Perhatian:
jika terdapat nama atau apapun yang sama, saya minta maaf.
cerita ini hasil imajinasi sendiri.
sekali lagi saya minta maaf jika terdapat kesalahan pada
cerita ini:
Selamat membaca jika berminat!
>
“Kim Hwang Joong!” teriak yeoja
manis berpipi chubby. Yeoja tersebut berlari sambil membawa beberapa buku tebal
di tangan sebelah kanan, kacamata berbentuk kontak yang setia bertengger di
hidung mancungnya ikut bergerak naik turun.
“ Ada apa memanggilku?” tanya yeoja
yang mendengar teriakan nyaring tersebut. Dia menghentikan aktifitasnya, yaitu
mengendarai skateboard kesayanganya. Pihak sekolah sudah beberapa kali
mengingatkan pada yeoja tersebut agar tidak bermain skateboard di dalam sekolah
tapi sama sekali tidak dihiraukan.
“ Kau ini twins, jangan terlalu
dingin terhadap orang!” kata yeoja berpipi chubby tersebut.
“ Baiklah, noona Han So Jung
terhormat, kenapa memanggilku dengan cara berteriak pada pagi hari ini?” jawab
Hwang Joong dengan nada mengstalke “ Dasar!, eh matamu kenapa? Jangan-jangan
kau berkelahi lagi dengan preman yang waktu itu?”.
Flashback…
Hwang
Joong dan So Jung sedang pulang bersama. Hari sudah mulai larut membuat So Jung
merasa takut dan sesekali merapatkan tubuhnya di samping Hwang Joong. Kenapa
mereka bisa pulang larut? Ayolah ini semua gara-gara guru sialan tersebut. Mrs.
Chan Ra yang dengan baik hati memberikan hukuman berupa membereskan beberapa
tumpukan buku di Perpustakaan. Hukuman tersebut diberikan kepada Hwang Joong
dan So Jung karena tidak mengerjakan tugas.
“
Wah rupanya kita dapat mangsa baru” tiba-tiba beberapa preman yang sepertinya
sedang mabuk menghadang Hwang Joong dan So Jung.
“
Mau apa kalian?” sahut Hwang Joong dengan muka dingin andalannya.
“
Hei! Manis jangan pasang wajah garang tersebut!” jawab salah satu preman
tersebut.
So
Jung makin ketakutan dia makin mengeratkan genggamannya pada tangan kiri Hwang
Joong. Air matanya telah membentuk anak sungai di masing-masing pipi chubbynya.
Aku belum mau mati! Teriak So Jung di dalam hati.
Hwang
Joong melepaskan tangan kirinya dengan sangat kuat lalu menatap So Jung dengan
tatapan datar seolah-olah tidak terjadi apa-apa. “ Twins mau taruhan tidak?
Jika aku kalah dalam menuntaskan preman sialan ini dalam waktu kurang dari lima
menit aku akan menuruti semua perintahmu, tapi kalau menang kau harus
mentraktirku besok di kantin, bagaimana? ”.
So
Jung hanya terdiam. Dia bingung harus bilang apa kepada teman keras kepalanya,
maksudku apa kalian tidak merasa ingin hidup atau bosan hidup pada umur enam
belas tahun?. “ Kau kelamaan!” setelah kalimat tersebut Hwang Joong langsung
melawan preman – preman berbau alcohol dengan waktu kurang dari lima menit.
Tidak sia-sia semasa kecil dulu sudah belajar bela diri dari kakek tercintanya.
“
Dasar Preman berjiwa perempuan , hanya begitu saja sudah K.O, Twins ayo kita
pulang aku sudah mengantuk!” teriak Hwang Joong dengan santainya berjalan
meninggalkan So Jung yang masih setia diam di tempat sambil melihat
preman-preman yang terkapar di jalanan denga kondisi mengenaskan.
“
Kau ingin memandangi mereka sampai kapan?” tanya Hwang Joong. Kemudian So Jung
melangkahkan kakinya menyusul Hwang Joong yang berjalan semakin jauh.
End
Flashback
“ Bukan, penyakit Insomku kambuh
lagi” jawab Hwang Joong.
“ Hai Joutwins!” teriak yeoja
bername-tage Park Se Young.
“ Hai juga!, Se Young nanti kita
kerjakan tugas Mrs. Han Na di taman sekolah saja!” balas So Jung bersemangat.
“ Umm, bagaimana jika di perpus
saja? Kan kita tinggal mencari jawaban yang tidak lengkap di sana tanpa
mebuang-buang tenaga.
“ Di taman saja, kebetulan cuaca
sedang bagus”
“ Baiklah, eh Hwang Joong kemana?”
Sebenarnya Hwang Joong sudah pergi
semenjak park Se Young menghampirinya dan So Jung. Dari pada mendengarkan
ocehan mereka, lebih baik segera pergi kekelas dan memejamkan mata setidaknya
beberapa menit sebelum bel masuk berbunyi.
>.<
Seol International High School,
sekolah favorite yang berada di kawasan Korea Selatan. Sekolah yang diimpikan
oleh semua pelajar di seluruh korea selatan. Terdapat fasilitas lengkap
penunjang metode belajar. Gaya arsitekturnya yang kuno tapi megah membuat kita
merasa nyaman.
Se Young dan So Jung baru saja
sampai ke kelas mereka. Kelas mereka berada di lantai dua dan menghadap
langsung ke lapangan basket. Mereka langsung menaruh tas di bangku paling
depan. Di belakang bangku mereka ada Park Sung Ri yang sedang sibuk dengan
gandget terbarunya, Choi Min Ri yang sedang makan bekal.
Jika kalian bertanya dimana Hwang
Joong? Dia sekarang sedang duduk dengan tenang di bangkunya yang paling
belakang sambil menenggelamkan kepalanya di antara lipatan tangan di sebelahnya
ada Oh Sae Na yang sepertinya hanya terdiam sambil menatap keluar jendela.
“Selamat pagi semuanya, silahkan
ambil secarik kertas seonsaengnim akan mengadakan kuis dadakan!” great sang guru cantik ini dengan
santainya berkata bahwa akan mengadakan kuis dadakan pada pagi yang cerah ini?.
“
Hwang Joong apa kau ingin mendapat hukuman menata dan membersihkan
seluruh buku di perpustakaan lagi?”.
Dengan sangat terpaksa Hwang Joong
mengangkat kepalanya dan menyobek secarik ketas pada buku tulisnya.
>.<
Jam istirahat sudah berbunyi dari
tadi. Banyak murid yang menghabiskan waktunya di taman sekolah termasuk So
Jung, Se Young, Min Ri dan Sung Ri. Mereka berempat duduk dibawah pohon yang
rindang.
“ Aku stress!, Chan Ra seonsaengnim
dengan seenak jidatnya member kuis dadakan pada pagi hari dan langsung
memberikan nilai di hari itu juga” keluh Sung Ri sambil mengacak-acak rambut
hitam panjangnya sampai benar-benar berantakan.
“ Kau masih mending mendapat nilai
lima puluh, aku saja dapat empat puluh sembilan” jawab Se Young.
“ Kalian berdua dapat nilai berapa?”
tanya Sung Ri sambil menatap kearah So Jung dan Min Ri.
“ Aku dapat tujuh puluh” jawab So
Jung.
“ Aku juga dapat tujuh puluh”
sambung Min Ri.
“ Ah! Kalian dapat nilai bagus, aku
bisa dimarahin umma jika pulang” teriak Sung Ri.
“ Sung Ri katanya kau baru putus
dengan Han Baek So anak fotografer?” tanya Se Young penasaran.
“ Yap, kita emang gak cocok satu
sama lain” jawab Sung Ri santai. Kedua tanganya di lipat kebelakang kepala yang
di jadikan pemisah antara kepala dengan rumput hijau yang terlihat lembut.
Kepalanya dia adahkan ke langit biru.
“ Eh dimana twinsku? Kok dari tadi
tidak kelihatan?” tanya So Jung yang dari tadi kepalanya ia tengokan kerah
kanan-kiri untuk menemukan Hwang Joong.
“ Mungkin sedang menemani Sae Na
untuk melihat Oh Se Hun yang nge-dance dari kejauhan” tebak Se Young.
“ Terkadang aku merasa kasihan
terhadap Sae Na hanya melihat Se Hun dari jauh saja sudah senang dia juga tak
berani menyatakan perasaannya hanya karena banyak penggemar Se Hun” terang Sung
Ri.
“ Mungkin Sae Na belum berani
sekarang tapi aku yakin suatu saat nanti dia akan mengatakan cintanya” sahut
Min Ri bersemangat.
“ Kau pikir telenovela apa?” jawab
So Jung. Lalu mereka semua tertawa serempak.
>.<
Dilain tempat Hwang Joong sedang
menemani temn sebangkunya sebagai stalker dadakan. Dadakan? Kurasa tidak,
karena setiap hari Hwang Joong harus menemani yeoja dengan babyface yang setiap
saat bisa menampakan bbuing-bbuing andalanya untuk mencari bantuan yang dia
inginkan.
“ Jika kau bukan teman sebangkuku
aku takkan mau menemanimu” kata Hwang Joong setengah bebisik. “ Ssst nanti Se
Hun bisa tau kita” jawab Sae Na sambil Menempelkan jari telunjuknya di depan
bibir imutnya tersebut.
“ KALIAN SEDANG APA?” great suara itu membuat mata Sae Na
membulat sepenuhnyasedangkan Hwang Joong diam dengan tatapan datar.
4 komentar:
Waaaaaa great storyyy~~~ lanjutkannnn
Kyaaaaa
Kepo sama next part aku,di lanjutkan yes.fighting >.<
Oke
Bagus... Cuma ada sedikit typo... lanjutkan #Lita
Posting Komentar