Perhatian:
Tolong tinggalkan komentar di blog ini
Cerita ini hasil imajinasi saya
mohon maaf jika ada kesalah kata
H
A
P
P
Y
N
E
W
Y
E
A
R
S
Sung
Ri POV.
Setelah rapat aku buru-buru pergi ke
café sekolah. Walaupun tadi aku sudah menghabiskan satu plastik marshmellow
tapi tetap saja tidak terpengaruh. Udara semakin dingin bahkan kelihatanya
pemanas udara tidak mampu menghangatkan. Aku benci musim dingin.
KLING
Bunyi lonceng terdengar saat aku
membuka pintu café, seperti halnya sekolah disini gaya asitekturnya juga kuno.
Kupilih tempat duduk didekat jendela, di setiap jendela terdapat beberapa
tangkai bunga mawar yang disusun rapi. Aroma latte mulai menerobos indra penciuman.
“ Permisi, kau ingin pesan apa?”
Tanya pelayan yang tampaknya seumuranku.
“ Kau pelayan baru?” Tanyaku balik
dan diangguki pelayan tersebut. “ Aku pesan lasagna
dan capuchino” lanjutku. Pelayan
tersebut membungkukkan badan lalu pergi. Ku nyamankan posisi duduk sambil
melihat kelangit-langit café.
“ Boleh aku duduk disini?” Tanya
seseorang. Aku turunkan sedikit kepalaku dan ternyata itu adalah Chan Yeoll-ssi
dengan senyuman bodohnya. Kupersilahkan saja dia duduk didepanku lalu
melanjutkan aktivitasku tadi.
Tak berapa lama pesananku datang,
setelah mengucapkan terimakasih aku mulai memakanya. Ku lirik Chan Yeoll-ssi di
depanku, dia hanya memesan segelas air mineral. Dasar anak beasiswa, pikirku.
“ Aku memang anak beasiswa” sahut
Chan Yeoll tiba-tiba seakan dia mendengar apa yang kupikir.
“ W-wae? Kau bisa mengetahui
pikiranku?” tanyaku penasaran.
“ Insting mungkin?” jawabnya santai.
“ Jadi, kenapa kau kemari dan hanya
memesan air mineral saja?”
“ Sejujurnya tadi aku melihatmu
disini sendirian jadi mungkin kau butuh teman” jelasnya sambil menggaruk
tengkuk lehernya.
><
So
Jung POV.
Setelah rapat aku memutuskan untuk
berkeliling sekolah. Hatiku sangat baik hari ini. Berterimakasihlah kepada
Edison-ssi yang ingin memindahkan sekolahku agar dapat menuntaskan misi kisah
cintaku. Sepanjang koridor aku terus bersiul dan jika ada murid yang lewat
pasti aku sapa.
Saat melewati café sekolah mataku
melihat Sung Ri sedang makan bersama dengan Chan Yeoll-ssi. Tapi, sejak kapan
mereka berdua akrab? Ini sebuah berita mengejutkan dan aku tak mau menyiakan
momen ini, jadi aku buru-buru mengambil ponsel dari saku mantel lalu
memotretnya. Kurasa beberapa lembar sudah cukup untuk aku sebar luaskan lewat
SNS.
“Permettez-moi
à comprendre” (baiklah aku mengerti) kata seseorang dari balik
semak-semak. Kali ini aku berada di taman belakang sekolah. Perlahan-lahan aku
mendekat supaya bisa mendengar percakapan tersebut.
Saat
aku berhasil mengendap-endap di balik pohon yang cukup besar aku dapat melihat
ada seorang siswa berseragam sama sepertiku dengan rambut cokelat acak-acakkan
bersama dua orang pria bertubuh besar yang menggunakan jas. Sepertinya aku
pernah melihat siswa tersebut. I-itu Hwang Joong-ah kenapa dia bersama dua
orang tersebut.
“Je
ne ai que cette information” (aku hanya
memiliki informasi ini) kata Hwang Joong sambil
menyerahkan beberapa lembar kertas. Sebenarnya mereka membicarakan apa? Ini
bahasa apa? Aku tidak mengerti arti pembicaraan ini?.
“Merci
HjKim je te le donnerai au patron, à plus” (terimakasih HJKim saya akan
memberikan bos, sampai jumpa) jawab salah satu pria dewasa tersebut lalu
meninggalkan Hwang Joong sendirian. Sekarang aku melihat Hwang Joong-ah yang
mulai beranjak dari tempat tersebut.
Sebenarnya
Hwang Joong-ah terlibat masalah apa dengan dua pria tersebut?. Adegan tersebut
seperti film mafia yang beberapa hari yang lalu aku lihat disalah satu stasiun
tv.
><
MinRi
POV.
“
Edison-ssi kumohon gantikan aku” mohonku dari tadi. Edison-ssi hanya
menggelengkan kepala sambil tetap membaca buku. Aku menghela nafas, sudah
hamper lima belas menit aku memohon kepadanya supaya tidak di pindahkan
sekolah.
“
Baimana Hwang Joong-ah yang menggantikan posisiku sehingga aku yang akan
menggantikan posisinya. Lagi pula kau tidak menyukai keberadaan Hwang Joong-ah
yang semena-mena” usulku.
“
Sepertinya itu ide bagus, tapi karena sifat Hwang Joong-ssi yang semena-mena
itu aku tidak memperbolehkannya untuk menggantika posisi orang lain. Kalau
Hwang Joong-ssi menggantikanmu apa tidak ada masalah yang akan datang? Malah
kegiatan ini tidak dapat diselesaikan tepat waktu karena ulahnya tersebut”
terang Edison-ssi lalu beranjak meninggalkanku di ruang OSIS sendirian.
“
Bagaimana jika Se Young-ah yang menggantikanku?” tanyaku sambil berlari
menyusul Edison-ssi
><
Se
Young POV.
Lagu haru-haru milik Bigbang masih menemaniku untuk mengerjakan beberapa
laporan di perpustakaan. Aku sangat suka di perpustakaan karena aku suka
suasana tenang seperti ini. Sesekali aku menyanyikan beberapa lirik yang
kuhafal. Tak ada yang bisa kulakukan pada saat ini. Semua temanku sibuk
sendiri-sendiri.
SRET.
Aku merasa bangkuku tergeser
sehingga aku mengalihkan pandanganku ke depan. Ternyata itu So Jung-ah. Dia
menoleh kekanan dan kekiri membuatku bingung. Setelah merasa aman dia baru
memulai percakapan. Tak lupa ku matikan i-pod
ku.
“ Kau tahu tidak?” tanyanya aneh.
Aku hanya menggelengkan kepala. “ Tadi sewaktu aku lewat café sekolah aku
melihat Sung Ri-ah sedang makan bersama Chan Yeoll-ssi” lanjutnya.
“ MWO?!” teriakku yang membuat seisi
perpustakaan melihatku. Aku sangat malu sekali dan langsung meminta maaf.
“ Jangan berisik!” perintah So Jung
yang kuangguki.
“ Mungkin kau salah lihat, mana
mungkin Sung Ri-ah makan bersama Chan Yeoll-ssi?”
“ Aku punya buktinya” jawab So
Jung-ah sambil menyerahkan poselnya, disana benar ada Sung Ri-ah sedang makan
bersama.” Jangan-jangan Sung Ri-ah menjalin hubungan dengan Chan Yeoll-ssi
lagi?” duga So Jung.
“ Mana mungkin Sung Ri-ah menjalin
hubungan dengan Chan Yeoll-ssi? Bukannya dia menyukai Kyung Soo-ssi”.
“ Benar juga, oh ya aku hamper lupa.
Tadi ketika aku lewat taman belakang aku lihat Twinsku sedang mengobrol bahasa
aneh dengan dua orang pria”.
“ Siapa?”
“ Entahlah pokonya diakhir
percakapan mereka Twinsku memberikan beberapa lembar kertas yang kelihatannya
penting, oh aku juga mendengar dia berbicara information pokoknya Hwang Joong-ah seperti seorang penyelundup di
film-film mafia”.
“ Ada-ada aja kau! Sudahlah aku mau
melanjutkan laporan ini”.
><
Hwang
Joong POV
Baru saja aku menyerahkan beberapa
informasi tentang seorang mafia yang menyamar menjadi ajussiku. Walaupun hanya sedikit
tapi aku sudah berusaha. Anak buah harabeoji memberiku sebuah alat komikasi
terbaru berupa gelang bewarna biru tua yang juga di lengkapi laser yang bisa
membelah besi ataupun barang logam lainya.
Mereka juga bilang bahwa harabeoji
akan menemuiku dalam waktu dekat ini. Semoga saja harabeoji mau memindahkanku
pranciss kali ini. Aku sudah bosan hidup di korea selatan dan mungkin aku akan
bergabung dengan anggota FBI disana.
><
Sae Na POV.
Sudah hampir setengah jam aku menghabiskan waktu dengan
berdiam diri di kelas. Hari ini tidak ada pelajaran jadi banyak murid yang
menghabiskan waktu di taman, café atau tempat-tempat disekolah ini. Aku sudah
mencari teman-temanku dari tadi tapi nihil mereka tidak dapat kutemukan alhasil
aku kembali kekelas.
Tiba-tiba Se Young-ah dan So Jung-ah masuk kelas di
belakangnya ada Min Ri-ah yang kelihatanya lesu.
“ Kau kenapa Min Ri-ah?” tanyaku.
“ Gwenchana” jawabnya.
“ Bagaimana sekarang kita pergi ke mall, kan sekarang
tidak ada pelajaran” usul So Jung tiba-tiba. Kulihat Se Young menganggukan
kepalanya tanda setuju disusul dengan Min Ri.
“ Ne, ayo kita pergi pakai mobilku!” tawar Se Young.
“ Bagaimana dengan Sung Ri-ah dan Hwang Joong-ah?”
tanyaku.
“ Ne, aku telfon dulu mereka” sahut So Jung.
><
Normal
POV.
Akhirnya mereka berenam berkumpul di
parkiran. Kali ini mobil Se Young yang menjadi sasaran. Sepanjang perjalanan
mereka terus saja mengobrol tentang gaun apa yang akan dipakai pada pesta
kecuali Hwang Joong. Dia dari tadi memperhatikan gelang yang melingkar di
tangan kanannya.
“ Kau membeli gelang?” Tanya Min Ri.
“ Oh ini? Tidak aku tidak membelinya”
jawab Hwang Joong.
“ Twins, sebenarnya kau itu bisa
berbahasa apasih?” kali ini So Jung bertanya.
“ Hn, aku hanya bisa bahasa korea
dan inggris memang kenapa?” giliran Hwang Joong membalikan pertanyaan. So Jung
hanya menggelengkan kepala dan mengalihkan pandangan ke Sung Ri.
“ Sung Ri-ah aku tadi melihatmu
makan bersama Chan Yeoll-ssi” sontak semua penghuni mobil kaget terkecuali Se
Young dan Hwang Joong.
“ Ne, aku memang makan bersamanya,
tapi jangan salah paham dulu. Dia hanya menemaniku makan” sanggah Sung Ri.
Akhirnya mereka berenam sampai
disalah satu mall. Mall ini milik keluarga Se Young. Jelasnya keluarga Se Young
memiliki beberapa mall di Korea Selatan maupun New York. Keluarga So Jung
memiliki tempat penginapan di Busan. Keluarga Sung Ri memiliki perusahan
pembuat mobil. Keluarga Min Ri memiliki restoran bintang atas. Sedangkan
keluarga Hwang Joong memiliki beberapa
perusahaan di Pranciss dan Korea Selatan.
“ Waah gaun ini lucu!” teriak Se
Young di salah satu otlet. Gaun bewarna merah maron tanpa lengan dan diatas
lutut tersebut juga dihiasi pita bewarana hitam dibagian bawah gaun tersebut.
“ K-kau akan mengambil gaun yang
kelihatan seperti lingergie
tersebut?!” Tanya Hwang Joong denga wajah sock.
“ Kurasa ini bagus” bela Se Young
sambil menuju kasir.
“ Aku pilih yang ini saja” kata Sae
Na yang sudah keluar dari tempat ganti dengan gaun balon selutut. Gaun tersebut
bewarana lavender dan terdapat springkel di gaun tersebut membuatnya agak
bercahaya. Di bagian bahu terdapat beberapa kupu-kupu kecil bewarna putih.
Kemudian di susul dengan gaun Sung
Ri bewarna putih. Gaun tersebut panjang sampai membentuk buntut, gaun tersebut
putih polos dengan renda di bagian bawah gaun. Min Ri memakai gaun bewarna
hijau dengan model tahun 90 lengkap dengan chartwell
hat bewarna hitam. So Jung mengenakan gaun bewarna pink panjang di
pinggangnya terdapat pita bewarna senada.
Hanya Hwang Joong saja yang belum
memilih gaun yang akan di pakai. Dia dari tadi masih sibuk memainkan gelangnya.
“ Kau belum memilih?” Tanya Se Young sehabis membayar di kasir.
“ Aku sudah punya di rumah, tenang
saja” jawab Hwang Joong. “ Hmm, apa kau akan yakin memakai gaunmu itu?”
lanjutnya.
“ Ne”
“ Haha, aku peringatkannya gaunmu
itu bisa membuat para lelaki bernafsu tahu gak!?”
CTAK
Se Young berhasil menjitak kepala
temannya tersebut. “ Apa kau bilang! Awas kau ya!” teriaknya marah.
“ Ne ne ne aku sudah
memperingatkanmu, so be careful”
Selesai
juga nih chap. Aku buat selama sehari karena untuk kedepannya aku tak dapat
melanjutkannya karena liburan. Saya selaku pemilik Blog ingin mengucapakan
terimakasih sebesar-besarnya untuk para pembaca.
HAPPY
New Years^^
Welcome
to 2015
Chap12 comming soon
0 komentar:
Posting Komentar