Minggu, 02 November 2014

Crazy Dreams Come True Chap8

Diposting oleh zahra natasya di 06.16
Perhatian:
Maafkan saya jika ada kesalahan kata pada chap ini.
Maafkan saya yang terlalu lama updatednya.
Maafkan saya jika chap ini tidak memuaskan.
Selamat membaca bagi yang berminat, jika tidak silahkan tekan tombol kembali pada gadget anda.
#Setanalasdeath
#Prayformyphone
> 
< 
> 
< 
Malam semakin larut, So Jung baru saja membersihkan diri langsung berbaring diatas kasur empuknya. Badanya berusaha untuk memposisikan dirinya dengan nyaman. Pekerjaan hari ini menyita waktunya untuk membuka social media yang dia miliki. Karena tidak ada kerjaan, So Jung membuka akun Friends Store Line yang baru-baru ini dia buat.
            Jarinya dengan lihai mengetik username dan password, kemudian terdapat tulisan ‘loading’ pada layar laptop kesayanganya. Beberapa detik kemudian halaman utama telah muncul dan terdapat banyak status-status beraneka ragam. Tak mau kalah So Jung juga membuat salah satu status.
     “Hari yang melelahkan”.
            Beberapa saat muncul komen dari teman-temanya.
            MinRiChoi=Fighting!”
     SungRi209= Fighting (‘3’)/ “
     SaeNavr=  “ Jinnja?”
HJ1803=  “ ani”
SaeNavr= “ Hwang joong kau harus memakai bajunya”
HJ1803= “ shireo!”
MinRiChoi= “ Mwo!? Baju? Kita dapat seragam baru?”
HJ1803= “ Ne, Sae Na dan Se Hun yang memilihnya tadi,
 Jika boleh aku sarankan jangan pernah pakai baju itu”
     QOSJung= “wae?”
     SungRi209= “ jangan dengarkan Hwang Joong!”
     Parkseyoung= “ Annyeonghaseo!^^”
     HJ1803= “ asal kalian tau bajunya warna pink mencolok”
     QOSJung= “ Mwo? Pink, aku suka pink”
     Parkseyoung= “ Kalian ngomongin apa?”
     MinRiChoi= “ Annyeong Se Young-ah”
     Parkseyoung= “ Annyeong Min Ri-ah”
     HJ1803= “ Sudah diam, kalian mengganggu ketenanganku”
     SaeNavr= “ Hwang Joong, please…”
     HJ1803= “ Shireo!”
     SaeNavr= “ please *bbuing-bbuing”
            Jarum pendek berhenti diangka delapan dan jarum panjang berada diangka sepuluh. Mata So Jung juga mulai menutup perlahan. Kadang kala dia juga menguap menandakan sudah waktunya untuk berbaring diatas kasur, mematikan lampu, bersembunyi di bawah selimut tebal dan mulai menutup mata.
TING
            Tiba-tiba sebuah chat muncul di halaman beranda. Mau tak mau So Jung harus membukanya siapa tahu itu penting.
JeonKookie77 message1
            Mata So Jung yang semula ingin menutup langsung terbuka lebar.
JeonKookie77= “ Annyeong Kristal-ssi”
            Buru-buru So Jung dengan cekatan mengetik balasan.
QOSJung= annyeong jiminie”
JeonKookie77=Kau belum tidur?. ayo cepat tidur sekarang sudah larut malam!, nanti bisa sakit”
QOSJung= “ Siap”
     Setelah membaca pesan tersebut So Jung mulai menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut tebal dan larut dengan mimpi indahnya.
                                                                        ><
            Malam ini Hee Byul makan malam bersama sepupunya hanya berdua. Katanya ada beberapa hal yang ingin ditanyakan oleh sepupunya. Hee Byul sempat tidak percaya jika sepupunya mengajak makan malam bersama.
            Hwang Joong memilih kedai dekat taman bermain sewaktu ia kecil sebagai tempat makan malamnya. Kedai ini tidak terlalu buruk, walaupun angin malam tetap saja berhembus dengan kencang. Sudah dari kecil Hwang Joong selalu ke tempat ini untuk sekedar mencoba beberapa makanan tradisional korea atau cuma sekedar minum teh hangat.
            “ Hwang Joong-ah apa itu kau?” tanya seorang nenek-nenek yang memakai apron hijau bermotif bunga matahari. Nenek-nenek tersebut menghampiri Hwang Joong yang baru saja datang.
            “ Halmeoni lama tak berjumpa, apa halmeoni sehat?” jawab Hwang Joong lalu memeluk nenek-nenek tersebut.
            “ Halmeoni sehat, oh kau membawa temanmu juga?” tanya-nya sambil berjalan mendekati Hee Byul.
            “ Ani, dia itu sepupuku”
            “ Jinnja? Ayo silahkan duduk”
            “ Ghamsahamnida” jawab Hee Byul.
            “ Jadi kalian ingin makan apa?”
            “ Aku pesan odeng, bungeoppang pasta kacang merah, gyeranppang, dan hweori gamja” kata Hwang Joong semangat. Hee Byul hanya cengo ketika pesanan sang sepupu banyak sekali, tak disangka.
            “ Aku pesan bibimbap” kata Hee Byul. Halmeoni tersebut dengan cekatan emnuliskan pesana kedua pelangganya tersebut lalu pergi menuju area masak.
            “ Kau tau? Kedai ini berdiri sejak aku masih duduk di taman kanak-kanak. Dulu aku sering bermain di taman bermain itu bersama Joong Hyun-hyung sewaktu kecil” kata Hwang Joong sambil menunjukan jari telunjukannya kearah taman bermain. Hee Byul hanya menganggukan kepala.
            “ Hwang Joong-ssi kenapa kau menyebut Joong Hyun oppa dengan sebutan ‘hyung’?”
            “ Itu karena aku tidak mau mengakui jika dia kakak kandungku, karena dia terlalu lemah untuk menjadi seorang kakak”
            “ Tapi, diakan kakak-mu jadi kau harus menerimanya apa adanya”
            “ Itu tidak pernting. Sekarang coba ceritakan kisah hidupmu sebelum kau menjadi sepupuku?”
            “ Mmm, aku hidup sebatang kara, kedua orang tuaku sudah meninggal akibat kecelakaan mobil saat malam natal. Aku hidup di panti asuhan di daerah Busan. Di sana aku menemukan cinta pertamaku namanya…” belum sempat Hee Byul melanjutkan pembicaraanya pesanan mereka sudah siap.
            Hwang Joong dengan mata berbinar langsung memakan bungeoppang dengan lahap seakan-akan hanya itu saja yang tersisa di dunia ini. Karena sepupunya makan dengan rakus diam-diam Hee Byul mengeluarkan telfon gengamnya dan memotretnya.
            “ Aku tak peduli dengan cinta pertamamu, sekarang coba ceritakan keseharianmu” pinta Hwang Joong dengan mulut penuh dengan makanan.
            “ Aku selalu membersihkan kebun menemani bibi kang berbelanja membersihkan kamar mandi menjaga bayi yang ada disana sampai akhirnya aku bertemu dengan ajumma-mu. Aku sangat senang mendapat orang tua baru tapi aku juga merasa sedih harus terpisah dengan orang-orang yang berada di panti dan juga harus terpisah dengan cinta pertamaku” terang Hee Byul sedih. Tangannya yang semula mengaduk bibimbap kini berhenti.
            “ Baiklah lebih baik kita lanjutkan makan malamya” saran Hwang Joong. Kemudian mereka melanjutkan makan malam tanpa ada suara apapung kecuali dentingan sendok dan para pengunjung yang datang.
                                                                        ><
            “ Kurang telur dan gula” guman Min Ri sambil memperhatikan barang belanjaanya. Kini dia berada di salah satu supermarket dekat rumahnya. Kalau saja ibunya yang baik hati tidak menyuruhnya pergi berbelanja malam ini dia pasti sudah tidur.
            “ Apakah ini saja?” tanya sang kasir. Min Ri hanya mengangguk dan sibuk memindahkan barang-barang yang berada di trollynya tanpa mempedulikan si penjaga kasir.
            “ Hasilnya 20.000won” kata si penjaga kasir. Min Ri menyerahkan beberapa lembar uang dan langsung membawa barang belanjaannya keluar supermarket.
            Saat si penjaga kasir ingin memberikan uang kembalian si pembeli sudah pergi, jadi mau tak mau dia harus mengejarnya.
            Tak disangka malam-malam begini Min Ri berpapasan dengan kedua temanya. Hwang Joong dan Hee Byul.
            “ Kalian darimana?” tanya Min Ri.
            “ Kita habis makan malam” jawab Hee Byul ramah.
            “ Tumben sekali kau makan malam bersama sepupumu? Bahkan bersama kakakkmu sendiri tidak pernah makan malam berdua?”.
            “ Bukan urusanmu” sahut Hwang Joong.
Noona!. Medengar teriakan tersebut mereka beritga mencari sumber suara tersebut. Seorang namja berkacamata dengan seragam berwarna merah sedang berlari menuju kearah mereka.
            “ Kau!” teriak Min Ri tidak percaya.
            “ Ne ini aku” kata namja tersebut setelah sampai.
            “ Kenapa aku harus selalu bertemu dengamu?” kesal Min Ri.
            “ Cih, aku kesini hanya ingin mengantarkan kembalianmu, pabbo!” sahut namja tersebut sambil menyerahkan beberapa lembar uang kearah Min Ri.
            Hwang Joong menatap mereka berdua dengan tatapan bosan sedangkan Hee Byul berusaha mengingat-ingat namja tersebut. Sepertinya dia pernah melihat namja tersebut sampai akhirnya.
            “ Kim Seok Jin?” tanya Hee Byul hati-hati. Namja tersebut menoleh kearah Hee Byul. Sontak kedua mata mereka berdua melebar saat bertemu. Mereka sama-sama sock.
            “ Hee Byul-ah”
Yee selesai juga chapter 8. Bener-bener menguras ide nih. Buat kalian yang penasaran sebenarnya apa hubungan Hee Byul dan Jin. Mengapa mereka saling mengenal?. Dan sebuah kejadian yang merengut nyawa salah satu teman Hwang Joong. Tunggu di chap 9.
Doakan semoga saya dapat di beri ide yang bagus. Makin giat belajar dan move on dari fanfic-fanfic yang selalu menemaniku kapan dan dimana saja. Doakan juga semoga hp tersayang saya cepat sembuh dari penyakit hardware. Sudah dua minggu ini hp saya menginap di salah satu rumah sakit khusus gadget di daerah Surabaya. #amin

Chap 9 Coming Soon

3 komentar:

Park MyoRa on 21 Desember 2014 pukul 04.51 mengatakan...

Mm... Bentar mbak nya, Kim Seok Jin itu siapa? Ngapain bawa2 namjachinguku? Dia suatu saat akan muncul dlm FFku oy. Knp kau duluin se??! -_-"

zahra natasya on 21 Desember 2014 pukul 05.31 mengatakan...

Jadi itu Jin itu pasangannya Hee Byul. Jin itu juga kakaknya V. Dulu sebelum Hee Byul diasuh tanteku mereka berdua sahabatan, sampai pas V sama Hee Byul diasuh orang lain dan meninggalkan Jin di Panti asuhan sendirian

Park MyoRa on 26 Desember 2014 pukul 06.50 mengatakan...

tp tetep aja kamu mendahuluiku..
kamu masukin jin di ff mu duluan -, - "

Posting Komentar

 

Zara's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei