Kamis, 16 Oktober 2014

Crazy Dreams Come True chap7

Diposting oleh zahra natasya di 06.03
PERHATIAN:
Maaf jika ada kesalahan kata di chap ini.
Dilarang mencopy cerita ini!.
Not Real Story
#setanalasdeath

Min Ri dan So Jung masih menampilkan wajah shocknya. Mereka berdua masih setia memandangi sebuah bangunan kuno yang dikatakan sekolah itu. Banyak murid-murid yang berlalu lalang memandangi mereka berdua dengan tatapan heran. Yup, sekarang adalah hari dimana mereka mewakili sekolah untuk rapat di Seoul Art High School.
            “ Chogiyo, apa kalian perwakilan dari Soul Internasional High School?” tanya yeoja berbehel dan berkacamata besar. “ Annyeonghaseo Jessica imnida” lanjutnya sambil membungkukan badan.
            “ Ne, annyeonghaseo Min Ri imnida” jawab Min Ri dan di lanjutkan dengan perkenalan So Jung.  Yoon Jung mengantarkan mereka berdua ke ruang kepala sekolah. Di sepanjang lorong mereka bertiga atau tepatnya hanya So Jung dan Min Ri yang menjadi pusat perhatian. So Jung merasa risih akan tatapan tersebut.
            “ Min Ri-ah aku takut” bisik So Jung bersamaan sambil mengeratkan gengamanya. Min Ri menolehkan kepalanya ke kanan untuk melihat wajah So Jung. Dia hanya terkekeh melihat wajah So Jung.
            “ Seharusnya yang menemanimu itu Hwang Joong bukan aku” katanya. So Jung mendongakkan kepalanya kemudia menggeleng. “ Jika Hwang Joong yang menemaniku bisa-bisa kabur dan meninggalkanku sendiri ” jawab So Jung.
            “ Jessica-ssi!” teriak seseorang di belakang mereka. Reflek So Jung dan Min Ri memutar badanya dan seketika mata Min Ri membulat sempurna. Di hadapanya sekarang berdiri seorang namja berkacamata yang dia temui beberapa hari yang lalu.
            “ Jessica-ssi ini laporan keuanggan bulan Oktober” kata namja berkacamata itu sambil tersenyum. Jessica menerima beberapa lembar kertas dan menganalisinya. Namja tersebut mengalihkan pandanganya menuju dua yeoja dengan tampang cengo yang tidak jauh darinya.
            “ Kau kan yang pernah menabrakku?” kata namja tersebut sambil menunjuk Min Ri.
            “ Yaaa! Kau menyalahkanku?” teriak Min Ri sampai So Jung yang berada di sebelahnya harus menutup kedua telingannya. “ Min Ri-ah jangan berteriak di telingaku” protes So Jung.
            “ Mian, kau kenapa ada di sini?” tanya Min Ri. Namja tersebut hanya membalas dengan senyuman. “ Yaaa! Jawab pertanyaanku!” lanjutnya.
            “ Noona, seharusnya kau ijinkan aku memperkenalkan diri, lagi pula ini sekolahku jadi patutu aku disini dan seharunya aku yang bertanya kepadamu kenapa kau kesini” terangnya.
            “ Aku kesini untuk menghadiri rapat” jawab Min Ri.
            “ Mmm, bolehkah aku tahu siapa namamu?” tanya So Jung. Namja tersebut hanya mengaggukan kepalanya.
            “ Annyeonghaseo Tae Hyung imnida” kata namja tersebut.
            “ Annyeong Tae Hyung-ssi. So Jung imnida” jawab So Jung.
            “ Annyeong So Jung-ssi senang berekalan denganmu, kalau begitu aku pergi dulu ya, bye!”.
>< 
            Se Young masih mengerjakan tugas yang di berikan Park-seonsaengnim, sesekali dia menghela nafas. Di mejanya banyak buku-buku yang berserakan. Tangannya tak berhenti untuk menulis beribu kata di bukunya. Bel istirahat sudah berbunyi sekitar sepuluh menit yang lalu tapi dia masih enggan meninggalkan bangkunya.
Cess.
            Se Young terlonjak dan menolehkan kepalanya. Sebuah kaleng soda dingin berhasil menempel di pipi kananya. Di sebelahnya kini berdiri Hwang Joong yang tangan kananya terlulur untuk memberikan salah satu kaleng soda yang dia bawa dan di terima oleh Se Young.
            “ Kau harus beristirahat” saran Hwang Joong.
            “ Gomawo” jawab Se Young sambil membuka kaleng soda tersebut dan meneguknya sampai setengah kaleng. “ Tugas ini terlalu banyak jadi aku harus menyelesaikan kurang lebih setengahnya lalu aku lanjutkan di rumah”.
            “ Kau terlalu rajin” sahut Hwang Joong. Se Young hanya terkehkeh sambil menggelengkan kepala. “ Setidaknya aku berusaha sendiri dan tidak memaksa anak kelas sebelah untuk mengerjakanya” balas Se Young. Yeoja yang dari tadi meneguk isi kaleng sodanya menghentikan aktivitasnya dan menatap temanya yang sedang memasang wajah tanpa dosa.
            Pintu kelas tiba-tiba terbuka dan menampilkan seorang yeoja pendek yang sedang terengah-engah. Yeoja tersebut menghampiri Se Young dan Hwang Joong dan menduduki dirinya di salah satu kursi.
            “ Hwang Joong-ah ke-kenapa kau kabur!” teriak yeoja tersebut yang di ketahui bernama Sae Na.
            “ Aku tak mau pakai pakaian laknat tersebut” jawab Hwang Joong santai. Dia kembali memikirkan baju dengan rompi berwarna pink mencolok dengan pita yang berwarna senada dengan rompinya itu tampak menjijikan.
            “ Tapi itu bagus, lagi pula bukan hanya kau saja yang pakai semua yang bertugas dalam kegiatan ini” pinta Sae Na.
            “ Sekali tidak mau ya tidak mau!, kau membuang waktu istirahatku, annyeong !” pamit Hwang Joong yang mulai melangkahkan kakinya keluar kelas. Bisa dikatakan bahwa dia menghindar dari Sae Na.
            Sae Na hanya menggelengkan kepalanya dia sudah capek mencari Hwang Joong ke seluru penjuru sekolah. Se Young yang melihat temanya kelelahan hanya tersenyum lembut dan memberikan botol mineralnya.
            “ Gomawo Se Young-ah”
>< 
            Masih dua puluh menit lagi untuk keluar dari sini, keluh Sung Ri. Dia lebih tertarik melihat awan melalui jendela di sebelahnya dari pada mendengarkan Lee-seonsaengnim di depan. Ingin rasanya dia keluar dari neraka yang bernama kelas ini dengan secepatnya.
SREEK
            Suara pintu di geser membuat semua penghuni kelas menghentika seluruh aktivitasnya dan melihat siapakah yang datang. Seorang namja popular di sekolah sedang berdiri di ambang pintu. Matanya berusaha mencari seseorang yang saat ini dia butuhkan. Dan mata tersebut berhenti tepat di salah satu bangku seorang yeoja berambut hitam yang sedang melamun menghadap jendela.
            “ Lee seonsaengnim bolehkah aku meminjam salah satu muridmu?” tanyanya. Para siswi perempuan menatap namja tersebut dengan mata berbinar, mereka semua sangat berharap bahwa salah satu dari mereka yang di maksud.
            “ Ne, silahkan” izin Lee seonsaengnim yang mulai mencatat rumus entah apa di papan.
            Namja tersebut berjalan dengan santainya menuju kesalah satu bangku dekat jendela. Tangannya ia ulurkan untuk menepuk pudak si pemilik bangku tersebut. Tepat seperti dugaanya si pemilik bangku tampak terlonjak kaget saat pandanganya tertuju pada dirinya.
            Semua yang melihat adegan tersebut hanya menatap iri. Jika kalian penasaran siapa itu, mereka adalah D,o Kyung Soo dan Park Sung Ri. Bahkan beberapa murid jurnalistik yang satu kelas dengan Sung Ri sempat mengabadikan moment tersebut melalui kamera telpon gengamnya.
            “ D.o? w-wae?” tanya Sung Ri gelagapan. Gara-gara kejadian dia tertangkap basah saat tak sengaja menguping pembicaraan D.o dengan pacarnya, Sung Ri merasa sedikit canggung bersamanya.
            “ Kita di suruh Edison untuk membahas beberapa hal penting saat ini juga” jawab D.o santai. Sung Ri hanya mengangguk dan berdiri dari bangkunya.
            Secara reflek tangan D.o menggemgam tangan Sung Ri. Sontak semua mata membulat semua termasuk Sung Ri sendiri. D.o menarik Sung Ri keluar kelas meninggalkan beribu mata yang membulat sempurna.
                                                                        >.<
            This is my coup d’etat
Ibeseo ibeuro doneun boomerang
Hands up, get high
Norae sijakhanda naega sullaeda
            Nada dering i-phone milik Hwang Joong terdengar di susul dengan nama So Jung Call di bagian layarnya. Hwang Joong mentapa i-phonenya diam. Sebetulnya jam pelajaran masih berlaku di sekolah ini, tapi karena Hwang Joong sedang malas untuk sekedar berdiam diri di kelas sambil mendengarkan ocehan entah apa isinya yang keluar dari mulut Chan Ra seonsaengnim, dia memutuskan untuk beristirahat di ruang kesehatan.
            Jari telunjuknya dia geserkan ke layar posel tersebut setelah itu menempelkan I-phonenya di telinga kanan. Kakinya dia taruh diatas meja, tenang saja hanya dia seorang murid perempuan  yang memakai seragam laki-laki.
            “ Yo__” belum sempat Hwang Joong menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba terdengar suara cempreng di seberang sana yang membuat dirinya menjauhkan I-phonenya dari telinga.
            “ Hwang Joong-ah I miss you! Bagaimana kabarmu? Eh bukanya sekarang jam pelajaran Chan Ra seonsaengnim? Kenapa kau bisa mengangkat telpon dariku? Apa kau membolos? Ah itu tidak penting, yang penting nanti cari Sae Na dan katakana jika dia harus mengikuti rapat selanjutnya bersama Se Hun, sudah dulu,ya aku sibuk. Annyeong!” cerocos So Jung di seberang sana lalu memtuskan sambungan telponnya.
            Hwang Joong mengaga dan menaikan sebelah alisnya bingung. Dia kemudian bangkit dan meninggalkan ruang kesehatan.
            Langkah kaki yeoja bertampang garang berhenti di salah satu bangku taman yang di duduki seorang yeoja dan namja yang sedang memakan ice-cream. Jika dilihat-lihat kedua orang tersebut seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan kemudian muncul seorang monster yang merusak suasana.
            “ Sae Na, Se Hun-ssi besok kau berdua akan menghadiri rapat di-di-aigo aku lupa nama sekolahnya” kata Hwang Joong sambil berusaha mengingat-ingat.
            “ Seoul Art High School” muncul suara berat dari belakang tubuh Hwang Joong. Disana berdiri sang ketua OSIS yang tampaknya selesai berolahraga karena dia memakai sergam olahraga disertai bulir-bulir keringat.
            “ Nah! Itu maksudku” sahut Hwang Joong.
            “ Ne, kami akan datang jika kau mau memakai seragam ini!” jawab Sae Na yang di tanganya kini terdapat seragam menjijikan entah dari mana asalnya.
            “ Shireo!” teriak Hwang Joong kemudia berlari meniggalkan TKP. Sae Na yang melihat temanya kabur buru-buru menyusulnya sambil meneriaki Hwang Joong. Sedangkan Edison dan Se Hun hanya saling memandang dengan wajah cengo.

            Selesai juga chap ini!. Maaf baru update sekarang karena aku harus mengalai masa ke-stressan akibat UTS beberapa minggu yg lalu. Sekedar Informasi aku dan twinsku sedang mengidolakan seorang yang bernama hayinata. Terimakasih semua yang udah mau nunggu dan baca chap ini. Bye~

Chap 8 Coming Soong

0 komentar:

Posting Komentar

 

Zara's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei