Perhatian:
Jika terdapat nama atau apapun yang tidak sesuai dengan kenyataan saya minta maaf.
Saya juga minta maaf jika ada kesalah kata:
Selamat membaca jika berminat!:
>
>
Sae
Na membalikan kepalanya supaya menatap pemuda dance tersebut. Rasanya waktu
berhenti dengan seketika. Baru pertama kali ini Sae Na berhadapan secara
langsung dengan pemuda yang ia sukai. Lihat lah pemuda tinggi itu memakai
kemaja putih yang hampir basah karena terkena keringat. Kedua kancing atas
kemeja tersebut tidak saling bertautan, dan rambutnya yang berantakan membuat
Sae Na tidak dapat berbicara atau bergerak sedikitpun.
Hwang
Joong hanya menatap malas teman sebangkunya. “ Ayolah kalian sudah lama
bertatapan tanpa sepatah kata apapun ini membuatku tidak nyaman, kalian tau aku
benci kesunyian” terang Hwang Joong.
Setelah
mendapat kesadaran sepenuhnya Sae Na menarik tangan Hwang Joong untuk pergi. “
Eh, k-kkita gak sengaja lewat sini, k-ka-kalu begitu kami permisi dulu” pamit
Sae Na terbata dan langsung menarik lengan Hwang Joong untuk pergi.
“
Hei apa-apaan ini kau menarik lenganku?, aku bisa pergi tanpa harus kau geret
seperti ini” protes Hwang Joong. Sedangkan pemuda yang benama Se Hun hanya cengo
melihat yeoja-yeoja itu pergi dari hadapanya.
“Aneh”
guman Se Hun dan langsung melanjutkan latihanya. Untung saja Hwang Joong sudah
pergi jika yeoja tersebut mendengarnya habis sudah riwayat Oh Se Hun tersebut.
>.<
“
APA!” teriak Se Young, So Jung, Min Ri dan Sung Ri secara bersamaan. Mereka
sekarang berada di kelas untuk menunggu Hyun Bin seonsaengnim. Semua murid
langsung menatap kearah sumber suara tersebut.
“
Jangan berlebihan seperti itu” komen Yoon Hae Ra sambil menatap sebal kearah Se
Young dan kawan-kawan. “ Maaf” jawab Se Young.
Mereka
semua langsung melakukan kegiatan yang sempat tertunda tersebut. Kalian mau
tahu kenapa mereka berteriak seperti itu? Salahkan Sae Na yang sudah
menceritakan kejadian pasca istirahat tersebut.
“
Aku tidak percaya jika kalian bisa seperti itu, selamat Sae Na” ucap Sung Ri
dengan mata berbinar.
“
Doaku terkabul” sambung Min Ri.
“
Itu hanya kebetulan, tapi aku masih merasa tidak puas karena ada ‘pengacau’
yang menganggu keromantisan tersebut” sahut So Jung sambil melirik twins-nya
yang duduk di sebelah Sae Na dengan tatapan datar.
“
Yah, habis aku bosan menunggu dua orang yang saling bertatapan tanpa ada yang
membuka percakapan” terang Hwang Joong dan langsung mendapat hadiah berupa
jitakan manis dari sang twins,So Jung.
“
Kau ini!” teriak So Jung. Sae Na yang melihat tingkah laku temanya hanya
tertawa. Sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepala.
“
Jadi bagaimana langkah selanjutnya? Kau akan mendekati sang pujaan hatimu
tersebut” tanya Sung Ri.
“
Entahlah? Aku juga belum tau kedepanya” jawab Sae Na sambil mengangkat bahunya.
>.<
Se
Young dan So Jung sekarang berada di perpustakaan untuk menyelesaikan tugas
kelompok. Setelah sekitar setengah jam yang lalu mereka berdebat tentang dimana
tempat yang pas untuk mengerjakan tugas tersebut.
“Baiklah
aku akan mencari buku yang bersangkutan tentang ini” kata Se Young. So Jung
hanya menganggukan kepalanya.
“
Sejak kapan kau ketularan sifat dingin twinsmu?” tanya Se Young lagi.
“
Sejak kita berdua menjadi twins mungkin aku ketularan sedikit sifat si tembok
es tersebut, haha” jawab So Jung.
Se
Young berjalan kearah rak yang di penuhi buku-buku tebal. Tak sengaja ia
bertemu Han Baek So pemuda dengan kacamata hitam yang setia bertengger manis di
hiung mancungnya. Tampaknya dia sedang mencari buku, Se Young mencoba
menghampirinya untuk sekedar membantu.
“Sedang
mencari buku?” tebak Se Young. Pemuda tersebut menolehkan kepalanya dan
mendapati yeoja manis yang tingginya di bawah bahunya tersebut sehingga jika
berbicara harus menundukan kepala.
“Hai
Se Young lama tidak bertemu bagaimana kabarmu? Apa yang kau lakukan disini?”
tanya Han Baek So atau yang akrab dipanggil Baek So.
“
Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja, aku sedang mencari buku untuk
mengerjakan tugas kelompok bersama twins-nya Hwang Joong”.
“Maksudmu
Han So Jung?”
“
Iya, aku dengar kau baru putus dari Sung Ri”.
Baek
So hanya terdiam tak berniat membalas pernyataan dari Se Young. “ Kita tidak
cocok mungkin?”.
“Oh,
kalau begitu aku pergi dulu, ya!” pamit Se Young karena dia sudah menemukan
buku yang dia cari. Belum sempat Se Young beranjak dari tempatnya sebuah lengan
tengah menahan bahunynya.
“
Mmmm, nanti malam kau sibuk tidak? Aku ingin berbicara denganmu di telfon”
pinta Baek So.
“
Baiklah”.
Se
Young sudah kembali ke salah satu bangku perpus dan mendudukan dirinya di
sebelah So Jung.
“
Kenapa lama sekali?” tanya So Jung.
“
Aku bertemu dengannya” jawab Se Young yang mulai membalikan beberapa halaman
pada buku tebal yang dia bawa.
“
Maksudmu Baek So?”.
“
Ya, aku bertemu dengannya dan dia memintaku untuk menjadi buku diary dadakan
nanti malam”
“
Kau gila, kenapa kau harus menerimanya apa dia masih belum tau bagaimana
perasaanmu sesungguhnya?”
“
Mungkin suatu saat nani dia akan tahu, lagi pula aku sudah menjadi sahabatnya
lama dan aku gak mau membuat persahabatan ini putus di tengah jalan”
“
Aku salut padamu, jika aku jadi kamu aku tidak mungkin bisa bertahan dengan
status sahabat”.
>,<
Min
Ri terus memandangi pemuda ber name-tage Byun Baek Hyun yang melakukan kegiatan
makan bekalnya tersebut. Tak lama kemudian muncul seorang Yeoja berambut
panjang yang langsung duduk di depan Baek Hyun. Mereka terlihat mengobrol
dengan akrab sesekali mereka juga tertawa bersama.
Min
Ri tidak dapat melihat siapa yeoja karena posisinya memunggungi tempat Min Ri.
Tanpa sadar Sung Ri sudah berada di sebelahnya dengan gadget di tangannya.
“
Bukanya itu Baek Hyun? Lantas siapa yeoja centil tersebut?” tanya Sung Ri
penasaran.
“
Kapan kau datang?” Min balas tanya.
“
well baru saja aku datang setelah ke
kamar mandi, jadi jawab pertanyaanku tadi”
“
Aku juga tidak tahu”
“
Dari pada kau sakit hati melihatnya ayo kembali ke kelas!” ajak Sungri lalu
menggeret lengan Min Ri.
Selamat
bersenang-senang dengan kekasih barumu itu. Aku senang dapat melihatmu tertawa
lepas dengan orang yang telah menyakiti hatiku. Tapi bagaimana lagi? Jika kau
bahagia aku juga akan bahagia walau pada dasarnya aku bersedih karena tak dapat
merasakan ke bahagian bersamamu batin Min Ri sedih.
>.<
Bel
pulang berbunyi. Dengan semangat Hwang Joong memasukkan seluruh peralatan
sekolahnya yang berserakan di mejanya ke dalam tas ransel. Menurutnya jika
mejanya penuh dengan peralatan sekolah yang berserakan artinya orang tersebut
pintar.
“
Hwang Joong nanti temani aku beli ice-cream ya” pinta Sae Na.
“
Baiklah tapi kau harus mentraktirku”
“
Oke”
Akhirnya
mereka berdua pergi ke kedai ice-cream dekat sekolah. Kedai tersebut lumayan
ramai. Saat mereka ingin duduk di salah satu tempat tersebut tak sengaja mereka
bertemu Oh Se Hun yang juga menikmati ice-creamnya bersama seorang anak kecil.
WAIT
ANAK KECIL?, siapakah anak kecil tersebut?, jika penasaran silahkan tunggu
kelanjutan ceritanya dan silahkan komen. Terimakasih telah membaca chap2.
Terimakasih kepada Calandrinia untuk komen pertamanya dan juga Twinsku tercinta
Diyanah Aras untuk jadi guru bahasa korea dadakan.
5 komentar:
eummm ok lah ok.ditunggu lagi chap chap selanjutnya
Huhuhuhu cerita bahagian park se young dengan cowok berkacamat itu... daebakkkk
...????
Aku tau siapa Baek So.... :)
aku tau Sae Na sama Se Hun :D
Posting Komentar