab Sae Na dengan wajah berbinar. Semua yang berada di dekatnya langsung membulatkan mata kecuali yah, pasti kalian sudah tau jawabanya.
“ Tadi kamu bilang bertiga? Jika Hwang Joong tak di situ maka satunya lagi siapa dong?” tanya Sung Ri yang makin penasaran.
“ Tentu saja dongsaeng Se Hun” jawab Hwang Joong.
“ Wah! Selamat Sae Na kau bisa berdekatan dengan sang pujaan hatimu” Se Young mengucapkan selamat atas perjuangan Sae Na.
“ Bukan hanya Sae Na, tapi aku juga. Kemarin aku berhasil makan malam dengan salah satu pangeran sekolah” sahut Sung Ri.
“ Siapa?” tanya Min Ri.
“ D.o Kyung Soo” jawab Sung Ri.
“ Pantas saja kau menyuruhku mengerjakan tugasmu malam-malam hanya karena kau berduaan dengan KyungSoo-ssi” sembur Se Young. Sung Ri hanya menampilkan cengiran seperti Sae Na namun gagal total.
“ Kalian tahu? Tadi pagi aku nyaris tertabrak dengan seorang namja culun pengantar Koran” tiba-tiba suara Min Ri membuat semuanya menoleh kearahnya.” Namaja tersebut malah berkata apakah aku baik-baik saja, jelas mana ada orang jatuh dari sepeda baik-baik saja” lanjutnya.
“ Hahaha, hati-hati karma selalu ada” kata So Jung di sela-sela tertawa.
“ Ngomong-ngomong, So Jung kau baru membuat aku Friends Store Line kemarin?” tanya Sung Ri.
“ Ne, dan kemarin aku baru berkenalan dengan murid Seoul Art High School” jawab So Jung yang telah menghentikan tawanya.
“ Jinjja? Siapa?” tanya Sung Ri lagi dan mendapat anggukan para temanya.
“ Namanya Ji Minnie”.
“ Ji Min? Seoul Art High School? Sepertinya aku pernah mengenalnya” sahut Hwang Joong yang dari tadi hanya menatap teman-teman tanpa berniat mengatakan sepatah katapun.
“ Jeongmal?” tanya So Jung amat sangat penasaran. Jujur dari tadi malam dia masih memikirkan namja bernama Ji Min tersebut dan dewi fortuna berpihak kepadanya saat pagi hari bahwa sang twinsnya mengenal namja tersebut.
“ Maybe?”
Bagaimana Hwang Joong bisa mengenal namja bernama Ji Min tersebut? Dan apa maksud sang harajeobi menyuruh Hwang Joong mendapati semua informasi tentang teman dekatnya untuk menyelesaikan misinya kali ini? Tunggu chapter berikutnya.
Maaf jika kurang memuaskan, terimakasih telah membacanya!.
Chap 6 coming soong!

Jumat, 12 September 2014

Crazy Dreams Come True chap4

Diposting oleh zahra natasya di 03.28 2 komentar
Perhatian:
saya minta maaf jika ada kesalahan kata pada cerita ini.
ini bukan TRUE STORY
ini murni dari imajinasiku
Happy Reading><
>
<
>
            “ Dimana anak itu?” keluh pria dengan setelan tuxedo hitam, kepalanya dia tolehkan ke kanan dan kekiri. Sesekali ia menatap hp yang berada di genggamanya. Sudah setengah jam ia menunggu sang adik untuk pulang ke rumah.
Sory, brother im late” sesal seseorang yang baru datang. Astaga lihat dia murid macam apa itu! Seragamnya sudah lusuh rambutnya berantakan benar-benar seperti anak berandalan. Joong Hyun inging mengutuk dirinya sendiri saat ini,karena dia benar-benar tak habis pikir dengan sang adik.
“ Hei! Kau baru pulang kerja?” tanya Hwang Joong.
Joong Hyun mengela nafas kemudian berucap “ Hn, dan kau tau aku sudah menunggumu disini hapir setengah jam. Aku pikir kau pergi les tapi nyatanya malah makan ice-cream”.
“ So? Kenapa kau menjemputku? Tak biasanya kau peduli terhadapku?” sindir Hwang Joong.
“ Aku menjemputmu karena eomma menyuruhku. Katanya Park Ajumma datang dari Jepang” terang Joong Hyun. Hwang Joong hanya menganggukan kepala tanda paham.
                                                            >.<
Sial kenapa aku harus lupa dengan tugas ini! Teriak Sung Ri frustasi. Salahkan saja kepada Lee sonsengnim yang memberikan tugas secara mendadak.
Malam semakin larut. Sung Ri mencoba merapatkan mantelnya untuk menghalangi udara dingin yang masuk. Kaki rampingnya melangkahkan ke sebuah kedai dekat taman kota. Sepertinya makan seporsi romyeon tak masalah.
“ Pukul tujuh lewat, masih banyak waktu untuk mencari artikel” guman Sung Ri yang mulai melahap romyeon.
“ Permisi, boleh saya duduk di sini?” tanya seseorang saat Sung Ri.
“ Ne” jawab Sung Ri yang masih sibuk dengan makananya. Orang tersebut terkekeh geli saat melihat Sung Ri makan dengan lahap seolah makanan tersebut adalah makanan terakhir didunia.
“ Kalau makan pelan-pelan” kata orang tersebut. Sung Ri mendongakkan kepalanya dan melihat orang yang berada tepat di depanya.
Seketika tubuh Sung Ri mematung, itu adalah namja yang selama ini dia kagumi. Namja yang menjabat menjadi anggota tim basket dan merupakan beberapa namja popular di sekolahnya berada di depanya?. Mimpi apa aku semalam? Tanya Sung Ri di dalam hati.
“ Hei! Apa kau baik-baik saja?” tanya namja tersebut sambil mengayukan telapak tanganya ke kanan dan kiri tepat di depan wajah Sung Ri.
“ N-ne” jawab Sung Ri gugup. Dia berani taruhan jika kedua pipinya di hiasi oleh semburat merah.
“ Sepertinya aku pernah melihatmu? Kau satu sekolah denganku bukan?” tanya namja tersebut dan dib alas anggukan kepala Sung Ri.
. Annyeonghaseo D.o Kyung Soo imnida” namja tersebut mulai memperkenalkan diri.
“ Oh, Annyeong Kyung Soo-ssi” jawab Sung Ri.
“ Tidak usah seformal itu, panggil saja aku D.o dan siapa namamu?”
“ Annyeonghaseo Park Sung Ri imnida”.
Dan akhirnya mereka mengobrol sampai larut malam. Sepertinya Sung Ri harus rela di hukum lee sonsengim demi namja di depanya.
                                                            >.<
Hwang Joong dan Joong Hyun baru sampai kediaman rumah mereka yang sangat ramai. Tak disangka begitu Hwang Joong masuk Park ajumma langsung memeluknya dengan erat. Yang di peluk hanya menampilkan wajah datarnya.
“ Ya ampun! Ini Hwang Joong? Tak kusangka kau sudah sebesar ini. Dulu terakhir kali ajumma kesini kau masih sering bertengkar dengan Joong Hyun. Oh ya sekarang ajumma punya anak lho, dia juga seumuranmu kau ingin berkenalan denganya?” oceh Park ajumma.
Hwang Joong melirik ke arah sofa yang paling pojok. Di sana ada seorang yeoja seumuranya yang memakai sweater berwarna cokela, celana jeans panjang, sepatu hinghheels lima centi berwarna krem. Rambutnya panjang berwarna hitam pekat di gerai begitu saja.
Yeoja tersebut berdiri dari tempatnya dan membungkukkan badan. “Annyeonghaseo Park Hee Byul imnida” kata yeoja tersebut sambil tersenyum.
Hwang Joong melirik ke arah Park ajumma yang berada tepat di sampingnya. “ Darimana ajumma dapat anak ini?” tanyanya sambil menunjuk kearah yeoja yang di maksud.
“ Hwang Joong jaga ucapanmu!” bentak sang kepala keluarga Kim Hyun Joong.
“ Tak apa oppa, Jadi tiga tahun yang lalu ajumma memutuskan untuk mengapdopsi anak dan setelah mengapdopsi Ai-chan kami bertiga pindah ke Jepang” terang Park ajumma.
Hwang Joong hanya menganggukan kepala dan melangkahkan kakinya menuju kamar tercintanya.
“ Kau mau kemana?” teriak Joong Hyun.
“ Aku ingin beristirahat” jawab Hwang Joong.
“ Oh, ya Ai-chan akan satu kamar denganmu” kata eomma.
“ Terserah, aku tidak peduli”.
Ai yang melihat adegan tadi merasa tidak enak untuk satu kamar dengan sepupu tirinya tersebut. Tiba-tiba Joong Hyun oppa menepuk bahu Ai yang sedang menundukan kepala.
“ Tidak masalah, Hwang Joong sikapnya memang seperti itu” katanya. Ai hanya tersenyum.
                                                            >.<
Han So Jung atau yang akrab di panggil So Jung ini masih anteng dengan laptop kesayanganya. Sesekali dia tersenyum saat mengetahui chat-nya dib alas oleh seseorang.
Friends Store Line adalah aplikasi terbaru untuk mendapatkan teman dengan cara mudah. Baru saja dia membuat akun, sudah banyak permintaan teman yang di terima termasuk salah satu nama yang membuat dia penasaran.
JeonKookie77 adalah salah satu akun yang meminta pertemanan ke So Jung. Disana terdapat sebuah foto yang menampilkan seorang namja dengan seragam basket, salah satu tanganya juga sedang membawa basket tapi sayangnya So Jung tak dapat mengenali wajah orang tersebut karena dia memakai topi dan menutupi bagian matanya.
JeonKookie77 on
Dengan sergap dia membuka halaman chat-nya untuk sekedar ingin mengobrol. Tapi So Jung juga merasa takut, karena ada beberapa kasus penipuan lewat media social jadi dia memutuskan untuk menyamarkan namanya.
QOSjung :
Annyeonghaseo, krystal imnida!
JeonKookie77:
Annyeong Kristal-ssi! Jimin imnida!
QOSjung :
Tidak perlu seformal itu, panggil saja dengan krystal
JeonKookie77:
Kalau begitu panggil aku Jimin ne?
QOSjung :
Ok jiminnie. Oh kau bersekolah di mana?.
JeonKookie77:
Aku bersekolah di Seoul Art High School, kamu?
QOSjung:
Aku di seol international high school.
JeonKookie77:
Kau pasti sangat kaya! Karena yang ku tahu penduduk Seol International high school kaya-kaya. Mmm Kristal kau umur berapa?
QOSjung :
Aku berumur enam belas tahun tapi beberapa bulan lagi aku berumur tujuh belas.
JeonKookie77:
Aku lebih tua darimu, jadi kau harus hormat kepadaku!
QOSjung:
Oke^^
JeonKookie77:
Kurasa ini sudah malam, kalau begitu besok kita lanjutkan lagi bye~
JeonKookie off  setelah percakapan itu So Jung benar-benar tak bisa tidur hingga larut malam. Dia benar-benar mulai menyukai teman barunya yang bernama Ji Min.
                                                            >.<
Park Hee Byul mulai memasuki kamar barunya. Saat membuka pintu terlihat sang sepupu tiri sedang mengerjakan tugas di meja belajar. Hee Byul menghampirinya dan menengok apa yang di kerjakan sang sepupu.
Hwang Joong mengetahui suara langkah kaki ke arahnya langsung menolehkan kepala dan mendapati calon sepupu barunya yang berdiri di sampingnya.
“Wae?” tanya Hwang Joong malas.
“ Mmm, kamu di panggil Kim ajumma untuk makan malam bersama” jawab Hee Byul.
“ Oh, baiklah” jawab Hwang Joong yang beranjak berdiri. Dia melewati Hee Byul begitu saja tanpa permisi.
Meja makan yang luas itu sudah di penuhi oleh beberapa orang. Hwang joong memlih duduk di sebelah Joong Hyun dan Hee Byul duduk di sebelah eommanya yang langsung berhadapan dengan Hwang Joong.
Baby, kau sudah mengerjakan tugasmu?” tanya Ny.Kim.
“ Hn” jawab Hwang Joong yang masih sibuk dengan hp di tanganya.
“ Hwang Joong, mulai besok Ai-chan akan satu sekolah denganmu jadi tolong jaga Ai-chan selama bersekolah besok” lanjut sang eomma.
Sepertinya besok akan menjadi hari yang melelahkan bagi Hwang Joong karena dia harus mengawasi sang sepupu selama bersekolah.
“Ne”
finally finished! thank you to the readers who want to take the time !. thanks to my friends who are involved in making this chap4.
Chap 5 Coming Soon!

Rabu, 10 September 2014

Crazy Dreams Come True chap3

Diposting oleh zahra natasya di 05.04 0 komentar
Perhatian:
Jika ada kesalahan kata saya minta maaf sebesar-besarnya.
Ini bukan TRUE STORY.
Ini hasil imajinasi burukku.
Happy Reading^^
>
>
            “ Bukanya itu Se Hun? Dia sudah punya anak?” tanya Hwang Joong yang sialnya bisa didengar oleh Se Hun. Se Hun menghampiri kedua yeoja yang berdiri tak jauh darinya.
            “ Kalian yang tadi bukan? Sedang ingin makan ice-cream? Bagaimana jika gabung denganku?” saran Se Hun.
            Sae Na yang mendengar itu langsung mengeluarkan mata berbinar. “ Baiklah, lagi pula disini lumayan penuh jadi terimakasih” jawab Hwang Joong yang lungsung menuju ke tempat Se Hun dan duduk di sebelah anak laki-laki berumur sekitar lima tahun.
            Tangan Se Hun menarik lengan kanan Sae Na. Tanpa sadar muncul semburat merah di kedua pipi Sae Na.
                                                                        >.<
            So Jung melangkahkan kakinya menuju taman kota. Kedua telinganya terpasang headset yang langsung tersambung ke mp3 player. Dia merapatkan jas sekolahnya karena suhu udara mulai dingin.
            “ Hei!” teriak seseorang di belakang. Karena So Jung menyetel music terlalu keras dia tidak mendengar teriakan tersebut. Sampai-sampai sebuah tangan menepuk bahunya. So Jung menghadapkan badanya ke belakang dan mendapati pemuda berseragam basket.
            “ Kau Han So Jung bukan?” tanya pemuda tersebut. So Jung hanya mengangkat sebelah alisnya dan menganggukan kepala.
            “ Apa kau melupakanku? Aku temanmu sewaktu les piano dulu”.
            “ Heh? Aku sama sekali tak mengingatmu”
            “ Namaku Jeon Jung Kook, oh aku sudah terlambat semoga kita bisa bertemu lagi Han So Jung” pamit pemuda tersebut yang mulai berlari meninggalkan So Jung yang cengo.
            “ Jeon Jung Kook? Les piano?”.
                                                                        >.<
            “ Jadi ini adikmu? Ku pikir bocah ini anakmu” kata Hwang Joong.
            “ Dasar pabbo! Kau pikir aku mau membuat anak saat SMA” jawab Se Hun sambil menjitak kepala Hwang joong. “ Kupikir kita harus berkenalan, namaku Oh Se Hun salam kenal” lanjutnya.
            “ Aku Oh Sae Na salam kenal” kata Sae Na sambil tersenyum.
            “ Aku Hwang Joong” sekarang Hwang Joong yang memperkenalkan diri.
            “ Aku sudah tahu namamu si pengacau sekolah yang kerjaanya tidur saat pelajaran, menaruh permen karet di kursi guru bahkan sudah membuat adik kelas pindah sekolah”  terang Se Hun dengan wajah mengejek.
            “ Tak kusangka aku sepopuler itu? Well kau lumayan mengikuti info-info tentangku” jawab Hwang Joong tanpa merasa bersalah sedikitpun.
            “ Oppa kenapa oppa memakai rok?” tanya sang dongsaeng Se Hun dengan polos.
            “ Aku seorang yeoja bocah!” balas Hwang Joong kesal. Sedangkan Se Hun dan Sae Na hanya tertawa melihat sikap teman yang berstatus ‘pengacau sekolah’ berdebat dengan anak berumur lima tahun.
                                                                        >.<
            Se Young baru saja membersihkan dirinya. Yeoja berwajah cantik tersebut melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membantu eomma-nya yang sedang memasak makan malam.
            “Eomma, apa perlu bantuan?” tanya Se Young.
            “ Tentu, tolong kau cuci sayurannya oemma akan memasak soup” jawab Ny.Park yang masih berkutat dengan pisau.
            Sambil mencuci sayuran Se Young mencoba mengumpulkan keberanian untuk menceritakan masalah pribadinya ke eomma-nya. “ Oemma, aku ingin bertanya?”.
            “Tentu”
            “Mmm, begini oemma jika eomma menyukai laki-laki tapi oemma tak mau mengakuinya karena laki-laki tersebut adalah sahabat eomma lama dan oemma tidak mau menghancurkan persahabatan tersebut. Apa yang akan eomma lakukan?”.
            Ny. Park membulatkan kedua matanya dan menghentikan aktifitas memotong bawang. Dia menghampiri sang anak sulung yang berdiri tak jauh darinya sambil menundukkan kepala. Tanganya mencoba mengelus rambut Se Young yang tampak lembut.
            “ Anak eomma sudah besar rupanya? Menurut oemma tak salah jika mencobanya terlebih dahulu, tapi lebih baik focus belajar dulu kalau urasan seperti itu bisa di pikirkan lain kali” jawan Ny.Park dengan senyumannya.
            “Kamsahamnida oemma” jawab Se Young yang langsung memeluk Ny.Park dengan erat.
                                                                    >.<
            Nada dering hp Hwang Joong berbunyi dan menyebabkan seluruh pengunjung cafĂ© menatap ke arah sumber suara tersebut karena menurut mereka itu sangat mengganggu. Hwang Joong mengeluarkan hp-nya dari saku jas sekolah dan mendekatkan ke arah telinga kanan.
“ Yoboseyo? Ada apa?” tanya Hwang Joong langsung.
            “ Kau kemana aja pabbo! Aku sudah menunggumu di tempat les jangan-jangan kau kabur lagi? Ayolah Kim Hwang Joong kau sudah berapa kali membolos?” omel seseorang yang ada di seberang sana.
            “ Hn, oppa aku sedang makan ice-cream bersama temanku dan seharusnya aku yang bilang pabbo my stupid brother
            “ ok! Up to you my sister so, back to home now!”
            Hwang Joong mematikan hp-nya dan beranjak berdiri. Sae Na yang melihat teman sebangkunya berdiri langsung mengerutkan dahi.
            “ Ok! Sepertinya aku harus pamit dulu karena entah mengapa dengan tiba-tiba Joong Hyun oppa menelponku dengan teriakan mautnya” pamit Hwang Joong yang langsung mendapat tak terima dari Sae Na. Buru-buru Sae Na menarik lengan teman sebangkunya yang dengan seenak jidatnya mau meninggalkannya sendiri.
            “ Wae? Cepat lepaskan tanganmu!” perintah Hwang Joong.
            “ Kau ingin meninggalkanku sendirian?”.
            “ Kan masih ada Se Hun itu tandanya kau tidak sendirian”
            “ Tapi__” belum sempat Sae Na menyelesaikan protesanya Se Hun tiba-tiba memotong ucapanya. “ Kau akan kuantar pulang, jadi tak perlu khawatir jika kau takut pulang sendirian. Dan kau cepat temui oppamu cemas”.
            Hwang Joong hanya nyengir saat Se Hun mengucapkan kata terakhir yang membuatnya jijik. Ayolah Kim Joong Hyun seorang pria berumur dua puluh tahun cemas terhadapnya?. Sejak kecil dulu mereka berdua tidak pernah akur sama sekali, pernah sewaktu itu Joong Hyun saking jengkelnya terhadap Hwang Joong sampai-sampai berniat untuk membunuh sang adik.
            “ Nah, kalau begitu aku pamit dulu selamat bersenang-senang!”.
            Sepeninggalan Hwang Joong suasana menjadi jauh lebih canggung. Sae Na dan Se Hun masih berkutat dengan pikiran masing-masing sampai akhirnya sang Dongsaeng mengajak pulang.
                                                                    >.<
            So Jung melemparkan tas ranselnya ke sembarang tempat. Tujuan utamanya hanya satu yaitu membuka akun media socialnya dan membuat berbagai macam status, komentar, dan bahkan menyebar foto-foto selfienya.
            Laptop berwarna putih yang menjadi temanya sejak lima tahun yang lalu sudah di siapkan di atas kasur empuk. Sambil menunggu laptop tersebut menyala, So Jung menggantai pakaian seragam dengan kaos bergambar kartun dan celana pendek selutut. Rambutnya dia ikat kuda agar tidak gerah.
            Ac dikamarnya sudah membuat udara menjadi lebih sejuk. Dan akhirnya sekarang waktunya untuk bersantai ala the queen of update.
            “ Les piano? Kapan? Siapa? Aku sama sekali tak mengingatnya” itu salah satu status yang di buat di akun path milik So Jung. Tapi malam hari ini So Jung tak akan membuka salah satu buku pelajarannya karena masih sibuk mengingat kapan dia pernah mengikuti les piano.
            “ Lebih baik aku tanyakan saja pada eomma besok pagi” gumanya sambil perlahan memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpi.
                                                                   >.<
            Sepanjang perjalanan Sae Na dan Se Hun menjadi pusat perhatian semua orang. Yah, bagaimana tidak menjadi pusat perhatian jika kau melihat dua orang remaja sedang berjalan bersama dan oh tunggu dulu ternyata sang pria menggedong bocah lucu di pundaknya, sebuah keluarga kecil yang manis pikir semua orang.
            “ Kau merasa terganggu dengan tatapan mereka?” akhirnya Se Hun bertanya juga akan hal itu.
            Sae Na yang masih menundukkan kepalanya hanya mendongak dan menganggukan kepala. Menurut Se Hun itu adalah hal manis yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
            “ Biarkan saja mereka, rumahmu yang itu bukan?”.
            Sejak kapan Se Hun mengetahui rumahnya? Bahkan tadi saja Sae Na tidak memberitahunya. Apa jangan-jangan Se Hun seperti Sung Ri si stalker nekat? Tapi mana mungkin si pria albino ini seperti itu?.
            “ Hei kau melamun?” tanya Se Hun yang membuat Sae Na kembali kea lam sadar.
            “ Ah ya! Kamsahamnida Se Hunna telah mengantarku sampai ke rumah” ucap Sae Na sambil membungkukkan badan.
            “ Tak perlu se formal itu, kalau begitu selamat beristirahat” jawab Se Hun dengan tersenyum dan mulai menjauhi Sae Na.
            “ Sampai jumpa nunna!” teriak Oh Se In alias adik Se Hun.
            Aku harus berterimakasih pada Hwang Joong karena telah meninggalkanku, pikir Sae Na gembira.
            Akhirnya chap3 selesai juga!. Maaf baru update sekarang karena aku harus mengahadapi berbagai obat dalam beberapa hari belakangan ini. Ini cerita absurd banget, entah kenapa muncul tiba-tiba di otakku?. Jadi ini murni dari khayalan absurdku. Ini bukan true story kawan!.
Chap4 coming soon!
 

Zara's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei