Perhatian:
Saya minta maaf jika ada kesalahan kata pada cerita ini
Ini bukan TRUE STORY
Maaf jika jelek
Happy Reading!
>
<
>
Sinar
matahari masuk melewati celah-celah jendela kamar Hwang Joong. Kali ini dia
masih beruntung bisa tidur selama lima jam, biasanya dia hanya tidur sekitar
tiga jam. Tadi malam Hwang Joong memutuskan tidur di sofa karena tempat
tidurnya di tempati oleh sang sepupu.
Hwang
Joong perlahan membuka kedua kelopak matanya yang menampilkna bola mata hitam
pekat. Dia melihat sang sepupu sudah berganti pakaian seragam sekolah barunya.
Hwang Joong akui jika sepupunya tersebut memang cocok memakai seragam
sekolahnya di banding dirinya sendiri.
Hee
Byul menolehkan kepalanya dan mendapati Hwang Joong yang baru bangun tidur. “ Good morning!” sapa Hee Byul.
Hwang
Joong hanya menatap sepupunya dengan malas. “ Hn, morning to” jawabnya sambil menuju kamar mandi.
Setelah
berganti pakaian seragam dan memasukan buku ke dalam tas ransel Hwang Joong
menuju ke ruang makan untuk sarapan. Di keluarga Kim sarapan itu wajib bagi
seluruh anggota keluarga.
“
Morning,baby” sapa Ny.Kim yang
melihat anak perempuanya memasuki ruang makan.
“
Eomma, aku nanti ada meeting jadi
kemungkinan besar aku pulang larut” kata Joong Hyun.
“
Not problem, but as long as you take care
of yourself outside” jawab Ny.Kim.” Ai-chan apa kau sudah siap untuk
sekolah barumu?” tanya Ny.Kim yang melihat anak angkat dari adiknya tersebut.
“
Ne ajumma” jawab Hee Byul.
“
Joong Hyun nanti kau antarkan adikmu dan Ai-chan berangkat sekolah” perintah
Ny.Kim yang di balas anggukan kepala sang anak sulung.
Sarapan
pagi itu pun berjalan dengan damai. Semua orang yang berada di ruangan itu
tampak berbincang-bincang. Sang kepala keluarga sedang mengobrol dengan adik
iparnya, Ny.Kim sedang membicarakan tentang brand-brand
terkenal yang sedang naik daun dengan adiknya, sedangkan si anak sulung lebih
suka berbicara mengenai pekerjaan dengan si sepupu barunya. Semua tampak
bahagia di situ terkecuali si bungsu yang hanya memandang dengan aura
kebencian.
Bukan
semua, tapi laki-laki berjas yang sedang mengobrol dengan appa-nya tersebut.
Pria yang sekarang menjabat sebagai ajussinya tersebut dan merupakan suami sah
dari ajumma yang dia sayangi sebelumnya.
Hwang
Joong terus menatap pria tersebut dan berusaha mencari suatu kebenaran. Sebuah
rahasia yang mungkin belum di ketahui oleh semua orang tapi bukan Hwang Joong
namanya jika tidak mendapatkan seluruh informasi tentang pria berkumis itu dari
sang kakek.
Jika
kalian penasaran apa yang terjadi dengan Hwang Joong aku akan menceritakan
sekilas biodatanya kepada kalian.
Kim
Hwang Joong, lahir 18, Maret,2000 di Paris, Pranciss. Anak bungsu dari pasangan
Kim Hyun Joong dan Anna Jo ini sangat dekat dengan kakeknya. Di saat umur tiga
tahun kakeknya yang bernama Kim Han Joong tersebut telah mengajarinya berbagai
macam bela diri.
Sekilas
info saja ayah dari Kim Hyun Joong ini ketua dari sebuah kelompok rahasia yang
tugasnya melawan dan menyelidiki mafia. Banyak kasus yang sudah dia tangani dan
semua berjalan dengan mulus tampa hambatan. Kim Han Joong ingin sekali cucu
perempuannya ini melanjutkan misinya kelak. Kenapa bukan Joong Hyun? Mudah saja
Joong Hyun terlalu lemah atau mungkin sangat lemah di bidang bela diri.
Yah,
hubungan kakek denga cucunya berjalan mulus sampai suatu ketika Hwang Joong
hampir pernah membuat temannya ke hilangan nyawa karena bertengkar hal sepele.
‘ Jangan sia-siakan waktu sebelum lawanmu terkapar’ kalimat dari sang kakek
selalu terngiang di kepalanya. Kim Hyun Joong mengetahui itu sangat marah
terhadap ayahnya sendiri dan memutuskan tali kekeluargaan dengannya. Akhirnya
Hyun Joong membawa keluarga kecilnya untuk pindah ke Korea. Tapi sang ayah
bersikukuh bahwa Hwang Joonglah yang pantas melanjutkan misi berikutnya. Dan
akhirnya dengan kerja keras sang kakek kini selalu berkomunikasi dan sering
memberikan misi rahasia kepada sang cucu.Termasuk misi tingkat A kali ini. Yah,
misinya kali ini hanya mengawasi gerak-gerik si mantan mafia terkenal yang
menyamar menjadi suami sah ajumma-nya tersebut.
Hwang
Joong menyeringai kejam sambil menatap pria tersebut. ‘ Kau akan mati
ditanganku, stupid ajussi’.
>.<
Choi
Min Ri sangat bersemangat mengayuh sepeda pink-nya. Udara kali ini sejuk dan
hitung-hitung berolah raga sebelum belajar. Karena keasyikan menikmati cuaca
pagi hari Min Ri hampir saja menabrak namja yang mebawa setumpukan Koran.
”
Aigo” keluh Min Ri yang dengan sukses jatuh dari sepedanya.
“
Gwaechanayo?” tanya namja tersebut yang menghampiri Min Ri.
“
Pabbo! Jelas aku kesakitan!” sembur Min Ri yang menampilakn wajah kesalnya.
Namja
berkacamata itu hanya terdiam. “ Mianhaeyo” lanjutnya.
Min
Ri kemudian bangkit dan menepuk rok sekolahnya yang kotor. Sepedanya untung
masih tidak apa-apa jika namja culun di depanya berani merusak sepeda
kesayanganya Min Ri tak segan-segan mempraktekan sedikit jurus beladiri yang di
ajarkan Hwang Joong beberapa waktu yang lalu.
“
Kau mau kemana?” tanya namja itu lagi, saat melihat Min Ri menaiki sepedanya.
“
Tentu sekolah pabbo! Kau pikir pekerjaanku hanya main-main sepertimu apa?”
jawab Min Ri lalu mengowes sepedanya meninggalkan namja berkacamata tersebut.
Saat
namja tersebut ingin melanjutkan mengantar koranya dia menemukan kartu pelajar
tergeletak di dekatnya. Karena penasaran namja tersebut akhirnya mengampil
kartu tersebut. Choi Min Ri, namja tersebut berani taruhan jika kartu ini pasti
milik yeoja yang hampir menabraknya tadi.
>.<
“
Sejak kapan kau tertular virus imsonia milik twinsmu?” tanya Se Young sambil
menatap teman sebangkunya. Pagi ini mereka sudah berada di cafeteria sekolah untuk sarapan.
“
Kau tahu tidak? Tadi malam aku ngobrol dengan seorang namja bernama Ji Min
lho!” ujar So Jung bersemangat.
“
Siapa itu?”
“
Anak Seoul Art High School, dia sangat baik terhadapku”
“
Hati-hati penipuan!”
“
Tenang, aku sudah menyamarkan namaku menjadi Krystal”
“
Um, geurae”
>.<
Hee
Byul masih mengurus data kepindahanya di kantor kepala sekolah sementara Hwang
Joong menunggunya di luar. Saat menunggu sang sepupu di dalam dia bertemu
dengan namja yang sangat amat dia benci. Namja yang merupakan musuh bebuyutanya
sejak dia pindah ke Korea. Edison Zi sang ke tua OSIS tersebut menghampirinya.
“
Kena hukuman lagi?” tebaknya sok tau.
“
Aku sedang menunggu sepupuku yang berada di dalam” jawab Hwang Joong malas.
Karena ini masih pagi dia tidak ingin bertengkar dulu dengan namja yang
sekarang ada di sebelahnya.
“
Sepupumu? Akan bersekolah disini?” tanya Edison. “ Aku penasaran dengan
sepupumu? Apa dia sama berandalannya denganmu? Atau mungkin lebih parah?”
lanjutnya dengan nada mengejek.
BRUK!.
Hwang Joong berhasil meninju perut namja yang dari tadi sudah menghabiskan
kesabaranya. Rahang Edison mengeras, dan tatapan membunuh di berikan khusuh
untuk Hwang Joong. Saat Edison ingin menghajar seorang yeoja di depanya
tiba-tiba pintu ruang kepala sekolah terbuka.
“
Hwang Joong apa kau tidak apa=apa?” tanya Hee Byul kawatir.
“
Ne, ayo kita ke kelas aku sudah muak dengan orang di sampingku ini” jawab Hwang
Joong sambil menyeret Hee Byul menjauh dari ruang kepala sekolah.
“
Lama-lama aku bisa gila jika bertemu dengannya lagi” guman Edison.
>.<
“
Hwang Joong!” teriak Min Ri yang melihat teman sekelasnya sedang menyeret
seorang yeoja.” Siapa dia?” lanjutnya penasaran.
“
Annyeong haseo Park Hee Byul imnida” sapa Hee Byul.
“
Kau murid pindahan? Kenapa kau bersama Hwang Joong? Jangan-jangan kau dapat
masalah dengannya?” tanya Min Ri beruntun. Hwang Joong hanya memutar bola
matanya bosan.
“
Aniyo, Hwang Joong ini sepupuku” jawab Hee Byul sambil tersenyum ramah.
“
Kau akan masuk kelas apa?” tanya Min Ri penasaran.
“
XI-4” jawab Hee Byul. Tangan Min Ri langsung menggandeng tangan Hee Byul. “ Ayo
aku antarkan ke kelas” tawar Min Ri. Hee Byul memandang sepupunya dan di sambut
anggukan kepala. “ Ayo!” lanjut Min Ri dan Hee Byul bersamaan.
Selepas
kepergian teman dan sepupunya Hwang Joong mendapatkan telepon dari kakeknya.
“
Yoboseo?”
“ Selamat malam baby”
“
Harabeoji ini sudah pagi”
“
Mianhae, sekarang harabeoji sedang berada di LA. Oh bagaimana dengan misimu?”
“
Ajussi itu sangat memuakkan dia sudah berani mengobrol dengan appa”
“
Ngomong-ngomong harabeoji akan membantu dalam misimu kali ini”
“
Jinja?”
“
But, this is our secret, jadi sekarang kamu tolong cari informasi tentang anak
bernama Park Sung Ri”.
“
What? Park Sung Ri? What I had not misheard?” tanya Hwang Joong sambil
melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda karena harus menjawab telfon dan
harajeobi-nya tersebut.
“
Aniyo, kau harus mencari informasi tentang kehidupan anak bernama Park sung Ri
tersebut jika ingin menuntaskan misi ini”.
“
Malhaebwa harajeobi, and please don’t kidding me” jawab Hwang Joong yang sama
sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh kakeknya tersebut.
“
Im not kidding dear, sudah sekarang kau harus cari informasi tentang anak itu
lalu beritahu kepada harajeobi, arasseo?”
“
Ne”
“
Okay dear cepat masuk kelas! Harajeobi tidak suka jika kau sering membolos”.
“
Bukanya harajeobi yang menyuruhku membolos?”
“
Hahaha, okay happy study dear, bye”.
>.<
So
Jung terlihat menunggu teman sebangkunya yang sadari dari tadi belum juga
menampakan batang hidungnya. Bersabar dia menunggu dan akhirnya orang dia
tunggu datang juga dengan wajah tampak serius.
“
Hwang Joong-ah!” teriak So Jung bersemangat. Hwang Joong yang baru memasuki
kelasnya hanya menatap bingung dengan teman sebangkunya.
“
Mwo? Kau tampak gembira?” tanya Hwang Joong yang sudah duduk manis di kursinya.
Sae Na tersenyum manis. “ Gomawo Hwang Joong-ah” jawab Sae Na sambil memeluk
teman sebangkunya.
Semua
murid langsung menatap So Jung dengan wajah gembira memeluk Hwang Joong yang
menampilakan aura membunuh. Bahkan semua teman dekatnya sampai membuka mulutnya
tak percaya.
“
Bisa kau lepaskan pelukanmu yang menjijikan ini? Semua murid sedang melihat
kita” bisisk Hwang Joong. Sontak tangan Sae Na melepaskan dari pinggang Hwang
Joong. “ Hehe, kalian bisa melanjutkan aktifitas masing-masing” kata Sae Na
sambil menampilkan cengiran tidak bersalah.
Buru-buru
So Jung, Se Young, Sung Ri, dan Min Ri menghampiri bangku belakang. Mereka
berempat mengitari bangku Sae Na dan Hwang Joong. “ Wae geurae?” tanya So Jung
penasaran.
“
Gwaenchana, aku hanya berterimakasih kepada Hwang Joong yang telah
meninggalkanku di kedai ice-cream sendiri” jawab Sae Na yang membuat ke-empat
temanya tambah bingung.
“
Biar kutebak, kemarin Se Hun mengantarmu pulang?” tebak Hwang Joong.
“
Ne, terus pas kita bertiga lewat banyak yang bilang jika kita bertiga keluarga
bahagia” jawab Sae Na dengan wajah berbinar. Semua yang berada di dekatnya
langsung membulatkan mata kecuali yah, pasti kalian sudah tau jawabanya.
“
Tadi kamu bilang bertiga? Jika Hwang Joong tak di situ maka satunya lagi siapa
dong?” tanya Sung Ri yang makin penasaran.
“
Tentu saja dongsaeng Se Hun” jawab Hwang Joong.
“
Wah! Selamat Sae Na kau bisa berdekatan dengan sang pujaan hatimu” Se Young
mengucapkan selamat atas perjuangan Sae Na.
“
Bukan hanya Sae Na, tapi aku juga. Kemarin aku berhasil makan malam dengan
salah satu pangeran sekolah” sahut Sung Ri.
“
Siapa?” tanya Min Ri.
“
D.o Kyung Soo” jawab Sung Ri.
“
Pantas saja kau menyuruhku mengerjakan tugasmu malam-malam hanya karena kau
berduaan dengan KyungSoo-ssi” sembur Se Young. Sung Ri hanya menampilkan
cengiran seperti Sae Na namun gagal total.
“
Kalian tahu? Tadi pagi aku nyaris tertabrak dengan seorang namja culun
pengantar Koran” tiba-tiba suara Min Ri membuat semuanya menoleh kearahnya.”
Namaja tersebut malah berkata apakah aku baik-baik saja, jelas mana ada orang
jatuh dari sepeda baik-baik saja” lanjutnya.
“
Hahaha, hati-hati karma selalu ada” kata So Jung di sela-sela tertawa.
“
Ngomong-ngomong, So Jung kau baru membuat aku Friends Store Line kemarin?” tanya Sung Ri.
“
Ne, dan kemarin aku baru berkenalan dengan murid Seoul Art High School” jawab
So Jung yang telah menghentikan tawanya.
“
Jinjja? Siapa?” tanya Sung Ri lagi dan mendapat anggukan para temanya.
“
Namanya Ji Minnie”.
“
Ji Min? Seoul Art High School? Sepertinya aku pernah mengenalnya” sahut Hwang
Joong yang dari tadi hanya menatap teman-teman tanpa berniat mengatakan sepatah
katapun.
“
Jeongmal?” tanya So Jung amat sangat penasaran. Jujur dari tadi malam dia masih
memikirkan namja bernama Ji Min tersebut dan dewi fortuna berpihak kepadanya
saat pagi hari bahwa sang twinsnya mengenal namja tersebut.
“
Maybe?”
Bagaimana
Hwang Joong bisa mengenal namja bernama Ji Min tersebut? Dan apa maksud sang
harajeobi menyuruh Hwang Joong mendapati semua informasi tentang teman dekatnya
untuk menyelesaikan misinya kali ini? Tunggu chapter berikutnya.
Maaf jika kurang memuaskan, terimakasih telah
membacanya!.
Chap 6 coming soong!
1 komentar:
Wkwkwkwk,namja culun :3
oke oke aku penasaran sama chap selanjutnya
Posting Komentar