Sabtu, 20 September 2014

Crazy Dreams Come True chap6

Diposting oleh zahra natasya di 23.24
Perhatian:
saya mohon maaf jika ada kesalahan kata pada chap ini
Maaf baru updte sekarang
Happy Reading guys!
>
<
>
<
>
            Se Young dan kawan-kawan sedang menikmati makan siangnya. Kali ini mereka kedatangan satu anggota baru yaitu sepupu dari Hwang Joong. Baru beberapa menit saja mereka semua langsung akrab satu sama lain.
            “ Twins, apa kau beneran kenal dengan Ji Min?” tanya So Jung yang tiba-tiba mencondongkan badanya agar dapat melihat wajah Hwang Joong yang tengah tertutup sebagian poninya. Hwang Joong sendiri yang merasa di perhatikan oleh salah satu temanya mendongakkan kepalanya dan mendapati So Jung menatapnya sangat dekat. Kepalanya dia mundurkan sedikit. “ Mwo?”.
            “ Twins kan kamu tadi bilang jika pernah kenal dengan namja bernama Ji Min? tolong kenalkan aku padanya!?” pinta So Jung.
            “ Hn, entahlah aku juga kurang yakin? Tapi seingatku, aku pernah merusak gitar milik namja bernama Ji Min tersebut” jawab Hwang Joong kurang yakin dan kembali melahap bento yang sempat tertunda tadi.
            “ Mwo? Kau berani merusak gitar Ji Min? tak kan kumaafkan walaupun kau sampai bersujud di bawahku!” teriak So Jung heboh sampai-sampai seluruh penghuni cafeteria melihat adegan mereka.
            “ Kalian sedang bicara tentang apa?” tanya Hee Byul yang dari tadi mengobrol dengan Min Ri.
            “ Gwaenchansseumnida” jawab So Jung sambil menggaru-garu leher belakangnya yang tidak gatal. Hwang Joong hanya memutar bola matanya bosan.
            “ Hwang Joong-ah aku ingin menemani Min Ri ke toko buke sepulang nanti, apa kau menginzinkanku pergi?” tanya Hee Byul takut. Kedua alis Hwang Joong bertautan dan membuat Hee Byul semakin merutuki dirinya karena sudah lancing berbicara seperti itu kepada sepupunya.
            “ Geurae” jawab Hwang Joong singkat pada jelas. Hee Byul yang mendengar jawaban Hwang Joong tersenyum senang. “ Gamsahamnida Hwang Joong-ah”.
            “ Jadi bagaimana? Kau mau mengenalkan namja bernama Ji Min tersebutkan?” tanya So Jung lagi. Hwang Joong yang melihat twinsnya yang dari tadi memaksa akhirnya dengan sangat berat hati dia menganggukan kepala.
            “ Yaaa! Aku baru ingat! Katanya sebentar lagi sekolah kita akan mengadakan lomba persahabatan” kata Sung Ri tiba-tiba.
            “ Jinjja? Dengan siapa?” tanya Se Young penasaran.
            “  I don’t know” jawab Sung Ri sambil mengedikan bahu.
            “ Terus katanya Edison-ssi akan memilih asisten selama penyelenggaraan tersebut dan assistennya tersebut harus seorang yeoja” sambung Sae Na dengan wajah serius.
            “ Yaa! Bukannya itu Kyung Soo-ssi, Baek So-ssi, Se Hun-ssi, dan Edison-ssi? Kenapa mereka berjalan kearah bangku kita?” tanya So Jung tiba-tiba dan membuat semua temanya berusaha mencari orang yang di maksud So Jung.
            “ Rupanya kalian disini? Boleh kami berbicara sebentar?” kata Edison sambil tersenyum. Hwang Joong yakin para murid perempuan di sekitarnya sedang berteriak histeris yang membuat telinganya berdengung sangat keras saat ini.
            “ Silahkan-silahkan” jawab Sung Ri yang membuat teman-temanya ingin mengutuknya sekarang juga. ‘ Awas kau Sung Ri!’ batin mereka semua sambil memasang deathglear.
