Jumat, 05 September 2014

Crazy Dreams Come True

Diposting oleh zahra natasya di 21.38
Perhatian:
jika terdapat nama atau apapun yang sama, saya minta maaf.
cerita ini hasil imajinasi sendiri.
sekali lagi saya minta maaf jika terdapat kesalahan pada
cerita ini:
Selamat membaca jika berminat!
>
            “Kim Hwang Joong!” teriak yeoja manis berpipi chubby. Yeoja tersebut berlari sambil membawa beberapa buku tebal di tangan sebelah kanan, kacamata berbentuk kontak yang setia bertengger di hidung mancungnya ikut bergerak naik turun.
            “ Ada apa memanggilku?” tanya yeoja yang mendengar teriakan nyaring tersebut. Dia menghentikan aktifitasnya, yaitu mengendarai skateboard kesayanganya. Pihak sekolah sudah beberapa kali mengingatkan pada yeoja tersebut agar tidak bermain skateboard di dalam sekolah tapi sama sekali tidak dihiraukan.
            “ Kau ini twins, jangan terlalu dingin terhadap orang!” kata yeoja berpipi chubby tersebut.
            “ Baiklah, noona Han So Jung terhormat, kenapa memanggilku dengan cara berteriak pada pagi hari ini?” jawab Hwang Joong dengan nada mengstalke           “ Dasar!, eh matamu kenapa? Jangan-jangan kau berkelahi lagi dengan preman yang waktu itu?”.
Flashback…
Hwang Joong dan So Jung sedang pulang bersama. Hari sudah mulai larut membuat So Jung merasa takut dan sesekali merapatkan tubuhnya di samping Hwang Joong. Kenapa mereka bisa pulang larut? Ayolah ini semua gara-gara guru sialan tersebut. Mrs. Chan Ra yang dengan baik hati memberikan hukuman berupa membereskan beberapa tumpukan buku di Perpustakaan. Hukuman tersebut diberikan kepada Hwang Joong dan So Jung karena tidak mengerjakan tugas.
“ Wah rupanya kita dapat mangsa baru” tiba-tiba beberapa preman yang sepertinya sedang mabuk menghadang Hwang Joong dan So Jung.
“ Mau apa kalian?” sahut Hwang Joong dengan muka dingin andalannya.
“ Hei! Manis jangan pasang wajah garang tersebut!” jawab salah satu preman tersebut.
So Jung makin ketakutan dia makin mengeratkan genggamannya pada tangan kiri Hwang Joong. Air matanya telah membentuk anak sungai di masing-masing pipi chubbynya. Aku belum mau mati! Teriak So Jung di dalam hati.
Hwang Joong melepaskan tangan kirinya dengan sangat kuat lalu menatap So Jung dengan tatapan datar seolah-olah tidak terjadi apa-apa. “ Twins mau taruhan tidak? Jika aku kalah dalam menuntaskan preman sialan ini dalam waktu kurang dari lima menit aku akan menuruti semua perintahmu, tapi kalau menang kau harus mentraktirku besok di kantin, bagaimana? ”.
So Jung hanya terdiam. Dia bingung harus bilang apa kepada teman keras kepalanya, maksudku apa kalian tidak merasa ingin hidup atau bosan hidup pada umur enam belas tahun?. “ Kau kelamaan!” setelah kalimat tersebut Hwang Joong langsung melawan preman – preman berbau alcohol dengan waktu kurang dari lima menit. Tidak sia-sia semasa kecil dulu sudah belajar bela diri dari kakek tercintanya.
“ Dasar Preman berjiwa perempuan , hanya begitu saja sudah K.O, Twins ayo kita pulang aku sudah mengantuk!” teriak Hwang Joong dengan santainya berjalan meninggalkan So Jung yang masih setia diam di tempat sambil melihat preman-preman yang terkapar di jalanan denga kondisi mengenaskan.
“ Kau ingin memandangi mereka sampai kapan?” tanya Hwang Joong. Kemudian So Jung melangkahkan kakinya menyusul Hwang Joong yang berjalan semakin jauh.
End Flashback
            “ Bukan, penyakit Insomku kambuh lagi” jawab Hwang Joong.
            “ Hai Joutwins!” teriak yeoja bername-tage Park Se Young.
            “ Hai juga!, Se Young nanti kita kerjakan tugas Mrs. Han Na di taman sekolah saja!” balas So Jung bersemangat.
            “ Umm, bagaimana jika di perpus saja? Kan kita tinggal mencari jawaban yang tidak lengkap di sana tanpa mebuang-buang tenaga.
            “ Di taman saja, kebetulan cuaca sedang bagus”
            “ Baiklah, eh Hwang Joong kemana?”
            Sebenarnya Hwang Joong sudah pergi semenjak park Se Young menghampirinya dan So Jung. Dari pada mendengarkan ocehan mereka, lebih baik segera pergi kekelas dan memejamkan mata setidaknya beberapa menit sebelum bel masuk berbunyi.
                                                                                    >.<
            Seol International High School, sekolah favorite yang berada di kawasan Korea Selatan. Sekolah yang diimpikan oleh semua pelajar di seluruh korea selatan. Terdapat fasilitas lengkap penunjang metode belajar. Gaya arsitekturnya yang kuno tapi megah membuat kita merasa nyaman.
            Se Young dan So Jung baru saja sampai ke kelas mereka. Kelas mereka berada di lantai dua dan menghadap langsung ke lapangan basket. Mereka langsung menaruh tas di bangku paling depan. Di belakang bangku mereka ada Park Sung Ri yang sedang sibuk dengan gandget terbarunya, Choi Min Ri yang sedang makan bekal.
            Jika kalian bertanya dimana Hwang Joong? Dia sekarang sedang duduk dengan tenang di bangkunya yang paling belakang sambil menenggelamkan kepalanya di antara lipatan tangan di sebelahnya ada Oh Sae Na yang sepertinya hanya terdiam sambil menatap keluar jendela.
            “Selamat pagi semuanya, silahkan ambil secarik kertas seonsaengnim akan mengadakan kuis dadakan!” great sang guru cantik ini dengan santainya berkata bahwa akan mengadakan kuis dadakan pada pagi yang cerah ini?.
            “  Hwang Joong apa kau ingin mendapat hukuman menata dan membersihkan seluruh buku di perpustakaan lagi?”.
            Dengan sangat terpaksa Hwang Joong mengangkat kepalanya dan menyobek secarik ketas pada buku tulisnya.
                                                                        >.<
            Jam istirahat sudah berbunyi dari tadi. Banyak murid yang menghabiskan waktunya di taman sekolah termasuk So Jung, Se Young, Min Ri dan Sung Ri. Mereka berempat duduk dibawah pohon yang rindang.
            “ Aku stress!, Chan Ra seonsaengnim dengan seenak jidatnya member kuis dadakan pada pagi hari dan langsung memberikan nilai di hari itu juga” keluh Sung Ri sambil mengacak-acak rambut hitam panjangnya sampai benar-benar berantakan.
            “ Kau masih mending mendapat nilai lima puluh, aku saja dapat empat puluh sembilan” jawab Se Young.
            “ Kalian berdua dapat nilai berapa?” tanya Sung Ri sambil menatap kearah So Jung dan Min Ri.
            “ Aku dapat tujuh puluh” jawab So Jung.
            “ Aku juga dapat tujuh puluh” sambung Min Ri.
            “ Ah! Kalian dapat nilai bagus, aku bisa dimarahin umma jika pulang” teriak Sung Ri.
            “ Sung Ri katanya kau baru putus dengan Han Baek So anak fotografer?” tanya Se Young penasaran.
            “ Yap, kita emang gak cocok satu sama lain” jawab Sung Ri santai. Kedua tanganya di lipat kebelakang kepala yang di jadikan pemisah antara kepala dengan rumput hijau yang terlihat lembut. Kepalanya dia adahkan ke langit biru.
            “ Eh dimana twinsku? Kok dari tadi tidak kelihatan?” tanya So Jung yang dari tadi kepalanya ia tengokan kerah kanan-kiri untuk menemukan Hwang Joong.
            “ Mungkin sedang menemani Sae Na untuk melihat Oh Se Hun yang nge-dance dari kejauhan” tebak Se Young.
            “ Terkadang aku merasa kasihan terhadap Sae Na hanya melihat Se Hun dari jauh saja sudah senang dia juga tak berani menyatakan perasaannya hanya karena banyak penggemar Se Hun” terang Sung Ri.
            “ Mungkin Sae Na belum berani sekarang tapi aku yakin suatu saat nanti dia akan mengatakan cintanya” sahut Min Ri bersemangat.
            “ Kau pikir telenovela apa?” jawab So Jung. Lalu mereka semua tertawa serempak.
                                                                        >.<
            Dilain tempat Hwang Joong sedang menemani temn sebangkunya sebagai stalker dadakan. Dadakan? Kurasa tidak, karena setiap hari Hwang Joong harus menemani yeoja dengan babyface yang setiap saat bisa menampakan bbuing-bbuing andalanya untuk mencari bantuan yang dia inginkan.
            “ Jika kau bukan teman sebangkuku aku takkan mau menemanimu” kata Hwang Joong setengah bebisik. “ Ssst nanti Se Hun bisa tau kita” jawab Sae Na sambil Menempelkan jari telunjuknya di depan bibir imutnya tersebut.
            “ KALIAN SEDANG APA?” great suara itu membuat mata Sae Na membulat sepenuhnyasedangkan Hwang Joong diam dengan tatapan datar.

4 komentar:

Unknown on 5 September 2014 pukul 21.56 mengatakan...

Waaaaaa great storyyy~~~ lanjutkannnn

Unknown on 6 September 2014 pukul 05.59 mengatakan...

Kyaaaaa
Kepo sama next part aku,di lanjutkan yes.fighting >.<

zahra natasya on 6 September 2014 pukul 06.48 mengatakan...

Oke

Miss Rhee on 9 Oktober 2014 pukul 03.58 mengatakan...

Bagus... Cuma ada sedikit typo... lanjutkan #Lita

Posting Komentar

 

Zara's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei