PERHATIAN:
Maaf
jika ada kesalahan kata di chap ini.
Dilarang
mencopy cerita ini!.
Not
Real Story
#setanalasdeath
Min
Ri dan So Jung masih menampilkan wajah shocknya. Mereka berdua masih setia
memandangi sebuah bangunan kuno yang dikatakan sekolah itu. Banyak murid-murid
yang berlalu lalang memandangi mereka berdua dengan tatapan heran. Yup,
sekarang adalah hari dimana mereka mewakili sekolah untuk rapat di Seoul Art
High School.
“ Chogiyo, apa kalian perwakilan
dari Soul Internasional High School?” tanya yeoja berbehel dan berkacamata
besar. “ Annyeonghaseo Jessica imnida” lanjutnya sambil membungkukan badan.
“ Ne, annyeonghaseo Min Ri imnida”
jawab Min Ri dan di lanjutkan dengan perkenalan So Jung. Yoon Jung mengantarkan mereka berdua ke ruang
kepala sekolah. Di sepanjang lorong mereka bertiga atau tepatnya hanya So Jung
dan Min Ri yang menjadi pusat perhatian. So Jung merasa risih akan tatapan
tersebut.
“ Min Ri-ah aku takut” bisik So Jung
bersamaan sambil mengeratkan gengamanya. Min Ri menolehkan kepalanya ke kanan
untuk melihat wajah So Jung. Dia hanya terkekeh melihat wajah So Jung.
“ Seharusnya yang menemanimu itu
Hwang Joong bukan aku” katanya. So Jung mendongakkan kepalanya kemudia
menggeleng. “ Jika Hwang Joong yang menemaniku bisa-bisa kabur dan
meninggalkanku sendiri ” jawab So Jung.
“ Jessica-ssi!” teriak seseorang di
belakang mereka. Reflek So Jung dan Min Ri memutar badanya dan seketika mata
Min Ri membulat sempurna. Di hadapanya sekarang berdiri seorang namja
berkacamata yang dia temui beberapa hari yang lalu.
“ Jessica-ssi ini laporan keuanggan
bulan Oktober” kata namja berkacamata itu sambil tersenyum. Jessica menerima
beberapa lembar kertas dan menganalisinya. Namja tersebut mengalihkan
pandanganya menuju dua yeoja dengan tampang cengo yang tidak jauh darinya.
“ Kau kan yang pernah menabrakku?”
kata namja tersebut sambil menunjuk Min Ri.
“ Yaaa! Kau menyalahkanku?” teriak
Min Ri sampai So Jung yang berada di sebelahnya harus menutup kedua
telingannya. “ Min Ri-ah jangan berteriak di telingaku” protes So Jung.
“ Mian, kau kenapa ada di sini?”
tanya Min Ri. Namja tersebut hanya membalas dengan senyuman. “ Yaaa! Jawab
pertanyaanku!” lanjutnya.
“ Noona, seharusnya kau ijinkan aku
memperkenalkan diri, lagi pula ini sekolahku jadi patutu aku disini dan
seharunya aku yang bertanya kepadamu kenapa kau kesini” terangnya.
“ Aku kesini untuk menghadiri rapat”
jawab Min Ri.
“ Mmm, bolehkah aku tahu siapa
namamu?” tanya So Jung. Namja tersebut hanya mengaggukan kepalanya.
“ Annyeonghaseo Tae Hyung imnida”
kata namja tersebut.
“ Annyeong Tae Hyung-ssi. So Jung
imnida” jawab So Jung.
“ Annyeong So Jung-ssi senang
berekalan denganmu, kalau begitu aku pergi dulu ya, bye!”.
><
Se Young masih mengerjakan tugas
yang di berikan Park-seonsaengnim, sesekali dia menghela nafas. Di mejanya
banyak buku-buku yang berserakan. Tangannya tak berhenti untuk menulis beribu
kata di bukunya. Bel istirahat sudah berbunyi sekitar sepuluh menit yang lalu
tapi dia masih enggan meninggalkan bangkunya.
Cess.
Se Young terlonjak dan menolehkan
kepalanya. Sebuah kaleng soda dingin berhasil menempel di pipi kananya. Di
sebelahnya kini berdiri Hwang Joong yang tangan kananya terlulur untuk
memberikan salah satu kaleng soda yang dia bawa dan di terima oleh Se Young.
“ Kau harus beristirahat” saran
Hwang Joong.
“ Gomawo” jawab Se Young sambil
membuka kaleng soda tersebut dan meneguknya sampai setengah kaleng. “ Tugas ini
terlalu banyak jadi aku harus menyelesaikan kurang lebih setengahnya lalu aku
lanjutkan di rumah”.
“ Kau terlalu rajin” sahut Hwang
Joong. Se Young hanya terkehkeh sambil menggelengkan kepala. “ Setidaknya aku
berusaha sendiri dan tidak memaksa anak kelas sebelah untuk mengerjakanya”
balas Se Young. Yeoja yang dari tadi meneguk isi kaleng sodanya menghentikan
aktivitasnya dan menatap temanya yang sedang memasang wajah tanpa dosa.
Pintu kelas tiba-tiba terbuka dan
menampilkan seorang yeoja pendek yang sedang terengah-engah. Yeoja tersebut
menghampiri Se Young dan Hwang Joong dan menduduki dirinya di salah satu kursi.
“ Hwang Joong-ah ke-kenapa kau
kabur!” teriak yeoja tersebut yang di ketahui bernama Sae Na.
“ Aku tak mau pakai pakaian laknat
tersebut” jawab Hwang Joong santai. Dia kembali memikirkan baju dengan rompi
berwarna pink mencolok dengan pita yang berwarna senada dengan rompinya itu
tampak menjijikan.
“ Tapi itu bagus, lagi pula bukan
hanya kau saja yang pakai semua yang bertugas dalam kegiatan ini” pinta Sae Na.
“ Sekali tidak mau ya tidak mau!,
kau membuang waktu istirahatku, annyeong !” pamit Hwang Joong yang mulai
melangkahkan kakinya keluar kelas. Bisa dikatakan bahwa dia menghindar dari Sae
Na.
Sae Na hanya menggelengkan kepalanya
dia sudah capek mencari Hwang Joong ke seluru penjuru sekolah. Se Young yang
melihat temanya kelelahan hanya tersenyum lembut dan memberikan botol
mineralnya.
“ Gomawo Se Young-ah”
><
Masih dua puluh menit lagi untuk
keluar dari sini, keluh Sung Ri. Dia lebih tertarik melihat awan melalui
jendela di sebelahnya dari pada mendengarkan Lee-seonsaengnim di depan. Ingin
rasanya dia keluar dari neraka yang bernama kelas ini dengan secepatnya.
SREEK
Suara pintu di geser membuat semua
penghuni kelas menghentika seluruh aktivitasnya dan melihat siapakah yang
datang. Seorang namja popular di sekolah sedang berdiri di ambang pintu.
Matanya berusaha mencari seseorang yang saat ini dia butuhkan. Dan mata
tersebut berhenti tepat di salah satu bangku seorang yeoja berambut hitam yang
sedang melamun menghadap jendela.
“ Lee seonsaengnim bolehkah aku
meminjam salah satu muridmu?” tanyanya. Para siswi perempuan menatap namja
tersebut dengan mata berbinar, mereka semua sangat berharap bahwa salah satu
dari mereka yang di maksud.
“ Ne, silahkan” izin Lee
seonsaengnim yang mulai mencatat rumus entah apa di papan.
Namja tersebut berjalan dengan
santainya menuju kesalah satu bangku dekat jendela. Tangannya ia ulurkan untuk
menepuk pudak si pemilik bangku tersebut. Tepat seperti dugaanya si pemilik
bangku tampak terlonjak kaget saat pandanganya tertuju pada dirinya.
Semua yang melihat adegan tersebut
hanya menatap iri. Jika kalian penasaran siapa itu, mereka adalah D,o Kyung Soo
dan Park Sung Ri. Bahkan beberapa murid jurnalistik yang satu kelas dengan Sung
Ri sempat mengabadikan moment tersebut melalui kamera telpon gengamnya.
“ D.o? w-wae?” tanya Sung Ri
gelagapan. Gara-gara kejadian dia tertangkap basah saat tak sengaja menguping
pembicaraan D.o dengan pacarnya, Sung Ri merasa sedikit canggung bersamanya.
“ Kita di suruh Edison untuk
membahas beberapa hal penting saat ini juga” jawab D.o santai. Sung Ri hanya
mengangguk dan berdiri dari bangkunya.
Secara reflek tangan D.o menggemgam
tangan Sung Ri. Sontak semua mata membulat semua termasuk Sung Ri sendiri. D.o
menarik Sung Ri keluar kelas meninggalkan beribu mata yang membulat sempurna.
>.<
This is my coup d’etat
Ibeseo
ibeuro doneun boomerang
Hands
up, get high
Norae
sijakhanda naega sullaeda
Nada
dering i-phone milik Hwang Joong terdengar di susul dengan nama So Jung Call di
bagian layarnya. Hwang Joong mentapa i-phonenya diam. Sebetulnya jam pelajaran
masih berlaku di sekolah ini, tapi karena Hwang Joong sedang malas untuk
sekedar berdiam diri di kelas sambil mendengarkan ocehan entah apa isinya yang
keluar dari mulut Chan Ra seonsaengnim, dia memutuskan untuk beristirahat di
ruang kesehatan.
Jari
telunjuknya dia geserkan ke layar posel tersebut setelah itu menempelkan
I-phonenya di telinga kanan. Kakinya dia taruh diatas meja, tenang saja hanya
dia seorang murid perempuan yang memakai
seragam laki-laki.
“
Yo__” belum sempat Hwang Joong menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba terdengar
suara cempreng di seberang sana yang membuat dirinya menjauhkan I-phonenya dari
telinga.
“
Hwang Joong-ah I miss you! Bagaimana kabarmu?
Eh bukanya sekarang jam pelajaran Chan Ra seonsaengnim? Kenapa kau bisa
mengangkat telpon dariku? Apa kau membolos? Ah itu tidak penting, yang penting
nanti cari Sae Na dan katakana jika dia harus mengikuti rapat selanjutnya
bersama Se Hun, sudah dulu,ya aku sibuk. Annyeong!” cerocos So Jung di seberang
sana lalu memtuskan sambungan telponnya.
Hwang
Joong mengaga dan menaikan sebelah alisnya bingung. Dia kemudian bangkit dan
meninggalkan ruang kesehatan.
Langkah
kaki yeoja bertampang garang berhenti di salah satu bangku taman yang di duduki
seorang yeoja dan namja yang sedang memakan ice-cream. Jika dilihat-lihat kedua
orang tersebut seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan kemudian muncul
seorang monster yang merusak suasana.
“
Sae Na, Se Hun-ssi besok kau berdua akan menghadiri rapat di-di-aigo aku lupa
nama sekolahnya” kata Hwang Joong sambil berusaha mengingat-ingat.
“
Seoul Art High School” muncul suara berat dari belakang tubuh Hwang Joong.
Disana berdiri sang ketua OSIS yang tampaknya selesai berolahraga karena dia
memakai sergam olahraga disertai bulir-bulir keringat.
“
Nah! Itu maksudku” sahut Hwang Joong.
“
Ne, kami akan datang jika kau mau memakai seragam ini!” jawab Sae Na yang di
tanganya kini terdapat seragam menjijikan entah dari mana asalnya.
“
Shireo!” teriak Hwang Joong kemudia berlari meniggalkan TKP. Sae Na yang
melihat temanya kabur buru-buru menyusulnya sambil meneriaki Hwang Joong.
Sedangkan Edison dan Se Hun hanya saling memandang dengan wajah cengo.
Selesai
juga chap ini!. Maaf baru update sekarang karena aku harus mengalai masa
ke-stressan akibat UTS beberapa minggu yg lalu. Sekedar Informasi aku dan
twinsku sedang mengidolakan seorang yang bernama hayinata. Terimakasih semua
yang udah mau nunggu dan baca chap ini. Bye~
Chap 8 Coming Soong
0 komentar:
Posting Komentar