            Edison langsung duduk di antara Hwang Joong dan Sae Na, disebelahnya ada Se Hun. Kyung Soo memilih duduk di sebelah Sung Rid an Baek Soo duduk diantara Se Young dan So Jung. Jadi, bisa diurutkan dari Hwang Joong, Edison, Sae Na, Se Hun, Hee Byul, Di hadapanya ada Min Ri, So Jung, Baek Soo, Se Young, dan yang terakhir Sung Ri dan Kyung Soo.
            “ Jadi apa yang ingin kalian bicarakan?” tanya So Jung penasaran.
            “ Kalian sudah tahukan bahwa sekolah kita akan mengadakan lomba persahabatan anat sekolah?” Edison malah balik tanya. Mereka semua hanya menggukan kepala kecuali Hwang Joong yang sama sekali tidak peduli apa yang mereka bicarakan. Dia hanya sibuk dengan bentonya saja.
            “ Kita memanggil kalian karena kalian semua akan berpatisipasi” lanjutnya santai.
            “ APA!?” teriak semuanya sampai Hwang Joong tersedak makananya. “ Lebih baik, kalian semua pergi dari sini, arasseo?” sahut Hwang Joong lalu meminum soda yang dia beli tadi.
            “ Ne, kita akan pergi sesudah kami memberitahukan tugas kalian” sahut Se Hun malas.
            Edison mulai membuka lembaran kertas yang dia taruh di saku jasnya. “ Yang pertama Se Hun dan Sae Na akan menjadi satu tim yang mengurus pesta pada malam puncak, Baek So dan Se Young dalam bidang kesehatan, Sung Ri dan D.o dalam bidang olahraga, So Jung dan Min Ri akan menjadi perwakilan sekolah yang akan mengahadiri rapat di Seoul Art High School besok lusa” terang Edison.
            “Mwo!” teriak semuanya dan berhasil membuat Hwang Joong tersedak untuk kedua kalinya. Dia menatap sebal terhadap teman-temanya.
            “ Wait, kanapa harus aku dan Min Ri yang menghadiri rapat? Bukanya kau yang menjadi ketua OSIS?’ tanya So Jung.
            “ Karena aku ada banyak urusan” jawab Edison sambil melirik Hwang Joong yang sibuk dengan umpatanya. Semua mata mengarah kearah Hwang Joong, sedangkan yang dipandang masih sibuk mengutuk teman-temannya sendiri.
            “ Wae?” tanya Hwang Joong yang baru sadar. “ Gwenchanayo, kau hanya di suruh menemui Chan Ra seonsaengnim setelah jam istirahat selesai” jawab Edison kemudian berdiri dari tempat duduknya bersiap untuk pergi.
            “ Pay~pay Sung Ri-ah” salam Kyung Soo sebelum pergi dan sukses membuat kedua pipi Sung Ri tampak semerah tomat”. Tak jauh beda dengan Sae Na juga merasakan apa yang di rasakan apa yang dirasan Sung Ri setelah Se Hun pamit darinya.
            “ Hwang Joong-ssi jangan sampai telat!” ingat Edison yang kemudian menghilang diantara murid-murid yang berlalu lalang.
            “ Huwwa! Tak kusangkan D.o duduk di sebelahku. Ingat di sebelahku!” jerit Sung Ri.
            “ Se Hunna tampak keren hari ini!” timpal Sae Na.
            “ Ne, apalagi D,o. Mimpi apa aku semalam?” jawab Sung Ri.
            Teman-teman mereka hanya tersenyum geli melihat Sung Ri dan Sae Na sedang berbunga-bunga.
            Setelah kepergian ke-empat namja tersebut mereka semua melanjutkan makan siang yang sempat tertunda. Sung Rid an Sae Na terus saja bercerita pengalaman yang baru terjadi. Tiba- tiba seorang murid perempuan berjalan kea rah bangku mereka.” Hwang Joong-ssi, Min Ri-ssi, dan So Jung-ssi kalian di tunggu Chan Ra seonsaengnim di ruanganya” kata murid tersebut.
            “ Ne” balas So Jung kemudian murid tersebut meninggalkan bangku mereka. So Jung menolehkan kepalanya sambil menaikan sebelah alisnya. Tatapannya tertuju kepada twinsnya tersebut. “ Aku tidak membuat masalah lagi” jawab Hwang Joong tiba-tiba. So Jung hanya mengedikan bahunya dan berdiri dari tempatnya.
            “ Ayo!” ajak So Jung. Tangannya berusaha menyeret Min Ri. Di belakangnya Hwang Joong hanya menatap malas kedua temanya.
                                                                        >.<
            Mereka bertiga sudah berdiri di depan ruangan Chan Ra seonsaengnim. Tangan So Jung mulai mengetok pintu dan terdengar suara Chan Ra seonsaengnim yang mengisyaratkan mereka masuk. So Jung mendorong pintu bercat cokelat tersebut. Di dalam sana ternyata sudah ada sang ketua osis yang duduk berhadapan dengan Chan Ra seonsaengnim.
            “ Akhirnya kalian datang juga, jadi yang pertama saya akan memberikan undangan ini kepada So Jung dan Min Ri” kata chan Ra seonsaengnim tanpa basa-basi. Keduanya mendapatkan selembar undangan yang bertuliskan tentang rapat dengan Seoul Art High school. Tunggu Se-seoul Art High School? Itu kan nama sekolah Ji Min? batin So Jung.
            “ Kau tak perlu bantuanku twins” bisik Hwang Joong.
            “ Yang kedua ini menyangkut Hwang Joong dan Edison” lanjut ChanRa seonsaengnim dengan wajah serius.
            Wajah Hwang Joong menampakan kebingungan sedangkan Edison memasang wajah datar karena dia sudah tahu soal itu. “  Hwang Joong kau akan bertugas sebagai asisten Edison” janjut Chan Ra seonsaengnim.
            “ MWO!?” teriak So Jung dan Min Ri bersamaan. Sedangkan Hwang Joong hanya mengangkat sebelah alisnya. “ Neo michesseo?!” protes Hwang Joong sambil menunjuk gurunya tersebut.
            “ Ne, karena setiap pelajaranku kau selalu membolos jadi anggap saja ini hukuman yang kuberikan padamu”.
            “ Shireo!”
            “ Tak ada penolakan kecuali kau ingin tetap tinggal kelas”
            Kedua tangan Hwang Joong terkepal kuat sampa-sampai kukunya berubah menjadi putih. So Jung yang menyadari bahwa twinsnya tersebut akan mengamuk segera menarik lengan Hwang Joong sambil berpamitan.” Gamsahamnida Chan Ra seongsaengnim, kami harus segera masuk kelas, annyeong~” pamit So Jung.
                                                                        >.<
            Sung Ri sedang mencari kamus bahasa di perpustakaan. Setelah menemukan kamus yang dia cari, Sung Ri segera kembali ke kelas. Saat dia melewati deretan loker dia melihat namja yang dia sukai sedang berbicara dengan teman sekelasnya. Yoon Hae Ra.
            Karena penasaran Sung Ri memutuskan untuk menguping di balik salah satu loker siswa. Telinganya dia pasang dengan baik-baik.
            “ Kau benar-benar tidak berguna, jadi lebih singkatnya kita PUTUS” kata Yoon Hae Ra sambil menmpakan wajah mengejek. Sung Ri yang mendengaritu hanya membulatkan matanya.
            “ Jadi selama ini kau hanya memanfaatkanku saja?cih,yeoja murahan. Lagi pula sejak pertama kali kau menembakku hanya gara-gara kau ingin memanfaatkan hartaku untuk membayar hutang perjudiaan appamu, aku sudah membencimu dan sekarang kau berani memutuskanku membuat kebencian ini semakin betambah” kali ini suara D.o menguasai percakapan tersebut.
            “ Baguslah kalau kau sudah paham dengan maksudku” sahut Hae Ra sambil melangkahkan kakinya meninggalkan D.o. Setelah kepergian Hae Ra, D.o menolehkan kepalanya.
            “ Kau boleh keluar sekarang!” perintahnya. Kemudian seorang yeoja mulai menampakan dirinya dari balik tempat persembunyianya. Dia memasang wajah tanpa dosa dengan sudut bibirnya dia naikan sedikit sehingga mendapat cengiran.
            “ M-mian, aku sudah menguping pembicaraan kalian” kata Sung Ri sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. D,o hanya terkekeh melihat tingkah Sung Ri yang mirip dengan anak SD yang sedang di hukum.
            “ Dwaesseo, ayo akan kuantar kau ke kelas!” ajak D.o. Sung Ri berusaha menyamakan langkah kakinya agar tepat di sebelah D.o. Kepalanya dia tunduka sehingga wajah cantiknya tertutup poni panjangnya.
                                                            >.<
            Se Young sedang menemani Hee Byul ke ruang Lee-seonsaengnim untuk mendapatkan tugas tambahan. Sesekali dia menguap karena Hee Byul tak kunjung keluar dari ruangan di depanya. Karena sudah lama menunggu Se Young memilih memainkan game yang berada di hp-nya.
            Cees!. Sebuah minuman kaleng dingin berhasil mengenai pipi mulus Se Young. Segera saja dia menjauhkan benda dinging tersebut dan menatap sebal siap yang berani melakukanya. “ Apa yang kau lakukan pada jam pelajaran seperti ini?” tanya namja di sebelahnya. Han Baek So adalah namja tersebut, namja yang berani membuat dirinya kaget karena dengan lancangnya menempelkan benda dingin tersebut ke pipinya.
            Bukanya menjawab Se Young malah merebut kaleng soda tersebut kemudian di habiskannya sampai tak tersisa air di dalam sana. “ Gomawo Baek So! Kau sudah menyelamatkanku dari dehidrasi ini” ucapnya.
            “ Eh, itu minumanku kenapa kau yang menghabiskannya sampai tak tersisa sedikitpun” protes Baek So saat mengetahui minuman yang dia beli sudah tak tersisa. “ Mian, habis aku sudah lama menunggu Hee Byul”.
            “ Hee Byul? Siapa itu?” tanya Baek So.
            “ Dia murid baru dikelasku, oh dia juga sepupu Hwang Joong-ah”
            “ MWO!? Apa dia sama menyeramkanya dengan Hwang Joong-ssi?”
            “ Ani, dia sangat jauh berbeda dengan Hwang Joong-ah”
            “ Syukurlah, Youngie aku duluan ya! Pay~pay”
                                                                        >.<
            So Jung masih berusaha menenangkan twinsnya yang mengamuk. Dia merutuki kesalahnya yang membawa sang twins ke kelas yang ada semua barang yang ada di dekatnya melayang.
            “ Sudahlah, lagi pula ini semua salahmu yang sudah membolos de saat pelajaranya” kata So Jung. “ Anggap saja ini tantangan, oh bagaimana kalau kita taruhan?” lanjutnya.
            Hwang Joong hanya memandang So Jung tak mengerti. “ Taruhan apa?” tanyanya.
            “ Jika kau bisa bertahan menjadi asisten Edison-ssi aku akan membelikanmu album terbaru idola mu, tapi jika kau kalah kau harus menjadi cupidku ke Ji Minnie” terang So Jung bersemangat. Tangannya dia ulurkan kedepan dan di sambut dengan tangan twinsnya tersebut.
            “ Sepakat!”
            Akhirnya selesai juga!. Maaf jika kurang memuaskan dan updatenya terlalu lama. Akhir-akhir ini aku ada masalah dengan imajinasiku jadi chap 6 ini aku kebut sepagi suntuk(?). Terimakasih kepada SHINee yang telah menyumbangkan lagunya supaya aku tidak merasa jones saat proses pembuatan Chap6 ini. Terimakasih kepada temanku yang sudah mengusik kehidupan damaiku untuk update chap6. Love ya!^^
Chap7 coming soon

1 komentar:

Park MyoRa on 10 Oktober 2014 pukul 08.15 mengatakan...

Lanjutno oy...

Posting Komentar

 

Zara's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei