Minggu, 14 September 2014

Crazy Dreams Come True chap5

Diposting oleh zahra natasya di 05.39
Perhatian:
Saya minta maaf jika ada kesalahan kata pada cerita ini
Ini bukan TRUE STORY
Maaf jika jelek
Happy Reading!
>
<
>
Sinar matahari masuk melewati celah-celah jendela kamar Hwang Joong. Kali ini dia masih beruntung bisa tidur selama lima jam, biasanya dia hanya tidur sekitar tiga jam. Tadi malam Hwang Joong memutuskan tidur di sofa karena tempat tidurnya di tempati oleh sang sepupu.
Hwang Joong perlahan membuka kedua kelopak matanya yang menampilkna bola mata hitam pekat. Dia melihat sang sepupu sudah berganti pakaian seragam sekolah barunya. Hwang Joong akui jika sepupunya tersebut memang cocok memakai seragam sekolahnya di banding dirinya sendiri.
Hee Byul menolehkan kepalanya dan mendapati Hwang Joong yang baru bangun tidur. “ Good morning!” sapa Hee Byul.
Hwang Joong hanya menatap sepupunya dengan malas. “ Hn, morning to” jawabnya sambil menuju kamar mandi.
Setelah berganti pakaian seragam dan memasukan buku ke dalam tas ransel Hwang Joong menuju ke ruang makan untuk sarapan. Di keluarga Kim sarapan itu wajib bagi seluruh anggota keluarga.
Morning,baby” sapa Ny.Kim yang melihat anak perempuanya memasuki ruang makan.
“ Eomma, aku nanti ada meeting jadi kemungkinan besar aku pulang larut” kata Joong Hyun.
Not problem, but as long as you take care of yourself outside” jawab Ny.Kim.” Ai-chan apa kau sudah siap untuk sekolah barumu?” tanya Ny.Kim yang melihat anak angkat dari adiknya tersebut.
“ Ne ajumma” jawab Hee Byul.
“ Joong Hyun nanti kau antarkan adikmu dan Ai-chan berangkat sekolah” perintah Ny.Kim yang di balas anggukan kepala sang anak sulung.
Sarapan pagi itu pun berjalan dengan damai. Semua orang yang berada di ruangan itu tampak berbincang-bincang. Sang kepala keluarga sedang mengobrol dengan adik iparnya, Ny.Kim sedang membicarakan tentang brand-brand terkenal yang sedang naik daun dengan adiknya, sedangkan si anak sulung lebih suka berbicara mengenai pekerjaan dengan si sepupu barunya. Semua tampak bahagia di situ terkecuali si bungsu yang hanya memandang dengan aura kebencian.
Bukan semua, tapi laki-laki berjas yang sedang mengobrol dengan appa-nya tersebut. Pria yang sekarang menjabat sebagai ajussinya tersebut dan merupakan suami sah dari ajumma yang dia sayangi sebelumnya.
Hwang Joong terus menatap pria tersebut dan berusaha mencari suatu kebenaran. Sebuah rahasia yang mungkin belum di ketahui oleh semua orang tapi bukan Hwang Joong namanya jika tidak mendapatkan seluruh informasi tentang pria berkumis itu dari sang kakek.
Jika kalian penasaran apa yang terjadi dengan Hwang Joong aku akan menceritakan sekilas biodatanya kepada kalian.
Kim Hwang Joong, lahir 18, Maret,2000 di Paris, Pranciss. Anak bungsu dari pasangan Kim Hyun Joong dan Anna Jo ini sangat dekat dengan kakeknya. Di saat umur tiga tahun kakeknya yang bernama Kim Han Joong tersebut telah mengajarinya berbagai macam bela diri.
Sekilas info saja ayah dari Kim Hyun Joong ini ketua dari sebuah kelompok rahasia yang tugasnya melawan dan menyelidiki mafia. Banyak kasus yang sudah dia tangani dan semua berjalan dengan mulus tampa hambatan. Kim Han Joong ingin sekali cucu perempuannya ini melanjutkan misinya kelak. Kenapa bukan Joong Hyun? Mudah saja Joong Hyun terlalu lemah atau mungkin sangat lemah di bidang bela diri.
Yah, hubungan kakek denga cucunya berjalan mulus sampai suatu ketika Hwang Joong hampir pernah membuat temannya ke hilangan nyawa karena bertengkar hal sepele. ‘ Jangan sia-siakan waktu sebelum lawanmu terkapar’ kalimat dari sang kakek selalu terngiang di kepalanya. Kim Hyun Joong mengetahui itu sangat marah terhadap ayahnya sendiri dan memutuskan tali kekeluargaan dengannya. Akhirnya Hyun Joong membawa keluarga kecilnya untuk pindah ke Korea. Tapi sang ayah bersikukuh bahwa Hwang Joonglah yang pantas melanjutkan misi berikutnya. Dan akhirnya dengan kerja keras sang kakek kini selalu berkomunikasi dan sering memberikan misi rahasia kepada sang cucu.Termasuk misi tingkat A kali ini. Yah, misinya kali ini hanya mengawasi gerak-gerik si mantan mafia terkenal yang menyamar menjadi suami sah ajumma-nya tersebut.
Hwang Joong menyeringai kejam sambil menatap pria tersebut. ‘ Kau akan mati ditanganku, stupid ajussi’.
                                                            >.<
Choi Min Ri sangat bersemangat mengayuh sepeda pink-nya. Udara kali ini sejuk dan hitung-hitung berolah raga sebelum belajar. Karena keasyikan menikmati cuaca pagi hari Min Ri hampir saja menabrak namja yang mebawa setumpukan Koran.
” Aigo” keluh Min Ri yang dengan sukses jatuh dari sepedanya.
“ Gwaechanayo?” tanya namja tersebut yang menghampiri Min Ri.
“ Pabbo! Jelas aku kesakitan!” sembur Min Ri yang menampilakn wajah kesalnya.
Namja berkacamata itu hanya terdiam. “ Mianhaeyo” lanjutnya.
Min Ri kemudian bangkit dan menepuk rok sekolahnya yang kotor. Sepedanya untung masih tidak apa-apa jika namja culun di depanya berani merusak sepeda kesayanganya Min Ri tak segan-segan mempraktekan sedikit jurus beladiri yang di ajarkan Hwang Joong beberapa waktu yang lalu.
“ Kau mau kemana?” tanya namja itu lagi, saat melihat Min Ri menaiki sepedanya.
“ Tentu sekolah pabbo! Kau pikir pekerjaanku hanya main-main sepertimu apa?” jawab Min Ri lalu mengowes sepedanya meninggalkan namja berkacamata tersebut.
Saat namja tersebut ingin melanjutkan mengantar koranya dia menemukan kartu pelajar tergeletak di dekatnya. Karena penasaran namja tersebut akhirnya mengampil kartu tersebut. Choi Min Ri, namja tersebut berani taruhan jika kartu ini pasti milik yeoja yang hampir menabraknya tadi.
                                                            >.<
“ Sejak kapan kau tertular virus imsonia milik twinsmu?” tanya Se Young sambil menatap teman sebangkunya. Pagi ini mereka sudah berada di cafeteria sekolah untuk sarapan.
“ Kau tahu tidak? Tadi malam aku ngobrol dengan seorang namja bernama Ji Min lho!” ujar So Jung bersemangat.
“ Siapa itu?”
“ Anak Seoul Art High School, dia sangat baik terhadapku”
“ Hati-hati penipuan!”
“ Tenang, aku sudah menyamarkan namaku menjadi Krystal”
“ Um, geurae”
                                                               >.<
Hee Byul masih mengurus data kepindahanya di kantor kepala sekolah sementara Hwang Joong menunggunya di luar. Saat menunggu sang sepupu di dalam dia bertemu dengan namja yang sangat amat dia benci. Namja yang merupakan musuh bebuyutanya sejak dia pindah ke Korea. Edison Zi sang ke tua OSIS tersebut menghampirinya.
“ Kena hukuman lagi?” tebaknya sok tau.
“ Aku sedang menunggu sepupuku yang berada di dalam” jawab Hwang Joong malas. Karena ini masih pagi dia tidak ingin bertengkar dulu dengan namja yang sekarang ada di sebelahnya.
“ Sepupumu? Akan bersekolah disini?” tanya Edison. “ Aku penasaran dengan sepupumu? Apa dia sama berandalannya denganmu? Atau mungkin lebih parah?” lanjutnya dengan nada mengejek.
BRUK!. Hwang Joong berhasil meninju perut namja yang dari tadi sudah menghabiskan kesabaranya. Rahang Edison mengeras, dan tatapan membunuh di berikan khusuh untuk Hwang Joong. Saat Edison ingin menghajar seorang yeoja di depanya tiba-tiba pintu ruang kepala sekolah terbuka.
“ Hwang Joong apa kau tidak apa=apa?” tanya Hee Byul kawatir.
“ Ne, ayo kita ke kelas aku sudah muak dengan orang di sampingku ini” jawab Hwang Joong sambil menyeret Hee Byul menjauh dari ruang kepala sekolah.
“ Lama-lama aku bisa gila jika bertemu dengannya lagi” guman Edison.
                                                >.<
“ Hwang Joong!” teriak Min Ri yang melihat teman sekelasnya sedang menyeret seorang yeoja.” Siapa dia?” lanjutnya penasaran.
“ Annyeong haseo Park Hee Byul imnida” sapa Hee Byul.
“ Kau murid pindahan? Kenapa kau bersama Hwang Joong? Jangan-jangan kau dapat masalah dengannya?” tanya Min Ri beruntun. Hwang Joong hanya memutar bola matanya bosan.
“ Aniyo, Hwang Joong ini sepupuku” jawab Hee Byul sambil tersenyum ramah.
“ Kau akan masuk kelas apa?” tanya Min Ri penasaran.
“ XI-4” jawab Hee Byul. Tangan Min Ri langsung menggandeng tangan Hee Byul. “ Ayo aku antarkan ke kelas” tawar Min Ri. Hee Byul memandang sepupunya dan di sambut anggukan kepala. “ Ayo!” lanjut Min Ri dan Hee Byul bersamaan.
Selepas kepergian teman dan sepupunya Hwang Joong mendapatkan telepon dari kakeknya.
“ Yoboseo?”
“ Selamat malam baby”
“ Harabeoji ini sudah pagi”
“ Mianhae, sekarang harabeoji sedang berada di LA. Oh bagaimana dengan misimu?”
“ Ajussi itu sangat memuakkan dia sudah berani mengobrol dengan appa”
“ Ngomong-ngomong harabeoji akan membantu dalam misimu kali ini”
“ Jinja?”
“ But, this is our secret, jadi sekarang kamu tolong cari informasi tentang anak bernama Park Sung Ri”.
“ What? Park Sung Ri? What I had not misheard?” tanya Hwang Joong sambil melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda karena harus menjawab telfon dan harajeobi-nya tersebut.
“ Aniyo, kau harus mencari informasi tentang kehidupan anak bernama Park sung Ri tersebut jika ingin menuntaskan misi ini”.
“ Malhaebwa harajeobi, and please don’t kidding me” jawab Hwang Joong yang sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh kakeknya tersebut.
“ Im not kidding dear, sudah sekarang kau harus cari informasi tentang anak itu lalu beritahu kepada harajeobi, arasseo?”
“ Ne”
“ Okay dear cepat masuk kelas! Harajeobi tidak suka jika kau sering membolos”.
“ Bukanya harajeobi yang menyuruhku membolos?”
“ Hahaha, okay happy study dear, bye”.
                                                            >.<
So Jung terlihat menunggu teman sebangkunya yang sadari dari tadi belum juga menampakan batang hidungnya. Bersabar dia menunggu dan akhirnya orang dia tunggu datang juga dengan wajah tampak serius.
“ Hwang Joong-ah!” teriak So Jung bersemangat. Hwang Joong yang baru memasuki kelasnya hanya menatap bingung dengan teman sebangkunya.
“ Mwo? Kau tampak gembira?” tanya Hwang Joong yang sudah duduk manis di kursinya. Sae Na tersenyum manis. “ Gomawo Hwang Joong-ah” jawab Sae Na sambil memeluk teman sebangkunya.
Semua murid langsung menatap So Jung dengan wajah gembira memeluk Hwang Joong yang menampilakan aura membunuh. Bahkan semua teman dekatnya sampai membuka mulutnya tak percaya.
“ Bisa kau lepaskan pelukanmu yang menjijikan ini? Semua murid sedang melihat kita” bisisk Hwang Joong. Sontak tangan Sae Na melepaskan dari pinggang Hwang Joong. “ Hehe, kalian bisa melanjutkan aktifitas masing-masing” kata Sae Na sambil menampilkan cengiran tidak bersalah.
Buru-buru So Jung, Se Young, Sung Ri, dan Min Ri menghampiri bangku belakang. Mereka berempat mengitari bangku Sae Na dan Hwang Joong. “ Wae geurae?” tanya So Jung penasaran.
“ Gwaenchana, aku hanya berterimakasih kepada Hwang Joong yang telah meninggalkanku di kedai ice-cream sendiri” jawab Sae Na yang membuat ke-empat temanya tambah bingung.
“ Biar kutebak, kemarin Se Hun mengantarmu pulang?” tebak Hwang Joong.
“ Ne, terus pas kita bertiga lewat banyak yang bilang jika kita bertiga keluarga bahagia” jawab Sae Na dengan wajah berbinar. Semua yang berada di dekatnya langsung membulatkan mata kecuali yah, pasti kalian sudah tau jawabanya.
“ Tadi kamu bilang bertiga? Jika Hwang Joong tak di situ maka satunya lagi siapa dong?” tanya Sung Ri yang makin penasaran.
“ Tentu saja dongsaeng Se Hun” jawab Hwang Joong.
“ Wah! Selamat Sae Na kau bisa berdekatan dengan sang pujaan hatimu” Se Young mengucapkan selamat atas perjuangan Sae Na.
“ Bukan hanya Sae Na, tapi aku juga. Kemarin aku berhasil makan malam dengan salah satu pangeran sekolah” sahut Sung Ri.
“ Siapa?” tanya Min Ri.
“ D.o Kyung Soo” jawab Sung Ri.
“ Pantas saja kau menyuruhku mengerjakan tugasmu malam-malam hanya karena kau berduaan dengan KyungSoo-ssi” sembur Se Young. Sung Ri hanya menampilkan cengiran seperti Sae Na namun gagal total.
“ Kalian tahu? Tadi pagi aku nyaris tertabrak dengan seorang namja culun pengantar Koran” tiba-tiba suara Min Ri membuat semuanya menoleh kearahnya.” Namaja tersebut malah berkata apakah aku baik-baik saja, jelas mana ada orang jatuh dari sepeda baik-baik saja” lanjutnya.
“ Hahaha, hati-hati karma selalu ada” kata So Jung di sela-sela tertawa.
“ Ngomong-ngomong, So Jung kau baru membuat aku Friends Store Line kemarin?” tanya Sung Ri.
“ Ne, dan kemarin aku baru berkenalan dengan murid Seoul Art High School” jawab So Jung yang telah menghentikan tawanya.
“ Jinjja? Siapa?” tanya Sung Ri lagi dan mendapat anggukan para temanya.
“ Namanya Ji Minnie”.
“ Ji Min? Seoul Art High School? Sepertinya aku pernah mengenalnya” sahut Hwang Joong yang dari tadi hanya menatap teman-teman tanpa berniat mengatakan sepatah katapun.
“ Jeongmal?” tanya So Jung amat sangat penasaran. Jujur dari tadi malam dia masih memikirkan namja bernama Ji Min tersebut dan dewi fortuna berpihak kepadanya saat pagi hari bahwa sang twinsnya mengenal namja tersebut.
“ Maybe?”
Bagaimana Hwang Joong bisa mengenal namja bernama Ji Min tersebut? Dan apa maksud sang harajeobi menyuruh Hwang Joong mendapati semua informasi tentang teman dekatnya untuk menyelesaikan misinya kali ini? Tunggu chapter berikutnya.
Maaf jika kurang memuaskan, terimakasih telah membacanya!.
Chap 6 coming soong!

1 komentar:

Unknown on 15 September 2014 pukul 07.16 mengatakan...

Wkwkwkwk,namja culun :3
oke oke aku penasaran sama chap selanjutnya

Posting Komentar

 

Zara's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei