Perhatian:
saya mohon maaf jika ada kesalahan kata pada chap ini
Maaf baru updte sekarang
Happy Reading guys!
>
<
>
<
>
Se Young dan kawan-kawan sedang
menikmati makan siangnya. Kali ini mereka kedatangan satu anggota baru yaitu
sepupu dari Hwang Joong. Baru beberapa menit saja mereka semua langsung akrab
satu sama lain.
“ Twins, apa kau beneran kenal
dengan Ji Min?” tanya So Jung yang tiba-tiba mencondongkan badanya agar dapat
melihat wajah Hwang Joong yang tengah tertutup sebagian poninya. Hwang Joong
sendiri yang merasa di perhatikan oleh salah satu temanya mendongakkan
kepalanya dan mendapati So Jung menatapnya sangat dekat. Kepalanya dia
mundurkan sedikit. “ Mwo?”.
“ Twins kan kamu tadi bilang jika
pernah kenal dengan namja bernama Ji Min? tolong kenalkan aku padanya!?” pinta So
Jung.
“ Hn, entahlah aku juga kurang
yakin? Tapi seingatku, aku pernah merusak gitar milik namja bernama Ji Min
tersebut” jawab Hwang Joong kurang yakin dan kembali melahap bento yang sempat
tertunda tadi.
“ Mwo? Kau berani merusak gitar Ji
Min? tak kan kumaafkan walaupun kau sampai bersujud di bawahku!” teriak So Jung
heboh sampai-sampai seluruh penghuni cafeteria melihat adegan mereka.
“ Kalian sedang bicara tentang apa?”
tanya Hee Byul yang dari tadi mengobrol dengan Min Ri.
“ Gwaenchansseumnida” jawab So Jung
sambil menggaru-garu leher belakangnya yang tidak gatal. Hwang Joong hanya memutar
bola matanya bosan.
“ Hwang Joong-ah aku ingin menemani
Min Ri ke toko buke sepulang nanti, apa kau menginzinkanku pergi?” tanya Hee
Byul takut. Kedua alis Hwang Joong bertautan dan membuat Hee Byul semakin
merutuki dirinya karena sudah lancing berbicara seperti itu kepada sepupunya.
“ Geurae” jawab Hwang Joong singkat
pada jelas. Hee Byul yang mendengar jawaban Hwang Joong tersenyum senang. “
Gamsahamnida Hwang Joong-ah”.
“ Jadi bagaimana? Kau mau
mengenalkan namja bernama Ji Min tersebutkan?” tanya So Jung lagi. Hwang Joong
yang melihat twinsnya yang dari tadi memaksa akhirnya dengan sangat berat hati
dia menganggukan kepala.
“ Yaaa! Aku baru ingat! Katanya sebentar lagi sekolah kita akan
mengadakan lomba persahabatan” kata Sung Ri tiba-tiba.
“ Jinjja? Dengan siapa?” tanya Se
Young penasaran.
“
I don’t know” jawab Sung Ri
sambil mengedikan bahu.
“ Terus katanya Edison-ssi akan
memilih asisten selama penyelenggaraan tersebut dan assistennya tersebut harus
seorang yeoja” sambung Sae Na dengan wajah serius.
“ Yaa! Bukannya itu Kyung Soo-ssi, Baek So-ssi, Se Hun-ssi, dan
Edison-ssi? Kenapa mereka berjalan kearah bangku kita?” tanya So Jung tiba-tiba
dan membuat semua temanya berusaha mencari orang yang di maksud So Jung.
“ Rupanya kalian disini? Boleh kami
berbicara sebentar?” kata Edison sambil tersenyum. Hwang Joong yakin para murid
perempuan di sekitarnya sedang berteriak histeris yang membuat telinganya
berdengung sangat keras saat ini.
“ Silahkan-silahkan” jawab Sung Ri
yang membuat teman-temanya ingin mengutuknya sekarang juga. ‘ Awas kau Sung
Ri!’ batin mereka semua sambil memasang deathglear.
Edison langsung duduk di antara
Hwang Joong dan Sae Na, disebelahnya ada Se Hun. Kyung Soo memilih duduk di
sebelah Sung Rid an Baek Soo duduk diantara Se Young dan So Jung. Jadi, bisa
diurutkan dari Hwang Joong, Edison, Sae Na, Se Hun, Hee Byul, Di hadapanya ada
Min Ri, So Jung, Baek Soo, Se Young, dan yang terakhir Sung Ri dan Kyung Soo.
“ Jadi apa yang ingin kalian
bicarakan?” tanya So Jung penasaran.
“ Kalian sudah tahukan bahwa sekolah
kita akan mengadakan lomba persahabatan anat sekolah?” Edison malah balik
tanya. Mereka semua hanya menggukan kepala kecuali Hwang Joong yang sama sekali
tidak peduli apa yang mereka bicarakan. Dia hanya sibuk dengan bentonya saja.
“ Kita memanggil kalian karena
kalian semua akan berpatisipasi” lanjutnya santai.
“ APA!?” teriak semuanya sampai
Hwang Joong tersedak makananya. “ Lebih baik, kalian semua pergi dari sini,
arasseo?” sahut Hwang Joong lalu meminum soda yang dia beli tadi.
“ Ne, kita akan pergi sesudah kami
memberitahukan tugas kalian” sahut Se Hun malas.
Edison mulai membuka lembaran kertas
yang dia taruh di saku jasnya. “ Yang pertama Se Hun dan Sae Na akan menjadi
satu tim yang mengurus pesta pada malam puncak, Baek So dan Se Young dalam
bidang kesehatan, Sung Ri dan D.o dalam bidang olahraga, So Jung dan Min Ri
akan menjadi perwakilan sekolah yang akan mengahadiri rapat di Seoul Art High
School besok lusa” terang Edison.
“Mwo!” teriak semuanya dan berhasil
membuat Hwang Joong tersedak untuk kedua kalinya. Dia menatap sebal terhadap
teman-temanya.
“ Wait, kanapa harus aku dan Min Ri
yang menghadiri rapat? Bukanya kau yang menjadi ketua OSIS?’ tanya So Jung.
“ Karena aku ada banyak urusan” jawab
Edison sambil melirik Hwang Joong yang sibuk dengan umpatanya. Semua mata
mengarah kearah Hwang Joong, sedangkan yang dipandang masih sibuk mengutuk
teman-temannya sendiri.
“ Wae?” tanya Hwang Joong yang baru
sadar. “ Gwenchanayo, kau hanya di suruh menemui Chan Ra seonsaengnim setelah
jam istirahat selesai” jawab Edison kemudian berdiri dari tempat duduknya
bersiap untuk pergi.
“ Pay~pay Sung Ri-ah” salam Kyung
Soo sebelum pergi dan sukses membuat kedua pipi Sung Ri tampak semerah tomat”.
Tak jauh beda dengan Sae Na juga merasakan apa yang di rasakan apa yang dirasan
Sung Ri setelah Se Hun pamit darinya.
“ Hwang Joong-ssi jangan sampai
telat!” ingat Edison yang kemudian menghilang diantara murid-murid yang berlalu
lalang.
“ Huwwa! Tak kusangkan D.o duduk di
sebelahku. Ingat di sebelahku!” jerit Sung Ri.
“ Se Hunna tampak keren hari ini!”
timpal Sae Na.
“ Ne, apalagi D,o. Mimpi apa aku
semalam?” jawab Sung Ri.
Teman-teman mereka hanya tersenyum
geli melihat Sung Ri dan Sae Na sedang berbunga-bunga.
Setelah kepergian ke-empat namja
tersebut mereka semua melanjutkan makan siang yang sempat tertunda. Sung Rid an
Sae Na terus saja bercerita pengalaman yang baru terjadi. Tiba- tiba seorang
murid perempuan berjalan kea rah bangku mereka.” Hwang Joong-ssi, Min Ri-ssi,
dan So Jung-ssi kalian di tunggu Chan Ra seonsaengnim di ruanganya” kata murid
tersebut.
“ Ne” balas So Jung kemudian murid
tersebut meninggalkan bangku mereka. So Jung menolehkan kepalanya sambil
menaikan sebelah alisnya. Tatapannya tertuju kepada twinsnya tersebut. “ Aku
tidak membuat masalah lagi” jawab Hwang Joong tiba-tiba. So Jung hanya
mengedikan bahunya dan berdiri dari tempatnya.
“ Ayo!” ajak So Jung. Tangannya
berusaha menyeret Min Ri. Di belakangnya Hwang Joong hanya menatap malas kedua
temanya.
>.<
Mereka bertiga sudah berdiri di
depan ruangan Chan Ra seonsaengnim. Tangan So Jung mulai mengetok pintu dan
terdengar suara Chan Ra seonsaengnim yang mengisyaratkan mereka masuk. So Jung
mendorong pintu bercat cokelat tersebut. Di dalam sana ternyata sudah ada sang
ketua osis yang duduk berhadapan dengan Chan Ra seonsaengnim.
“ Akhirnya kalian datang juga, jadi
yang pertama saya akan memberikan undangan ini kepada So Jung dan Min Ri” kata
chan Ra seonsaengnim tanpa basa-basi. Keduanya mendapatkan selembar undangan
yang bertuliskan tentang rapat dengan Seoul Art High school. Tunggu Se-seoul
Art High School? Itu kan nama sekolah Ji Min? batin So Jung.
“ Kau tak perlu bantuanku twins”
bisik Hwang Joong.
“ Yang kedua ini menyangkut Hwang
Joong dan Edison” lanjut ChanRa seonsaengnim dengan wajah serius.
Wajah Hwang Joong menampakan
kebingungan sedangkan Edison memasang wajah datar karena dia sudah tahu soal
itu. “ Hwang Joong kau akan bertugas
sebagai asisten Edison” janjut Chan Ra seonsaengnim.
“ MWO!?” teriak So Jung dan Min Ri
bersamaan. Sedangkan Hwang Joong hanya mengangkat sebelah alisnya. “ Neo
michesseo?!” protes Hwang Joong sambil menunjuk gurunya tersebut.
“ Ne, karena setiap pelajaranku kau
selalu membolos jadi anggap saja ini hukuman yang kuberikan padamu”.
“ Shireo!”
“ Tak ada penolakan kecuali kau
ingin tetap tinggal kelas”
Kedua tangan Hwang Joong terkepal
kuat sampa-sampai kukunya berubah menjadi putih. So Jung yang menyadari bahwa
twinsnya tersebut akan mengamuk segera menarik lengan Hwang Joong sambil
berpamitan.” Gamsahamnida Chan Ra seongsaengnim, kami harus segera masuk kelas,
annyeong~” pamit So Jung.
>.<
Sung Ri sedang mencari kamus bahasa
di perpustakaan. Setelah menemukan kamus yang dia cari, Sung Ri segera kembali
ke kelas. Saat dia melewati deretan loker dia melihat namja yang dia sukai
sedang berbicara dengan teman sekelasnya. Yoon Hae Ra.
Karena penasaran Sung Ri memutuskan
untuk menguping di balik salah satu loker siswa. Telinganya dia pasang dengan
baik-baik.
“ Kau benar-benar tidak berguna,
jadi lebih singkatnya kita PUTUS” kata Yoon Hae Ra sambil menmpakan wajah
mengejek. Sung Ri yang mendengaritu hanya membulatkan matanya.
“ Jadi selama ini kau hanya memanfaatkanku
saja?cih,yeoja murahan. Lagi pula
sejak pertama kali kau menembakku hanya gara-gara kau ingin memanfaatkan
hartaku untuk membayar hutang perjudiaan appamu, aku sudah membencimu dan sekarang
kau berani memutuskanku membuat kebencian ini semakin betambah” kali ini suara
D.o menguasai percakapan tersebut.
“ Baguslah kalau kau sudah paham
dengan maksudku” sahut Hae Ra sambil melangkahkan kakinya meninggalkan D.o.
Setelah kepergian Hae Ra, D.o menolehkan kepalanya.
“ Kau boleh keluar sekarang!”
perintahnya. Kemudian seorang yeoja mulai menampakan dirinya dari balik tempat
persembunyianya. Dia memasang wajah tanpa dosa dengan sudut bibirnya dia naikan
sedikit sehingga mendapat cengiran.
“ M-mian, aku sudah menguping
pembicaraan kalian” kata Sung Ri sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
D,o hanya terkekeh melihat tingkah Sung Ri yang mirip dengan anak SD yang
sedang di hukum.
“ Dwaesseo, ayo akan kuantar kau ke
kelas!” ajak D.o. Sung Ri berusaha menyamakan langkah kakinya agar tepat di
sebelah D.o. Kepalanya dia tunduka sehingga wajah cantiknya tertutup poni
panjangnya.
>.<
Se Young sedang menemani Hee Byul ke
ruang Lee-seonsaengnim untuk mendapatkan tugas tambahan. Sesekali dia menguap
karena Hee Byul tak kunjung keluar dari ruangan di depanya. Karena sudah lama
menunggu Se Young memilih memainkan game yang berada di hp-nya.
Cees!. Sebuah minuman kaleng dingin
berhasil mengenai pipi mulus Se Young. Segera saja dia menjauhkan benda dinging
tersebut dan menatap sebal siap yang berani melakukanya. “ Apa yang kau lakukan
pada jam pelajaran seperti ini?” tanya namja di sebelahnya. Han Baek So adalah
namja tersebut, namja yang berani membuat dirinya kaget karena dengan
lancangnya menempelkan benda dingin tersebut ke pipinya.
Bukanya menjawab Se Young malah
merebut kaleng soda tersebut kemudian di habiskannya sampai tak tersisa air di
dalam sana. “ Gomawo Baek So! Kau sudah menyelamatkanku dari dehidrasi ini”
ucapnya.
“ Eh, itu minumanku kenapa kau yang
menghabiskannya sampai tak tersisa sedikitpun” protes Baek So saat mengetahui
minuman yang dia beli sudah tak tersisa. “ Mian, habis aku sudah lama menunggu
Hee Byul”.
“ Hee Byul? Siapa itu?” tanya Baek
So.
“ Dia murid baru dikelasku, oh dia
juga sepupu Hwang Joong-ah”
“ MWO!? Apa dia sama menyeramkanya
dengan Hwang Joong-ssi?”
“ Ani, dia sangat jauh berbeda
dengan Hwang Joong-ah”
“ Syukurlah, Youngie aku duluan ya! Pay~pay”
>.<
So Jung masih berusaha menenangkan
twinsnya yang mengamuk. Dia merutuki kesalahnya yang membawa sang twins ke
kelas yang ada semua barang yang ada di dekatnya melayang.
“ Sudahlah, lagi pula ini semua
salahmu yang sudah membolos de saat pelajaranya” kata So Jung. “ Anggap saja
ini tantangan, oh bagaimana kalau kita taruhan?” lanjutnya.
Hwang Joong hanya memandang So Jung
tak mengerti. “ Taruhan apa?” tanyanya.
“ Jika kau bisa bertahan menjadi
asisten Edison-ssi aku akan membelikanmu album terbaru idola mu, tapi jika kau
kalah kau harus menjadi cupidku ke Ji Minnie” terang So Jung bersemangat.
Tangannya dia ulurkan kedepan dan di sambut dengan tangan twinsnya tersebut.
“ Sepakat!”
Akhirnya selesai juga!. Maaf jika
kurang memuaskan dan updatenya terlalu lama. Akhir-akhir ini aku ada masalah
dengan imajinasiku jadi chap 6 ini aku kebut sepagi suntuk(?). Terimakasih
kepada SHINee yang telah menyumbangkan lagunya supaya aku tidak merasa jones
saat proses pembuatan Chap6 ini. Terimakasih kepada temanku yang sudah mengusik
kehidupan damaiku untuk update chap6. Love ya!^^
Chap7 coming
soon